
Lavender merupakan salah satu tanaman berbunga yang populer di dunia karena warna ungunya yang menenangkan dan aroma khasnya. Tanaman ini tak hanya berfungsi sebagai penghias taman atau ruangan, tapi juga punya manfaat luas di bidang kesehatan, kecantikan, serta aromaterapi.
Terdapat beberapa jenis bunga lavender dengan karakteristik berbeda, baik dari bentuk bunga, aroma, maupun kegunaannya. Memahami jenis-jenis lavender ini dapat membantu memilih varietas yang cocok untuk kebutuhan pribadi maupun keindahan dekorasi.
1. Salvia Officinalis
Sering disebut sage, Salvia officinalis berasal dari wilayah Mediterania dan tumbuh dengan tinggi sekitar 60 cm. Daunnya berbentuk lonjong berwarna hijau keabu-abuan sepanjang 6,4 cm dan lebar 2,5 cm. Bunga Salvia officinalis hadir dengan warna ungu, pink, atau putih yang menambah daya tarik visual. Tanaman ini mengandung minyak esensial yang dimanfaatkan dalam aromaterapi dan pengobatan tradisional.
2. Lavandula Pinnata
Dikenal sebagai lavender daun pakis, tanaman ini memiliki tinggi antara 18 sampai 24 inci. Daunnya tersusun berlawanan dan berbentuk menyirip dengan bulu putih halus yang memberikan efek abu-abu. Bunga berwarna ungu tua tumbuh dalam satu tangkai ataupun rangkap tiga. Aroma lavender jenis ini lembut dan sering dipakai sebagai tanaman hias serta bahan aromaterapi alami.
3. Lavandula Stoechas
Jenis lavender ini tersebar di wilayah pesisir timur Spanyol, Italia, dan Turki. Tinggi tanaman berkisar antara 30 sampai 100 cm dengan daun berukuran 1-4 cm berwarna hijau keabu-abuan. Bunganya berwarna merah muda hingga ungu dengan ciri khas bunga ungu cerah di ujung tangkai. Selain mempercantik taman dan ruangan, lavandula stoechas memiliki manfaat untuk mengusir serangga dan pengobatan tradisional.
4. Lavandula Dentata
Lavandula dentata tumbuh mencapai tinggi sekitar 60 cm dengan daun berbentuk tombak dan tepi bergerigi. Bunganya dominan berwarna ungu dengan ujung yang lebih pucat. Jenis ini selain menjadi tanaman hias juga digunakan untuk bahan parfum dan pengobatan tradisional, seperti meredakan sakit perut.
5. Lavandula Lanata
Disebut juga woolly lavender, jenis ini unik karena seluruh bagian tanaman diselimuti bulu halus. Semak ini tumbuh setinggi 60-90 cm dengan lebar yang seimbang. Bunganya muncul di atas tangkai panjang dengan warna ungu cerah hingga ungu kebiruan. Lavandula lanata terkenal karena aromanya yang dapat membantu mengusir serangga.
Manfaat bunga lavender tidak hanya pada keindahan warnanya saja, tetapi juga manfaat kesehatan yang sudah didukung oleh pemanfaatan minyak esensialnya dalam aromaterapi. Minyak lavender efektif untuk meredakan stres, meningkatkan kualitas tidur, dan bahkan membantu penyembuhan luka ringan. Dalam bidang kecantikan, ekstrak lavender digunakan sebagai bahan produk perawatan kulit karena sifat antiinflamasi dan antimikroba yang dimilikinya.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa lavender dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Dengan beragam jenis dan fungsi yang dimiliki, varietas lavender ini dapat dipilih sesuai kebutuhan—apakah untuk dekorasi, aromaterapi, atau pengobatan tradisional.
Mengetahui jenis-jenis lavender membuat Anda lebih bijak dalam memilih tanaman untuk di rumah maupun keperluan komersial. Penggunaan lavender pun bisa lebih optimal dengan menyesuaikan karakteristik tiap jenis sehingga manfaat yang didapat maksimal. Jadi, baik sebagai penghias, obat herbal, ataupun sumber aroma alami, lavender tetap menjadi pilihan yang populer di banyak negara.
Lavender menawarkan perpaduan keindahan dan fungsi, yang menjadikannya tanaman multifungsi bagi banyak kalangan. Dengan pemeliharaan yang tepat, berbagai jenis lavender dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat sepanjang waktu di rumah maupun ruang publik.




