Antrean Panjang di Sanur: Nikmati Sepiring Cerita Autentik dari Warung Mak Beng

Antrean panjang terlihat jelas di Warung Mak Beng, Sanur, sebuah fenomena yang mencuri perhatian banyak pengunjung di Bali. Warung kecil ini memang telah menjadi magnet wisata kuliner setelah berdiri sejak 1941 dan tetap mempertahankan reputasinya selama lebih dari delapan dekade.

Warung Mak Beng terkenal sebagai spesialis ikan goreng dan sup kepala ikan. Lokasinya yang sederhana dan ukuran yang tidak besar tidak mengurangi ketertarikan para wisatawan lokal dan mancanegara. Banyak orang rela menunggu hingga dua jam untuk menikmati hidangan yang disajikan.

Para pengunjung biasanya diberikan nomor antrean oleh pelayan saat tiba. Antrean ini tidak hanya menunjukkan kualitas rasa, tapi juga pengalaman kuliner yang unik. Hampir semua pengunjung menyaksikan antrean yang tidak pernah surut, bahkan saat hujan turun.

Menu utama Warung Mak Beng sangat sederhana. Satu paket yang paling diminati terdiri dari nasi putih, sepotong ikan goreng, dan sup kepala ikan dengan harga sekitar Rp55.000. Minuman dijual terpisah dengan harga berkisar Rp20.000 hingga Rp50.000. Es batu tambahan juga dijual seharga Rp2.000 per porsi.

Tekstur ikan goreng yang renyah di luar dan empuk di dalam, tanpa bau amis, menjadi daya tarik utama. Nasi hangat yang menyatu dengan ikan dan sambal pedas khas melengkapi kesempurnaan rasa. Sambal tersebut terkenal dengan rasa pedas yang menggigit, menjadi favorit para pecinta makanan pedas.

Sup kepala ikan hadir dengan rasa gurih yang menenangkan, menawarkan kelengkapan menu bagi pengunjung. Meskipun porsinya sederhana, rasa dari sup tersebut membuat pengalaman makan menjadi berkesan. Bagi banyak orang, seporsi ikan goreng dan nasi sudah cukup untuk merasa kenyang.

Pendirian Warung Mak Beng diawali oleh Ni Ketut Tjuki atau yang akrab dipanggil Mak Beng. Sambal super pedas ternyata merupakan hasil kreasi mertuanya. Sementara menu sup kepala ikan lahir dari kolaborasi gagasan Mak Beng dengan suaminya, I Putu Gede Wirya.

Popularitas warung ini semakin melejit setelah masuk dalam daftar restoran legendaris dunia versi TasteAtlas pada tahun 2023. Warung Mak Beng menempati peringkat ketiga dalam daftar tersebut. Survei TasteAtlas pada tahun 2026 juga memberikan nilai tinggi, yaitu 4,6 dari 5, kepada warung ini.

Pengalaman makan di Warung Mak Beng memang menghadirkan lebih dari sekedar kuliner. Antrean panjang menjadi bukti betapa tempat ini bukan hanya tentang makanan, tapi juga budaya dan cerita yang melekat erat pada warung kecil di Sanur itu.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan di Warung Mak Beng, disarankan datang pagi atau siap menunggu dengan sabar. Antrean yang panjang menunjukkan betapa destinasi kuliner ini menjadi ikon di Bali yang patut dicicipi.

Sanur dengan Warung Mak Beng seolah mengajarkan bahwa keaslian rasa dan cerita di balik makanan menjadi daya tarik utama bagi turis dan warga lokal. Keunikan ini juga mencerminkan kekayaan budaya kuliner yang tersimpan di setiap sudut Bali.

Antrean panjang bukan lagi halangan, melainkan bagian dari pengalaman menikmati sepiring ikan goreng dan sup kepala ikan dengan cita rasa legendaris. Warung Mak Beng membuktikan, kesederhanaan menu bisa menghasilkan pengalaman yang luar biasa dan berkesan.

Baca selengkapnya di: yoursay.suara.com

Berita Terkait

Back to top button