Advertisement

Penjualan Mobil Listrik BYD Tersaingi Ketat Wuling, Aion & VinFast, Siapa Unggul?

Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia semakin ketat dengan perubahan posisi para pemain utama. Penjualan mobil listrik BYD pada bulan lalu mengalami penurunan signifikan dan kalah dari merek-merek lain seperti Wuling, Aion, dan VinFast.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa wholesales mobil listrik berbasis baterai (BEV) turun tajam menjadi hanya 4.039 unit. Penurunan ini mencapai 36,3 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 6.341 unit.

Wuling dan Aion Kuasai Pasar

Wuling Binguo EV mencuat sebagai pemimpin pasar dengan penjualan 561 unit. Sedangkan Aion V menyusul ketat di posisi kedua dengan 527 unit terjual. Keunggulan keduanya terletak pada jaringan diler yang kuat dan harga yang relatif terjangkau.

Keberhasilan Wuling dan Aion menggeser posisi BYD M6 yang sebelumnya bintang utama sejak diluncurkan. Penjualan BYD M6 turun drastis 76,7 persen menjadi 321 unit saja.

Penurunan Penjualan Model BYD Lainnya

Selain BYD M6, model BYD Sealion 7 dan BYD Atto 3 juga mencatat penurunan berat. Penjualan Sealion 7 turun 50,7 persen, sedangkan Atto 3 turun 47,1 persen. Sektor MPV premium dari Denza D9 pun mengalami keterpurukan dengan penjualan cuma 227 unit, turun lebih dari 70 persen dari performa rata-rata sebelumnya.

Merek Baru VinFast Mulai Menapak

VinFast menunjukkan tren positif dengan tiga model yang mulai mengisi pasar. Penjualan VF 3 mencapai 106 unit, diikuti VF e34 dengan 38 unit dan VF 6 sebanyak 9 unit. Jadi, merek ini mulai mencuri perhatian konsumen di segmen mobil listrik.

Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris

  1. Wuling Binguo EV – 561 unit
  2. Aion V – 527 unit
  3. BYD M6 – 321 unit
  4. Chery J6 – 308 unit
  5. BYD Sealion 7 – 297 unit
  6. BYD Atto 3 – 240 unit
  7. Denza D9 – 227 unit
  8. Wuling Mitra EV – 216 unit
  9. Omoda E5 – 148 unit
  10. Geely EX5 – 144 unit

Harga Mobil Listrik Pilihan

Pabrikan berlomba menawarkan harga bersaing. Contohnya, Aion V Exclusive dijual mulai Rp 449 juta dan Aion Y Plus Exclusive mulai Rp 419 juta. Wuling Binguo EV dijual mulai Rp 279 juta untuk varian Lite dan Rp 332 juta untuk varian Pro.

VinFast VF 3 menawarkan harga mulai Rp 152 juta dengan skema langganan baterai, atau Rp 192 juta termasuk baterai. Model lain dari VinFast dihargai mulai Rp 212 juta hingga Rp 508 juta tergantung tipe dan fitur.

Dinamika Pasar dan Proyeksi Mendatang

Penurunan penjualan BYD menunjukkan bahwa kehadiran pemain baru dan harga kompetitif menjadi kunci penguasaan pasar. Segmentasi konsumen yang mencari harga terjangkau serta jaringan distribusi yang luas menjadi faktor penting.

VinFast yang baru memasuki pasar juga menunjukkan potensi untuk memperlebar pilihan konsumen di segmen mobil listrik. Sementara itu, merek Wuling dan Aion berhasil memanfaatkan peluang dari kebutuhan harga ekonomis.

Periode mendatang diperkirakan bakal semakin kompetitif dengan semakin banyaknya peluncuran model baru. Perubahan tren ini menjadi sinyal bagi para produsen untuk terus berinovasi dalam produk dan strategi pemasaran.

Pasar mobil listrik Indonesia kini lebih dinamis dengan kebutuhan konsumen yang beragam. Tren harga terjangkau dan kemudahan layanan menjadi penentu utama dalam memenangkan persaingan.

Berita Terkait

Back to top button