Menata ulang furnitur saat merasa stres bukan sekadar kebiasaan iseng atau akibat rasa bosan. Banyak orang melakukannya sebagai bentuk cara untuk mengelola emosi dan memberikan rasa kontrol pada diri sendiri di tengah tekanan hidup yang sedang dihadapi. Aktivitas ini kini kian dipahami dari sisi psikologis sebagai salah satu mekanisme adaptif dalam menghadapi situasi yang menguras pikiran.
Menggeser sofa, memindahkan kursi, atau mengubah tata letak kamar sering dipilih karena menghadirkan perubahan visual instan dan rasa puas setelahnya. Menurut sumber dari Cultivated Comfort dan GE Editing yang dikutip oleh detik.com, kebiasaan ini menunjukkan ciri khas kepribadian tertentu yang sering dianggap reflektif, kreatif, dan fleksibel.
1. Berusaha Mengambil Kendali dalam Hidup yang Tidak Pasti
Banyak orang merasa kehilangan kontrol saat menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau ekspektasi hidup yang tidak sesuai. Menata ulang furnitur memberikan kesempatan untuk menciptakan zona kontrol kecil yang bisa diatur sendiri. Psikolog menyebut, perilaku ini kerap ditemukan pada individu yang solutif dan aktif, karena mereka cenderung bertindak langsung untuk mengurangi tekanan batin daripada menunggu keadaan berubah dengan sendirinya.
2. Peka Terhadap Suasana dan Energi Ruangan
Orang yang gemar menata ulang furnitur biasanya sangat peka terhadap suasana lingkungan sekitar. Mereka merasa suasana kamar atau rumah yang berantakan bisa mempengaruhi suasana hati. Menurut penelitian psikologi lingkungan, cara seseorang merespons kondisi ruangan mencerminkan tingkat kesadaran diri dan kebutuhan terhadap keseimbangan emosional.
3. Memiliki Coping Mechanism Aktif dan Sehat
Tidak semua orang merespons stres dengan cara yang sama. Ada yang memilih tidur, makan berlebihan, atau menarik diri dari lingkungan sosial. Namun, menata ulang furnitur dapat menjadi coping mechanism yang sehat dan aktif. Aktivitas fisik saat merapikan ruang terbukti membantu tubuh melepaskan hormon endorfin, sehingga membantu perasaan lebih tenang dan lega setelah selesai.
4. Kreatif dan Imajinatif
Kecenderungan untuk selalu mencari suasana baru dan menempatkan benda pada posisi berbeda merupakan tanda sifat kreatif dan imajinatif. Orang seperti ini senang bereksperimen tanpa takut gagal dan mampu melihat kemungkinan baru dalam setiap perubahan sederhana di rumah. Sisi kreatif ini biasanya juga terlihat dalam cara berpikir dan menyelesaikan masalah sehari-hari.
5. Mudah Jenuh pada Rutinitas yang Statis
Rutinitas yang sama setiap hari sering kali memicu kejenuhan. Bagi individu dengan kepribadian ini, mengubah posisi perabot sudah cukup untuk memberikan sensasi pembaharuan dan mengatasi rasa bosan. Studi menunjukkan bahwa stimulasi visual dari perubahan lingkungan memberi efek positif pada suasana hati dan energi.
6. Reflektif dan Introspektif saat Menghadapi Tekanan
Saat memindahkan furnitur, ada proses berpikir yang berjalan secara reflektif. Gerakan mekanis dan berulang tanpa disadari membantu orang mengolah emosi dan mengurai stres tanpa harus mengekspresikan lewat kata-kata. Para psikolog menyebut metode coping ini sebagai bentuk “meditasi aktif” yang bermanfaat dalam proses introspeksi.
7. Fleksibel serta Cepat Beradaptasi dengan Perubahan
Sosok yang terbiasa sering mengatur ulang tata ruang cenderung fleksibel dan tidak kaku dengan rutinitas. Mereka mudah beradaptasi dengan perubahan dan lebih tahan banting saat menghadapi situasi tak terduga. Kemampuan fleksibel ini penting dalam menjaga kesehatan mental, terutama di masa penuh ketidakpastian.
Berikut daftar singkat 7 ciri kepribadian yang sering menata ulang furnitur saat stres:
- Selalu ingin punya kendali atas keadaan sekitar.
- Sensitif terhadap suasana dan tata ruang.
- Menunjukkan coping mechanism sehat.
- Kreatif dan suka bereksperimen.
- Cepat bosan dengan rutinitas.
- Suka berpikir reflektif dan introspektif.
- Fleksibel dan gampang beradaptasi.
Psikolog klinis menyarankan agar kebiasaan ini dijalankan selama tidak berlebihan dan tidak mengganggu keseharian. Jika sudah cenderung kompulsif atau mengganggu aktivitas harian, penting untuk mencari dukungan profesional guna mengelola stres secara lebih efektif. Menata ulang furnitur seharusnya menjadi aktivitas menenangkan dan membantu menjaga keseimbangan mental, bukan menjadi beban baru dalam hidup sehari-hari.
