Penjualan mobil listrik murni mengalami kenaikan tajam dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Data Gaikindo menunjukkan total wholesales mencapai 55.225 unit, melampaui angka sepanjang tahun lalu yang hanya 43.188 unit.
Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan merek baru dan model kendaraan listrik yang masuk pasar Indonesia. Kehadiran VinFast, Polytron, dan Maxus memperketat persaingan di segmen kendaraan listrik nasional.
Dominasi BYD di Pasar Mobil Listrik
BYD masih memimpin penjualan mobil listrik nasional dengan angka mencapai 20.077 unit. Pabrikan asal China ini sedang membangun pabrik di Subang, Jawa Barat, yang diperkirakan selesai pada akhir tahun.
Model-model andalan BYD meliputi M6, Sealion 7, Atto 3, Seal, Dolphin, dan Atto 1 yang menjadi pilihan konsumen. Upaya lokal ini diharapkan semakin memperkuat posisi BYD di pasar Indonesia.
Performa Merek Pendukung dan Kompetitor
Wuling menduduki posisi kedua dengan penjualan 8.345 unit. Produk utama mereka adalah Wuling Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV yang dirakit secara lokal di pabrik Cikarang.
Denza, sub-merek premium dari BYD, tercatat menjual 6.775 unit model D9. Sedangkan Chery berhasil menjual 6.170 unit dengan dominasi model J6 dan E5.
Merek Lain yang Menarik Perhatian
Aion mencatatkan 4.405 unit terjual, diikuti VinFast sebanyak 2.841 unit yang menjadi pemain baru namun cepat mendapatkan tempat di pasar.
Geely dan Hyundai menorehkan penjualan masing-masing 1.876 unit dan 1.164 unit. Sementara Morris Garage (MG) mencatat 1.123 unit dan Neta melaporkan 487 unit.
Dukungan dan Kebijakan Pemerintah
Pemerintah mengonfirmasi penghentian insentif impor mobil listrik murni mulai tahun depan. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Investasi yang mengatur fasilitas impor hingga akhir tahun ini.
Mulai tahun depan, produsen wajib memproduksi mobil listrik secara lokal dengan komitmen tingkat komponen dalam negeri yang ketat. Kegagalan memenuhi target ini dapat berakibat pencairan bank garansi oleh pemerintah.
Sampai saat ini, beberapa pabrikan yang telah mendapat insentif impor antara lain BYD, Geely, VinFast, serta PT National Assembler yang menangani merek Citroën, Aion, Maxus, dan Volkswagen. Total investasi mereka mencapai sekitar Rp15,52 triliun.
10 Merek Mobil Listrik Terlaris di Pasar Indonesia
Berikut daftar penjualan mobil listrik murni yang paling laku dari Januari hingga September, berdasarkan data Gaikindo:
- BYD: 20.077 unit
- Wuling: 8.345 unit
- Denza: 6.775 unit
- Chery: 6.170 unit
- Aion: 4.405 unit
- VinFast: 2.841 unit
- Geely: 1.876 unit
- Hyundai: 1.164 unit
- Morris Garage (MG): 1.123 unit
- Neta: 487 unit
Dengan kondisi pasar yang semakin kompetitif dan kebijakan lokal yang ketat, pengembangan mobil listrik di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh. Produsen berlomba memenuhi persyaratan produksi lokal sambil menghadirkan produk inovatif bagi konsumen.
