
Konsumsi gula yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kenaikan berat badan dan risiko diabetes. Studi dan pendapat para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa konsumsi gula tinggi juga berpotensi melemahkan tulang secara signifikan. Hal ini disebabkan pengaruh gula pada proses metabolisme kalsium dan vitamin D yang sangat penting bagi kesehatan tulang.
Dr. Pamela Mehta, seorang ahli bedah ortopedi, menyatakan bahwa pola makan yang tinggi gula dan makanan olahan dapat melemahkan tulang seiring waktu. Pernyataan serupa disampaikan oleh Dr. Jeremy Smith yang menambahkan bahwa konsentrasi gula yang tinggi dapat menyebabkan hilangnya kalsium yang diperlukan bagi kepadatan tulang. Dengan kata lain, konsumsi gula berlebih dapat memicu tubuh kehilangan mineral tulang vital secara berkelanjutan.
Bagaimana Konsumsi Gula Tinggi Memengaruhi Tulang?
Menurut Kezia Joy, RDN dari Welzo, konsumsi gula dalam jumlah banyak meningkatkan ekskresi kalsium lewat urin. Kondisi ini berarti tubuh kehilangan kalsium yang harusnya digunakan untuk mempertahankan kekuatan tulang. Selain itu, lonjakan gula darah yang sering terjadi juga dapat mengganggu fungsi vitamin D, yang berperan penting dalam penyerapan kalsium dari makanan.
Vitamin D sangat penting dalam regulasi pembentukan dan pemeliharaan tulang. Gangguan pada vitamin D membuat proses penyerapan kalsium menjadi kurang optimal sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan rentan patah. Kelebihan gula juga dapat menjadikan tubuh mengalami peradangan kronis tingkat rendah, yang berdampak negatif pada proses pembentukan ulang jaringan tulang.
Risiko Peradangan dan Kepadatan Tulang
Peradangan yang terjadi akibat pola makan tinggi gula menimbulkan gangguan mekanisme pembentukan sel-sel tulang baru. Hal ini memperlambat regenerasi tulang dan sekaligus mempermudah kerusakan struktur tulang. Dengan berjalannya waktu, pola konsumsi tinggi gula dapat mengurangi kepadatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang.
Kondisi ini menjadi perhatian utama karena tulang yang sehat membutuhkan asupan nutrisi seimbang, terutama kalsium dan vitamin D, yang fungsinya bisa terganggu oleh gula berlebih. Oleh sebab itu, menjaga konsumsi gula agar tidak berlebihan sangat disarankan untuk mendukung kesehatan tulang jangka panjang.
Batasan Konsumsi Gula Harian yang Dianjurkan
American Heart Association merekomendasikan batas konsumsi gula tambahan tidak lebih dari 6% dari total kalori harian. Pria disarankan membatasi asupan gula tambahan sekitar 9 sendok teh atau 36 gram per hari. Sementara wanita sebaiknya membatasi sekitar 6 sendok teh atau 25 gram.
Gula tambahan berbeda dari gula alami yang terkandung dalam buah. Gula tambahan biasanya ditambahkan selama proses produksi makanan dan minuman, sehingga label kemasan sering mencantumkan berbagai jenis gula dengan nama berbeda seperti sirup tebu, sukrosa, dekstrosa, dan glukosa. Konsumen perlu berhati-hati dan lebih cermat membaca label untuk mengenali kandungan gula tersembunyi.
Tips Mengelola Asupan Gula untuk Kesehatan Tulang
- Batasi konsumsi makanan dan minuman olahan tinggi gula, seperti minuman bersoda, permen, dan kue manis.
- Pilih makanan alami dan segar yang kaya vitamin D dan kalsium, seperti ikan salmon, susu, dan sayuran hijau.
- Perhatikan label nutrisi pada produk kemasan untuk mengenali kandungan gula tambahan tersembunyi.
- Gantikan camilan manis dengan buah-buahan segar yang menyediakan gula alami dan serat.
- Rutin berolahraga untuk membantu meningkatkan kepadatan tulang dan mengelola kadar gula darah.
Memahami hubungan antara konsumsi gula dan kesehatan tulang penting agar kita dapat mengelola pola makan secara bijak. Konsumsi gula secara moderat dan seimbang sangat dianjurkan agar tulang tetap kuat dan risiko gangguan tulang dapat diminimalkan. Menjaga keseimbangan asupan nutrisi membantu mempertahankan vitalitas tulang sepanjang hidup dan mengurangi risiko penyakit tulang kronis di masa depan.





