Indonesia memiliki lebih dari 663 ribu masjid dan musala yang tersebar di seluruh wilayah. Data ini menunjukkan besarnya peran rumah ibadah dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Meski jumlah masjid sangat banyak, fasilitas pendukung ibadah di tempat-tempat tersebut belum merata. Satu di antara fasilitas yang masih terbatas adalah ketersediaan sarung untuk jamaah laki-laki.
Sarung menjadi perlengkapan penting bagi banyak jamaah, terutama yang datang tanpa membawa sarung sendiri. Hal ini sering terjadi pada mereka yang sedang dalam perjalanan, singgah sementara, atau berasal dari kelompok rentan. Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah.
Sebagian besar bantuan yang masuk lebih diarahkan pada pembangunan fisik masjid. Akibatnya, perlengkapan ibadah seperti sarung masih belum menjadi fokus utama, terutama di masjid-masjid di daerah pelosok dan kawasan padat penduduk.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, Sudjak, menegaskan bahwa selain bangunan, kelengkapan ibadah juga sangat penting untuk diperhatikan. Ia menyebut program penyediaan sarung dapat membantu kenyamanan jamaah di berbagai daerah.
Untuk mengatasi kekurangan ini, program sosial berupa Wakaf Sarung mulai digalakkan. Program ini bertujuan menyediakan sarung wakaf sekaligus rak penyimpanannya di masjid dan musala yang membutuhkan.
Adanya rak penyimpanan membuat sarung dapat disimpan dengan rapi dan higienis. Dengan begitu, pemakaian sarung secara bergantian menjadi lebih nyaman dan terawat.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan beribadah, tetapi juga mendorong budaya berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Program ini merupakan inisiatif dari Behaestex sebagai wujud perhatian terhadap kebutuhan sarana ibadah.
Ke depan, sinergi antara lembaga keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat umum sangat penting. Kerja sama ini memastikan masjid dan musala di Indonesia tidak hanya megah secara fisik tetapi juga siap melayani kebutuhan ibadah secara menyeluruh.
Jumlah masjid dan musala yang besar harus diimbangi dengan kelengkapan ibadah yang memadai. Hal ini untuk memastikan setiap jamaah mendapatkan pengalaman beribadah yang khusyuk dan nyaman tanpa terkendala fasilitas pendukung.
Dengan meningkatnya perhatian terhadap kelengkapan sarana ibadah, diharapkan kualitas pelayanan rumah ibadah dapat terus ditingkatkan. Sehingga fungsi masjid dan musala sebagai pusat spiritual dan sosial masyarakat bisa berjalan optimal.





