6 Jenis Pohon Pepaya Terbaik untuk Ditanam di Rumah, Cepat Berbuah dan Mudah Dirawat

Memilih pohon pepaya yang tepat untuk ditanam di rumah bisa jadi solusi praktis bagi keluarga yang ingin menikmati buah segar kapan saja. Tidak hanya mudah dibudidayakan, beberapa varietas pepaya juga bisa tumbuh optimal di lahan sempit hingga pot besar sehingga cocok untuk pekarangan rumah dengan keterbatasan ruang.

Setiap jenis pepaya menawarkan karakter khas seperti ukuran pohon, besar buah, tekstur dan rasa, hingga keunggulan daya tahan. Mengenali perbedaan masing-masing varietas penting agar dapat menyesuaikan dengan lingkungan rumah dan kebutuhan konsumsi keluarga sehari-hari.

1. Pepaya California

Pepaya California menjadi salah satu pilihan utama masyarakat urban berkat postur tumbuh yang pendek dan mudah dipelihara. Varietas hasil pemuliaan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini ideal untuk halaman rumah. Buahnya berukuran sekitar 0,8–1,5 kg dengan warna daging merah cerah dan rasa manis renyah. Masa panen relatif singkat, yakni sekitar 8–10 bulan setelah tanam. Ukuran pohon sekitar 1,5–2 meter membuatnya aman dan praktis dipetik sendiri di rumah.

2. Pepaya Bangkok

Pepaya Bangkok dikenal sebagai jenis pepaya berukuran jumbo, sangat tepat bagi keluarga besar. Berat buahnya antara 2–4 kg dengan daging tebal dan manis, meski teksturnya agak kasar. Tanaman ini bisa tumbuh tinggi sehingga membutuhkan pekarangan cukup luas. Masa panen biasanya berkisar 9–11 bulan. Jika menanam pepaya Bangkok, pastikan lahan mencukupi agar akar dan batang tidak saling berebut ruang.

3. Pepaya Hawai

Untuk rumah dengan lahan terbatas, pepaya Hawai layak dipertimbangkan. Ukuran buahnya terbilang kecil, hanya 300–500 gram sehingga praktis dijadikan porsi sekali makan. Buahnya berbentuk bulat atau oval, dengan tekstur lembut dan cita rasa sangat manis. Pepaya Hawai sudah bisa dipanen dalam waktu 7–9 bulan, dan dapat ditanam di pot besar atau planter bag, sesuai tren urban farming beberapa tahun terakhir.

4. Pepaya Calina IPB-9

Pepaya Calina IPB-9 merupakan pengembangan lebih lanjut dari pepaya California. Keunggulannya terletak pada kulit buah yang lebih tebal, membuat buah tidak mudah rusak saat dipanen dan punya daya simpan lebih panjang. Kadar kemanisan daging buahnya tinggi sehingga sangat digemari. Produktivitas pohonnya juga stabil dalam jangka waktu yang lama. Cocok untuk kebutuhan rumah tangga hingga untuk dibagikan ke tetangga.

5. Pepaya Jingga

Pepaya Jingga mulai naik pamor dalam beberapa tahun terakhir berkat penampilan warnanya yang unik. Daging buah berwarna jingga kemerahan dan tekstur lembut, rasanya manis segar. Ciri khas lain dari pepaya ini adalah aromanya yang lebih harum dibanding varietas lain. Berat buah biasanya sedang, cocok bagi keluarga dengan anggota sedang-sedang saja. Pepaya Jingga sudah bisa mulai dipetik pada usia 8–10 bulan.

6. Pepaya Red Lady

Pepaya Red Lady diminati karena sifatnya hibrida unggulan yang sangat tahan serangan penyakit. Tanaman ini direkomendasikan untuk pemula karena pertumbuhan dan pembuahannya sangat cepat. Red Lady mulai berbunga di usia muda dan bisa dipanen dalam 6–8 bulan saja. Buahnya berciri warna merah dan aroma harum, menghasilkan panen yang seragam dari satu pohon dengan kualitas stabil. Sifat ini menguntungkan bagi yang ingin berkebun skala kecil tanpa pengalaman panjang.

Tabel Perbandingan 6 Jenis Pepaya untuk Rumah

Jenis Pepaya Waktu Panen Berat Buah Cocok untuk Keunggulan
California 8–10 bulan 0,8–1,5 kg Lahan terbatas Ukuran kompak, rasa manis
Bangkok 9–11 bulan 2–4 kg Pekarangan luas Buah besar, produktif
Hawai 7–9 bulan 300–500 gram Pot besar/taman kecil Buah kecil, praktis
Calina IPB-9 8–10 bulan ±1,5 kg Rumah & distribusi Daya simpan panjang, manis
Jingga 8–10 bulan Sedang Pekarangan rumah Warna unik, aroma khas
Red Lady 6–8 bulan ±1 kg Pemula Tahan penyakit, panen cepat

Data di atas berdasarkan informasi unggulan dari Rumah123.com serta referensi dari IPB dan praktisi pertanian buah tropis. Budidaya pepaya tidak membutuhkan teknik khusus, hanya perlu lahan dengan paparan matahari optimal dan drainase tanah baik. Hasil panen pepaya tidak hanya dimanfaatkan sebagai buah segar, namun bisa juga diolah menjadi minuman, makanan, hingga memanfaatkan daun mudanya sebagai sayuran. Dengan mempertimbangkan karakter tiap varietas, tentu Anda dapat memilih jenis pepaya yang paling pas untuk mendukung kebutuhan nutrisi keluarga secara praktis, alami, dan ekonomis.

Berita Terkait

Back to top button