Kesehatan mental sangat penting untuk menjalani kehidupan yang berkualitas. Namun, kebiasaan sehari-hari yang tidak disadari sering kali menjadi pemicu masalah mental. Agar keseimbangan mental tetap terjaga, ada beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari dan diperbaiki.
Pada tahun 2026, perubahan kecil dalam gaya hidup dapat berpengaruh besar pada kesehatan mental. Berikut delapan kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan demi menjaga kesehatan psikologis tetap stabil dan optimal.
1. Kurang Tidur
Tidur yang cukup penting untuk memulihkan energi dan fungsi otak. Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan kognitif dan meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Idealnya, tidur selama 7-8 jam setiap malam membantu fokus dan kebugaran sepanjang hari.
2. Overthinking
Memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat menimbulkan stres dan kelelahan mental. Overthinking terkait masa lalu atau hal yang belum terjadi menguras energi. Teknik seperti jurnaling dapat membantu mengelola pikiran negatif agar tidak berkembang menjadi masalah berat.
3. Multitasking
Meski terlihat produktif, mengerjakan banyak hal bersamaan membuat fokus otak terpecah. Multitasking justru meningkatkan stres, menurunkan konsentrasi, dan mengurangi kreativitas. Disarankan menyelesaikan tugas satu per satu dengan prioritas agar hasil lebih maksimal.
4. Terlalu Lama Scrolling Sosial Media
Menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial tanpa tujuan jelas dapat memicu kecemasan dan rasa tidak puas diri. Paparan konten yang menampilkan kegembiraan orang lain tanpa konteks bisa menimbulkan rasa iri dan depresi. Batasi waktu penggunaan dan sadar akan tujuan ketika mengakses media sosial.
5. Pola Makan Buruk
Konsumsi gula berlebih, kurang serat, dan asupan yang tidak seimbang dapat memengaruhi hormon pengatur stres. Pola makan yang buruk berkontribusi pada pengacauan fokus dan suasana hati. Mengedepankan makanan alami dan hidrasi cukup membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.
6. Malas Bergerak
Kurangnya aktivitas fisik meningkatkan hormon stres kortisol sehingga menyebabkan kecemasan dan kelelahan emosional. Rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki 15-30 menit dapat merangsang hormon endorfin yang memperbaiki suasana hati. Aktivitas fisik sederhana sangat efektif menjaga keseimbangan mental.
7. Menyembunyikan Perasaan
Memendam perasaan dapat memicu kelelahan emosional dan burnout. Tidak mengungkapkan emosi berisiko menimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi. Mengakui perasaan dan mencari dukungan sosial atau profesional penting untuk mengelola kesehatan mental.
8. Suka Menunda Pekerjaan
Menunda pekerjaan menimbulkan stres yang berkepanjangan dan menguras tenaga. Kebiasaan ini memperburuk fokus dan membuat kualitas pekerjaan menurun. Teknik time blocking, menata ruang kerja, dan membatasi distraksi dapat membantu meningkatkan disiplin dan produktivitas.
Menghindari kebiasaan buruk ini bukan hal yang mudah tapi sangat penting untuk kesehatan mental yang lebih baik. Melakukan perubahan sedikit demi sedikit juga sudah membawa dampak positif dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih sehat secara fisik dan psikologis. Menjaga kesehatan mental harus dimulai dari pengelolaan kebiasaan hari ke hari agar energi dan fokus tetap optimal.
