5 Alasan Sarapan Manis Bikin Energi dan Mood Naik, Cocok untuk Awali Hari!

Ingin mengonsumsi makanan manis saat sarapan adalah pengalaman umum yang dialami banyak orang. Keinginan ini tidak sekadar masalah selera, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor fisiologis dan psikologis. Memahami alasan dibalik ngidam tersebut dapat membantu mengatur pola makan pagi yang lebih sehat dan seimbang.

Berikut ini lima alasan utama mengapa kamu cenderung ingin makanan manis saat sarapan.

1. Terbiasa Mengonsumsi Makanan Manis

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis di pagi hari dapat membentuk semacam ketergantungan. Gula memicu otak melepaskan dopamin, zat kimia yang memberikan rasa senang. Semakin sering kamu menikmati makanan manis saat sarapan, otak semakin mengasosiasikan makanan tersebut dengan kepuasan, sehingga mendorong keinginan mengulanginya keesokan hari.

2. Gula Darah yang Rendah Setelah Tidur

Saat tidur, tubuh tidak memperoleh asupan makanan selama beberapa jam. Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah menurun saat pagi hari. Gula darah rendah memicu rasa lapar dan mendorong tubuh mencari sumber energi instan, seperti makanan manis maupun karbohidrat olahan, agar energi cepat pulih dan aktivitas pagi dapat berjalan lancar.

3. Stres dan Tekanan Psikologis

Stres karena rutinitas padat atau tekanan kerja dapat meningkatkan nafsu makan terhadap makanan manis pada pagi hari. Hal ini terjadi karena hormon kortisol yang dilepaskan saat stres mendorong keinginan mengonsumsi zat yang cepat menghasilkan energi. Makanan manis juga merangsang rasa senang di otak, membantu meredakan kecemasan sementara, fenomena yang dikenal sebagai stress eating.

4. Kurangnya Asupan Protein dan Serat

Protein dan serat berperan penting dalam menjaga rasa kenyang dan menstabilkan kadar gula darah. Jika kamu tidak cukup mengonsumsi keduanya saat sarapan, tubuh lebih cepat merasa lapar kembali. Kondisi ini membuat tubuh mencari sumber energi cepat yang mudah didapat, yaitu makanan manis. Padahal, mengonsumsi protein dan serat cukup di pagi hari dapat mencegah ngidam gula berlebih.

5. Kurang Tidur Mengganggu Sistem Hormonal

Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tapi juga mengacaukan hormon yang mengatur nafsu makan. Kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan kadar hormon leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang pada otak. Akibatnya, kamu cenderung makan lebih banyak, termasuk mengonsumsi makanan manis saat sarapan. Selain itu, kurang tidur meningkatkan dorongan otak untuk mencari sumber energi mudah dan cepat seperti gula.

Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu mengontrol keinginan mengonsumsi makanan manis di pagi hari. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperbaiki pola tidur dan memilih makanan sarapan yang kaya protein serta serat. Ini bisa membantu menstabilkan gula darah dan mengurangi rasa lapar berlebihan.

Selain itu, manajemen stres juga berperan penting. Mengurangi tekanan psikis melalui teknik relaksasi atau aktivitas fisik dapat mengurangi nafsu makan manis yang timbul akibat hormon stres. Meskipun makanan manis dapat memberikan energi cepat, konsumsi berlebihan tanpa kontrol dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Dengan mengenali penyebab ngidam makanan manis saat sarapan, kamu dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga pola makan dan kesehatan tubuh lebih optimal. Selalu perhatikan kebutuhan nutrisi serta kondisi fisik agar sarapan menjadi momen yang menyenangkan sekaligus mendukung produktivitas sepanjang hari.

Exit mobile version