
Semarang tampil sebagai primadona dalam liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dengan keramaian yang memadati berbagai destinasi wisatanya. Sejak pertengahan Desember 2025, arus wisatawan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya mulai meramaikan terminal, stasiun, serta jalan-jalan utama Kota Semarang.
Kawasan Kota Lama menjadi salah satu titik pusat perhatian para wisatawan yang ingin merasakan suasana bersejarah. Wisatawan menikmati pemandangan bangunan kolonial sambil bersepeda atau berfoto di sudut-sudut ikonik. Aktivitas ini berlangsung sejak pagi hingga malam hari tanpa henti, menandakan daya tarik kawasan yang kuat untuk liburan akhir tahun.
Lawang Sewu juga menarik perhatian dengan peningkatan signifikan jumlah pengunjung, terutama saat sore dan malam hari. Banyak wisatawan mengikuti tur sejarah untuk membongkar kisah di balik bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut. Lawang Sewu memang dikenal sebagai ikon wisata sejarah yang tak pernah sepi setiap musim liburan.
Selain wisata sejarah, Klenteng Sam Poo Kong menghadirkan nuansa religi dan budaya yang khas. Tempat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan yang ingin mengenal sejarah Laksamana Cheng Ho sekaligus mengagumi arsitektur Tionghoa yang megah. Kombinasi keunikan sejarah dan keindahan visual menjadi daya tarik utama klenteng tersebut.
Simpang Lima di pusat kota juga menjadi lokasi favorit untuk berkumpul dan menikmati suasana liburan malam. Banyak warga lokal dan turis menikmati kuliner kaki lima di sekitarnya sambil menanti momen pergantian tahun. Suasana meriah terasa hingga jam-jam menjelang dini hari, memperkuat citra Simpang Lima sebagai pusat hiburan dan kuliner.
Dari sisi ekonomi, peningkatan jumlah wisatawan memberikan efek positif bagi masyarakat setempat. Pedagang makanan, jasa parkir, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami lonjakan pendapatan selama libur Nataru. Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata membawa dampak langsung yang menguntungkan bagi perekonomian lokal.
Pemerintah Kota Semarang bersama aparat kepolisian mengambil langkah strategis untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung. Pos pengamanan dan pos pelayanan didirikan di berbagai titik strategis, sementara rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalan-jalan utama. Langkah ini penting agar arus wisatawan tetap lancar dan pengalaman berlibur tidak terganggu.
Cuaca selama liburan relatif mendukung aktivitas wisata dengan kondisi bersahabat. Walau sesekali terjadi hujan ringan, kegiatan wisata tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Faktor cuaca ini semakin memperkuat alasan para wisatawan memilih Semarang sebagai destinasi saat libur akhir tahun.
Sektor perhotelan pun mencatat peningkatan okupansi yang cukup signifikan. Banyak hotel melaporkan tingkat hunian penuh khususnya pada malam Natal dan malam pergantian tahun. Fenomena ini mencerminkan tingginya kunjungan wisatawan serta daya tarik Semarang sebagai tempat menginap yang nyaman dan strategis.
Berikut ringkasan daya tarik utama Semarang selama libur Nataru 2026:
- Kota Lama: Kawasan bersejarah dengan bangunan kolonial dan aktivitas santai seperti bersepeda serta sesi foto.
- Lawang Sewu: Destinasi sejarah populer dengan tur yang mengisahkan latar belakang bangunan.
- Klenteng Sam Poo Kong: Tempat religi dan budaya dengan arsitektur megah dan kisah Laksamana Cheng Ho.
- Simpang Lima: Pusat keramaian dan kuliner malam untuk menyambut pergantian tahun.
Momentum liburan akhir tahun ini menjadi bukti kuat bahwa Semarang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah. Pemerintah Kota terus mengevaluasi dan mengembangkan layanan pariwisata dengan harapan menjadikan Semarang tujuan utama wisatawan di masa mendatang.
Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan serta meningkatkan fasilitas wisata di Semarang menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendongkrak sektor pariwisata. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Semarang berpeluang semakin dikenal di kancah pariwisata nasional dan internasional.
Baca selengkapnya di: yoursay.suara.com




