Diet bebas gluten semakin populer di kalangan masyarakat, terutama karena pengakuan sejumlah selebritas dan atlet yang merasa mendapatkan manfaat dari pola makan ini. Diet ini menghilangkan semua makanan yang mengandung gluten, yaitu protein yang secara alami terdapat dalam gandum dan serealia tertentu.
Gluten sering digunakan dalam proses pengolahan makanan untuk tekstur, pengikat, dan penambah rasa. Oleh karena itu, diet bebas gluten tidak hanya menghindari roti dan pasta biasa, tetapi juga produk tersembunyi seperti saus kedelai, es krim, obat, produk kecantikan, dan suplemen. Namun, diet ini tetap memungkinkan konsumsi makanan alami bebas gluten seperti buah, sayur, daging, telur, nasi, kentang, dan kacang-kacangan.
Apa Itu Diet Bebas Gluten?
Diet bebas gluten adalah pola makan yang menjauhi semua sumber gluten untuk mencegah reaksi tubuh terhadap protein ini. Pada praktiknya, diet ini mengutamakan konsumsi bahan makanan utuh yang secara alami tidak mengandung gluten dan produk olahan khusus tanpa gluten. Menurut Dr. Selvi Rajagopal, gluten tidak hanya hadir secara alami dalam gandum, barley, dan rye, tetapi juga sering disisipkan dalam produk makanan olahan.
Selain makanan pokok, gluten juga bisa ada dalam bentuk tersembunyi pada produk yang tidak terduga. Oleh sebab itu, orang yang menjalani diet ini harus cermat membaca label produk makanan dan mengenali bahan-bahan yang mengandung gluten.
Siapa yang Membutuhkan Diet Bebas Gluten?
Diet ini tidak direkomendasikan untuk semua orang. Umumnya, diet bebas gluten diperlukan untuk individu dengan kondisi medis tertentu sebagai berikut:
-
Penyakit Celiac
Penyakit celiac adalah gangguan autoimun serius di mana tubuh menyerang usus halus saat gluten dikonsumsi. Gejala yang timbul meliputi nyeri perut, mual, kembung, dan diare. Penderita harus menghindari gluten seumur hidup agar usus dapat sembuh dan gejala tidak berulang. Bahkan sedikit gluten saja dapat memicu reaksi berbahaya. - Sensitivitas Gluten Non-Celiac
Beberapa orang mengalami reaksi tidak nyaman setelah mengonsumsi gluten, walaupun tidak memiliki penyakit celiac. Kondisi ini disebut sensitivitas gluten non-celiac. Belum ada definisi atau tes pasti untuk mendeteksinya, sehingga diagnosis biasanya melalui proses eliminasi gluten dalam diet. Gejala yang dirasakan orang ini bisa berupa kembung, kelelahan, atau gangguan pencernaan.
Menurut Dr. Rajagopal, penting untuk memastikan bahwa gejala tersebut memang disebabkan oleh gluten. Konsultasi dengan dokter dan ahli gizi perlu dilakukan sebelum memutuskan menjalani diet bebas gluten secara ketat. Pendekatan awal biasanya dengan diet eliminasi dan diet rendah FODMAP yang menghindari berbagai bahan yang bisa memicu iritasi saluran pencernaan, termasuk produk berbasis gandum.
Manfaat dan Risiko Diet Bebas Gluten
Bagi penderita penyakit celiac, diet ini mutlak diperlukan dan sangat bermanfaat. Tapi untuk orang tanpa masalah kesehatan ini, diet bebas gluten belum tentu membawa manfaat signifikan dan bisa jadi menyulitkan jika tidak direncanakan dengan baik.
Risiko utama diet bebas gluten tanpa pengawasan adalah kekurangan gizi tertentu, karena beberapa sumber gandum mengandung vitamin B, zat besi, dan serat. Dr. Rajagopal mengingatkan pentingnya menyusun menu diet yang tetap seimbang dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Cara Menjalani Diet Bebas Gluten yang Tepat
Untuk menjalani diet ini dengan sehat, beberapa langkah berikut disarankan:
- Pilih makanan alami yang tidak mengandung gluten seperti buah, sayur, daging segar, dan telur.
- Gunakan produk olahan khusus bebas gluten yang sudah bersertifikat.
- Hindari makanan olahan tanpa label yang jelas kandungan gluten-nya.
- Konsultasikan dengan ahli gizi agar menu diet tetap seimbang dan mencukupi kebutuhan mikronutrien.
- Perhatikan potensi gluten tersembunyi dalam obat-obatan dan suplemen.
Memahami siapa yang membutuhkan diet bebas gluten dan bagaimana melakukannya secara tepat membantu mengoptimalkan manfaat sambil mengurangi risiko kesehatan. Diet ini ideal untuk penderita penyakit celiac dan mereka yang memiliki sensitivitas gluten yang pasti terdiagnosis. Sedangkan bagi orang lain, konsultasi medis sangat penting untuk mencegah kesalahkaprahan yang mungkin berdampak buruk.
Dengan pendekatan yang tepat, diet bebas gluten menjadi pilihan yang efektif dan aman untuk menjaga kesehatan bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya.
