5 Kelompok Orang yang Perlu Batasi Konsumsi Telur untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Telur dikenal sebagai sumber protein yang kaya dan mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin B kompleks, zat besi, dan antioksidan. Nutrisi ini bermanfaat untuk menyehatkan mata, meningkatkan daya ingat, serta mendukung kesehatan tulang. Namun, meskipun telur memberikan banyak manfaat, tidak semua orang dianjurkan mengonsumsinya dalam jumlah bebas.

Beberapa kondisi kesehatan tertentu membuat konsumsi telur harus dibatasi agar tidak memperparah kondisi tubuh. Berikut ini adalah lima kelompok orang yang sebaiknya membatasi asupan telur demi menjaga kesehatan mereka.

1. Penderita Alergi Telur
Orang yang alergi telur sebaiknya tidak mengonsumsi telur dalam bentuk apa pun. Alergi terhadap telur dapat menyebabkan reaksi serius seperti gatal-gatal, gangguan pernapasan, bahkan anafilaksis yang mengancam nyawa. Sebagai alternatif protein, penderita alergi dapat memilih sumber lain seperti ikan tuna, salmon, daging ayam atau sapi, dan udang yang aman dikonsumsi.

2. Penderita Sirosis Hati
Sirosis hati terjadi akibat kerusakan jaringan hati yang mengganggu fungsi organ vital ini. Pada kondisi tersebut, hati harus bekerja ekstra untuk memproses makanan yang masuk, termasuk telur. Konsumsi telur dalam jumlah banyak dapat memperberat beban kerja hati dan memperburuk kondisi pasie sirosis. Oleh karena itu, sebaiknya penderita sirosis hati mengurangi asupan telur dan berkonsultasi dengan dokter untuk pola makan yang tepat.

3. Penderita Kolesterol Tinggi
Kuning telur mengandung kolesterol sekitar 185 miligram per butir. Hal ini berdampak bagi orang dengan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Kelebihan kolesterol dapat membentuk plak di arteri sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung. Menurut Times of India, penderita kolesterol tinggi disarankan membatasi konsumsi telur, terutama bagian kuningnya, untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

4. Penderita Diabetes Tipe 2
Orang dengan diabetes tipe 2 perlu mengelola pola makan secara ketat agar gula darah dan risiko komplikasi dapat dikendalikan. Telur, khususnya bagian kuning, mengandung kolesterol tinggi yang dapat memengaruhi kesehatan jantung penderita diabetes. Sebagai alternatif, konsumsi putih telur yang rendah lemak dapat dipilih karena tetap memberikan nutrisi tanpa menambah risiko kolesterol. Langkah ini membantu menjaga kadar gula darah tetap normal.

5. Penderita Asam Urat
Kuning telur mengandung purin, zat yang dapat memicu kambuhnya penyakit asam urat dan menyebabkan radang sendi. Penderita asam urat disarankan membatasi konsumsi telur dan juga makanan tinggi purin lainnya seperti daging merah dan makanan laut. Pengurangan asupan purin ini penting agar gejala asam urat tidak memburuk dan menjaga kualitas hidup penderita.

Telur memang kaya manfaat, tetapi bagi kelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu di atas, konsumsi telur harus lebih diperhatikan. Pilihan alternatif sumber protein yang sehat dan tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa membahayakan kesehatan. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi konsumsi telur yang sesuai kondisi tubuh masing-masing.

Berita Terkait

Back to top button