5 Kesalahan Desain Bangunan yang Sering Terjadi dan Memicu Bahaya di Area Perkotaan

Hidup di kota besar berarti sering berinteraksi dengan gedung bertingkat yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, dibalik kemegahan dan modernitas, ada potensi risiko kecelakaan yang muncul akibat kesalahan desain gedung yang kurang diperhatikan.

Kasus pecahan kaca jatuh dari lantai 46 Gedung The City Center Batavia di Jakarta Pusat pada Juni 2025 menegaskan pentingnya desain gedung yang aman. Korban mengalami luka serius dan kerusakan kendaraan, yang kemudian memicu laporan kepolisian terkait kelalaian pengelola gedung.

1. Fokus Berlebihan pada Estetika

Banyak gedung modern menempatkan kaca sebagai elemen utama untuk menampilkan kesan futuristik. Namun, prioritas pada penampilan ini sering mengabaikan ketahanan material terhadap cuaca ekstrem dan tekanan angin. Tanpa desain yang adaptif, fasad kaca berpotensi menjadi bahaya, seperti yang terlihat pada insiden kaca jatuh di TCC Tower.

2. Mengabaikan Keamanan Area Bawah Gedung

Area bawah gedung seperti jalur pejalan kaki dan parkiran kerap dipandang sepele dalam desain. Padahal, area ini menjadi titik aktivitas tinggi dan sangat rentan terhadap risiko kecelakaan. Penempatan kanopi pelindung dan pengaturan jalur pejalan kaki yang aman perlu menjadi prioritas untuk mencegah bahaya jatuhnya material dari atas.

3. Parkir Minim Perlindungan Struktural

Parkiran yang sering berada tepat di bawah struktur utama gedung memerlukan perlindungan lebih. Desain yang kurang memperhatikan aspek keamanan di area ini dapat berakibat fatal jika terjadi kegagalan material. Pencahayaan cukup dan jalur evakuasi jelas juga sangat penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan.

4. Sulitnya Inspeksi dan Perawatan Rutin

Sebagian desain modern justru menghambat proses inspeksi dan perawatan gedung. Ketidakmudahan akses untuk pemeriksaan membuka peluang kerusakan tersembunyi yang bisa berkembang menjadi bahaya serius. Desain yang ramah inspeksi memungkinkan pengelola melakukan perawatan preventif dan mengurangi risiko kecelakaan.

5. Mengabaikan Perspektif Pengguna Ruang Publik

Seringkali, pembangunan gedung hanya berfokus pada fungsi bisnis dan aspek visual tanpa memperhatikan kebutuhan pengguna. Rasa aman, visibilitas, dan kenyamanan pengguna seperti pejalan kaki harus menjadi pertimbangan utama desain. Pendekatan yang berorientasi manusia dapat membuat ruang publik lebih aman dan nyaman bagi semua.

Insiden di TCC Tower menggarisbawahi pentingnya desain gedung yang tidak hanya megah, tapi juga mengutamakan keselamatan. Masyarakat perkotaan perlu lebih kritis dan waspada terhadap aspek keselamatan pada bangunan publik yang sering mereka gunakan dan lewati. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga hasil dari desain dan pengelolaan gedung yang profesional.

Berita Terkait

Back to top button