Tubuh memerlukan asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses penyembuhan ketika flu dan batuk. Namun, tidak semua buah yang dikenal sehat selalu aman untuk dikonsumsi saat sistem imun sedang melemah. Beberapa buah justru dapat memperparah gejala seperti tenggorokan sakit, batuk bertambah, dan hidung tersumbat.
Pemilihan buah yang kurang tepat selama sakit flu dan batuk bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan, memperlambat pemulihan, dan menambah rasa tidak nyaman. Berikut penjelasan buah-buahan yang sebaiknya dihindari selama menjalani masa pemulihan flu dan batuk, berdasarkan referensi dari CrediHealth dan data medis terkini.
1. Buah Citrus (Jeruk, Lemon, Limau)
Buah jenis citrus memang kaya akan vitamin C yang bagus untuk daya tahan tubuh. Namun, keasaman buah ini dapat memicu rasa perih pada tenggorokan yang sedang meradang akibat flu atau batuk. Konsumsi buah citrus seperti jeruk dan lemon dalam jumlah berlebihan juga bisa memperparah refluks asam lambung serta mengganggu efektivitas obat flu tertentu. Selain itu, keasaman buah ini dapat merangsang batuk, terutama pada malam hari.
2. Pisang
Pisang umumnya mudah dicerna dan sering dianggap sebagai makanan yang lembut untuk kondisi sakit. Akan tetapi, pisang dapat meningkatkan produksi lendir di saluran pernapasan. Kondisi ini membuat hidung terasa lebih tersumbat dan tenggorokan penuh dahak, terutama pada individu yang sensitif. Gula alami pada pisang juga dapat menjadi sumber bakteri yang memperhambat proses recovery.
3. Nanas
Meskipun mengandung enzim bromelain yang bermanfaat untuk peradangan, nanas justru dapat menimbulkan sensasi perih dan iritasi pada tenggorokan yang sedang meradang. Kandungan asam dan gula pada nanas bisa memperparah iritasi saluran napas. Pada beberapa orang, nanas juga dapat memicu reaksi alergi ringan hingga dehidrasi karena memiliki efek diuretik ringan.
4. Mangga
Mangga dikenal dengan rasanya yang manis dan tekstur lembut, namun buah ini memiliki sifat panas yang dapat meningkatkan kadar lendir dalam tubuh. Peningkatan lendir menyebabkan saluran napas semakin mudah tersumbat sehingga rasa tidak nyaman bisa bertambah parah. Selain itu, kandungan gula pada mangga bisa membuat sistem kekebalan bekerja kurang optimal, sehingga pemulihan menjadi lebih lama.
5. Buah Kering (Kismis, Kurma, Aprikot Kering)
Buah kering memiliki gula tinggi dan sering kali mengandung pengawet. Tekstur lengketnya dapat menempel di tenggorokan dan memperpanjang gejala batuk atau membuat iritasi. Selain itu, buah kering juga kerap menambah asupan kalori yang tidak diperlukan saat tubuh sedang berjuang melawan infeksi.
6. Anggur
Anggur memiliki kandungan gula alami yang tinggi sehingga dapat mendukung pertumbuhan bakteri atau kuman penyebab infeksi di saluran pernapasan. Kulit anggur yang licin juga berpotensi tersangkut di tenggorokan, sehingga memperparah batuk atau menyebabkan iritasi. Ditambah lagi, anggur mengandung asam yang bisa memperparah rasa tidak nyaman, terutama bila dimakan dalam kondisi dingin.
7. Buah Beku
Buah beku yang sangat dingin bisa menyebabkan syok pada tenggorokan yang meradang, memperlambat pemulihan, dan menimbulkan rasa nyeri. Suhu rendah dari buah beku juga memperlambat aliran darah ke area yang sakit dan mengurangi produksi air liur, sehingga menambah kekeringan dan memperparah iritasi. Buah-buahan yang dibekukan kerap menambah keluhan nyeri dan sensasi tidak nyaman di tenggorokan saat flu.
Daftar Buah yang Harus Dihindari saat Flu dan Batuk:
| No | Nama Buah | Efek pada Flu/Batuk |
|---|---|---|
| 1 | Jeruk, Lemon | Memperparah iritasi tenggorokan |
| 2 | Pisang | Memicu produksi lendir |
| 3 | Nanas | Menimbulkan sensasi perih |
| 4 | Mangga | Menambah kadar lendir |
| 5 | Buah Kering | Mengiritasi dan memperparah batuk |
| 6 | Anggur | Meningkatkan risiko infeksi |
| 7 | Buah Beku | Menambah nyeri tenggorokan |
Memilih asupan buah ketika flu dan batuk penting bagi proses pemulihan. Buah seperti jambu biji, pepaya, apel, dan buah beri lebih cocok untuk membantu tubuh pulih secara alami. Hindari mengonsumsi daftar buah di atas selama masa sakit agar gejala tidak makin parah dan proses penyembuhan berjalan optimal. Untuk mendapatkan rekomendasi makanan terbaik saat sakit flu dan batuk, konsultasikan dengan tenaga medis agar pemilihan nutrisi lebih tepat dan sesuai kebutuhan tubuh.
