Artis Hollywood Protes di Red Carpet Golden Globes 2026: Aksi dan Pesan Penting

Sejumlah artis Hollywood melakukan aksi protes di red carpet Golden Globes Awards 2026. Mereka mengenakan pin bertuliskan "BE GOOD" dan "ICE OUT" sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kekerasan oleh United States Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Aksi ini dipicu oleh kasus penembakan Renee Good, seorang ibu tiga anak, yang meninggal ditembak petugas ICE saat mengantarkan anaknya ke sekolah di Minneapolis. Kasus ini memunculkan kontroversi karena saksi mata dan rekaman video menunjukkan bahwa Good tidak mengancam keselamatan petugas, meskipun petugas mengklaim tindakan tersebut sebagai pembelaan diri. Penyidikan FBI terhadap insiden ini masih berlangsung, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela tindakan petugas ICE.

Latar Belakang Protes di Golden Globes 2026

Kematian Renee Good bukanlah kasus pertama yang melibatkan kekerasan petugas ICE terhadap warga sipil. Tahun sebelumnya, Keith Porter juga tewas ditembak oleh petugas ICE di Los Angeles. Kasus-kasus ini memantik kecaman publik luas yang kemudian dibarengi oleh dukungan dari kalangan selebritas. Dalam Golden Globes ke-83 pada 11 Januari 2025, sejumlah artis mulai menyuarakan protes dengan menggunakan simbol-simbol kampanye.

Untuk tahun 2026, aksi protes kembali menggaung dengan lebih kuat. Pin-pin bertuliskan “BE GOOD” dan “ICE OUT” dipakai para selebritas mengenakan busana formal pada acara bergengsi itu. Pin kampanye muncul atas inisiatif Stamp dan Jess Morales Rocketto, direktur eksekutif kelompok advokasi Latino, Maremoto. Menurut Stamp, kampanye ini bertujuan memanfaatkan momentum acara yang menarik jutaan penonton untuk mengangkat isu ketidakadilan sosial.

Para Artis Pendukung Kampanye

Berbagai nama besar Hollywood turut mendukung kampanye ini, termasuk Mark Ruffalo, Natasha Lyonne, Wanda Sykes, dan Jean Smart. Mereka ingin menyampaikan pesan kemanusiaan dan keadilan melalui simbol kecil yang dipakai di red carpet. Dewan pendukung kampanye, seperti Maremoto, Move On, National Domestic Workers Alliance, dan Working Families Power, juga terlibat aktif dalam mengampanyekan gerakan tersebut.

Mark Ruffalo pun menyuarakan keprihatinannya lewat media sosial. Dalam unggahan Instagramnya, ia menulis bahwa warga Amerika tewas akibat kekerasan oleh ICE dan mengajak publik untuk berbuat baik dan menghentikan kekerasan tersebut. Ia menegaskan bahwa melawan kekerasan ini adalah tanggung jawab semua orang yang peduli pada hak asasi manusia.

Makna Politik dan Sosial dari Kampanye di Red Carpet

Aksi protes para selebritas ini menunjukkan bahwa ajang penghargaan yang identik dengan kemewahan dan glamor dapat berubah menjadi panggung penyampaian pesan sosial yang kuat. Mereka membuktikan bahwa dunia hiburan tidak hanya soal popularitas dan karya seni, tapi juga dapat menjadi medium perubahan sosial.

Penggunaan pin sebagai simbol kampanye sangat efektif karena mudah terlihat dan menyentuh audiens luas. Selain itu, dukungan selebritas dengan pengaruh besar memperkuat pesan tersebut agar mendapat perhatian global. Kampanye “BE GOOD” mengingatkan perlunya rasa kemanusiaan, kepedulian sosial, dan solidaritas antar sesama sebagai wujud nyata menghadapi insiden tragis yang terjadi.

Langkah-Langkah Kampanye dan Protes

Berikut ini beberapa langkah penting yang dilakukan dalam aksi protes di Golden Globes 2026:

  1. Kampanye sosial mulai dirancang dan diorganisasi oleh kelompok advokasi Maremoto.
  2. Penyebaran ide dan simbol “BE GOOD” kepada para selebriti dan influencer beberapa hari sebelum acara.
  3. Penggunaan pin sebagai media ekspresi protes di red carpet acara Golden Globes.
  4. Penyampaian pesan melalui media sosial oleh artis pendukung seperti Mark Ruffalo.
  5. Dukungan dari sejumlah lembaga organisasi sosial dan advokasi berdasarkan nilai kemanusiaan.

Dengan kampanye ini, para artis Hollywood sekaligus mengajak publik dan pemerintah untuk memperhatikan isu kekerasan aparat pemerintah terkait imigrasi yang berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Aksi protes di Golden Globes 2026 membuka kembali perbincangan nasional dan internasional mengenai perlakuan aparat terhadap warga imigran. Kampanye yang digagas sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat sipil ini berusaha menguatkan suara mereka yang selama ini terpinggirkan dan menjadi korban. Semangat solidaritas dalam dunia hiburan menunjukkan bahwa seni dan aktivisme dapat berjalan beriringan guna mendorong perubahan sosial yang lebih baik.

Berita Terkait

Back to top button