5 Kisah Tokoh Indonesia yang Jarang Terekspos dan Inspiratif untuk Diketahui

Tokoh nasional Indonesia kerap dipandang sebagai pribadi yang telah sukses tanpa cela. Capaian mereka sering menjadi satu-satunya narasi yang muncul di ruang publik, membuat berbagai lapisan perjalanan hidup mereka terlupakan. Publik sering kali tidak mengetahui bagaimana perjuangan, kegagalan, serta keraguan yang pernah dialami oleh para tokoh tersebut sebelum mencapai posisinya saat ini.

Padahal, keberhasilan tidak lahir secara instan begitu saja. Proses panjang yang penuh rintangan, pengorbanan, dan keberanian menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah mereka. Sisi-sisi inilah yang kerap terabaikan dan jarang diceritakan kepada masyarakat luas.

FIGURA: Upaya Baru Mengenal Tokoh dari Sisi Manusiawi

International Creatives Exchange (ICE) menghadirkan FIGURA sebagai ruang alternatif untuk mendalami perjalanan hidup para tokoh Indonesia. Majalah ini hadir dalam dua format, daring dan cetak, dan mulai diluncurkan pada awal 2026. Menurut Ketua ICE, Atta Ul Karim, FIGURA memberi ruang untuk menelisik sisi lain para pemimpin nasional yang jarang tersorot media utama.

Atta menegaskan pentingnya melihat sejarah seseorang tidak hanya dari hasil akhirnya. “Di balik setiap peran publik, selalu ada perjalanan manusia. Ada keraguan, keputusan sunyi, dan keberanian mengambil tindakan di tengah kebuntuan,” ungkapnya saat peluncuran program FIGURA.

Cerita Nyata dari Dapur Kehidupan

Atta Ul Karim membagikan sebagian kisah pribadinya sebagai gambaran nyata. Ia pernah menjalani masa kecil dengan keterbatasan finansial yang mengharuskannya makan daun mentah sekadar untuk menahan lapar. Pada masa lain, Atta hanya mampu makan menu sayur yang sama setiap hari. “Dulu, sayur favorit saya di rumah adalah okra, sejenis kacang-kacangan yang harganya sangat murah. Lima ribu rupiah sudah dapat satu plastik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa okra menjadi pilihan bukan karena selera, melainkan keterpaksaan. Namun, seiring waktu, rasa suka pada okra justru tumbuh dari kebiasaan tersebut.

Pengalaman semacam ini membuktikan bahwa keberhasilan memiliki akar yang dalam dalam perjuangan sehari-hari. Banyak tokoh publik menyimpan kisah serupa yang tak pernah terekspos di media. Mayoritas publik hanya melihat mereka pada saat sudah meniti karier atau berada di puncak keberhasilan.

Misi Edukasi dan Refleksi Lewat Cerita

Program FIGURA merupakan pengembangan dari program Tutur Bangsa, salah satu dari delapan inisiatif ICE yang didedikasikan untuk membangun kesadaran, wawasan, dan refleksi kebangsaan. Inti dari FIGURA adalah menghadirkan kekuatan cerita, agar pengalaman para figur nasional menjadi bahan belajar dan inspirasi publik, khususnya generasi muda.

Melalui kekuatan narasi, FIGURA ingin:

  1. Memperkenalkan sisi manusiawi tokoh yang selama ini tersembunyi.
  2. Mendekatkan pemimpin kepada publik lewat kisah nyata dan empati.
  3. Menumbuhkan motivasi bahwa setiap keberhasilan selalu diawali proses panjang.
  4. Menanamkan nilai ketangguhan dan kejujuran dalam meniti hidup.
  5. Mengajak publik untuk lebih kritis dan reflektif dalam menilai figur idola.

Transformasi Cara Kita Mengenal Pahlawan

Narasi yang diusung FIGURA menjadi langkah berbeda dalam upaya dokumentasi sejarah hidup para tokoh nasional. Selama ini, masyarakat lebih banyak disuguhi kisah berdasarkan pencapaian akhir seperti jabatan, gelar, atau penghargaan. Namun, sisi-sisi perjuangan batin dan titik balik jarang mendapat ruang.

FIGURA menawarkan pendekatan berbasis storytelling dan kekuatan karya tulis, seperti cerita masa kecil yang kelam atau keputusan besar dalam sunyi yang justru menjadi titik balik kehidupan seorang tokoh. Inisiatif ini berangkat dari keyakinan bahwa kisah manusiawi lebih relevan dijadikan inspirasi.

Bentang Program dan Dampaknya bagi Publik

Sebagai bagian dari misi ICE, FIGURA diarahkan menjadi sumber wawasan reflektif yang bisa dinikmati semua kalangan. Format daring dan cetak diharapkan menjangkau audiens lebih luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Dengan hadirnya FIGURA, publik kini memiliki sarana baru untuk mengenal para tokoh bangsa dari sudut pandang yang lebih dekat dan personal. Setiap kisah perjuangan, kegagalan, hingga kemenangan mereka dapat menginspirasi, membangun semangat, serta meningkatkan rasa empati kepada para pemimpin sekaligus memperkuat jati diri bangsa.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button