Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam Islam yang memperingati perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke langit. Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam penanggalan Hijriyah dan menjadi hari suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada tahun 2026, peringatan Isra Mikraj jatuh pada tanggal 16 Januari berdasarkan kalender Masehi.
Indonesia menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2024 dan SKB 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026. Libur ini berlaku pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Selain Indonesia, beberapa negara lain juga secara resmi menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional. Berikut adalah empat negara yang mengakui Isra Mikraj sebagai hari libur nasional.
1. Kuwait
Kuwait adalah negara yang pertama kali menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional. Sesuai pengumuman dari The Civil Service Commission Kuwait, tahun 2026, libur nasional Isra Mikraj jatuh pada Minggu, 18 Januari. Meskipun secara kalender Hijriyah peringatan ini terjadi pada Jumat, 16 Januari, pemerintah Kuwait menggeser libur ke hari Minggu karena Jumat dan Sabtu adalah akhir pekan resmi di negara ini. Sebagai negara di Semenanjung Arab, Kuwait memiliki mayoritas penduduk Muslim dengan dominasi Sunni dan sekitar sepertiga beraliran Syiah.
2. Oman
Oman, yang juga berada di kawasan Semenanjung Arab, mengikuti jejak Kuwait dengan menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur. Libur nasional di Oman juga dialihkan menjadi tanggal 18 Januari 2026, mengingat akhir pekan di negara ini juga jatuh pada Jumat dan Sabtu. Mayoritas penduduk Oman beragama Islam dengan aliran Ibadi yang moderat, sebuah cabang yang memiliki kemiripan dalam kepercayaan dan ritual dengan Islam Sunni. Hal ini menunjukkan kekhasan Oman dalam spektrum keislaman dunia.
3. Malaysia
Negara tetangga Indonesia, Malaysia, menerapkan hari libur Isra Mikraj namun hanya pada beberapa negara bagian seperti Kedah, Negeri Sembilan, dan Perlis. Di Malaysia, Isra Mikraj dikenal dengan sebutan Hari Israk dan Miraj. Perayaan di Malaysia umumnya meliputi doa bersama dan ceramah bertema perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, yang serupa dengan praktik di Indonesia. Hal ini menunjukkan kesamaan budaya keagamaan di wilayah Asia Tenggara dalam memperingati momentum Isra Mikraj.
4. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam menetapkan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional sejak lama, jauh sebelum Indonesia mengikutinya. Tahun 2026, libur Isra Mikraj di Brunei jatuh pada tanggal 17 Januari. Pemerintah dan masyarakat setempat merayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti zikir, ceramah, dan doa bersama. Brunei dikenal sebagai negara dengan mayoritas Muslim lebih dari 70 persen dan menerapkan hukum syariat Islam secara ketat pada seluruh aspek kehidupan, baik pemerintahan maupun masyarakatnya.
Penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional di negara-negara tersebut menunjukkan betapa pentingnya peristiwa ini dalam tradisi Islam. Meski jatuh pada tanggal yang sama menurut kalender Hijriyah, tanggal libur nasional bisa berbeda mengikuti kebijakan masing-masing negara, terutama penyesuaian dengan akhir pekan dan kalender nasional.
Selain aspek keagamaan, pengakuan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional juga memperlihatkan bagaimana negara-negara muslim di dunia mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam sistem kepegawaian dan pendidikan melalui penghormatan pada hari besar Islam ini.
Dengan adanya hari libur resmi Isra Mikraj, masyarakat di negara-negara tersebut mendapatkan kesempatan untuk lebih mendalami makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dan memperkuat keimanan mereka. Penetapan ini juga mendukung pelestarian tradisi Islam dan meningkatkan kesadaran umat terhadap nilai-nilai religius.
Ke depan, penetapan hari libur nasional Isra Mikraj mungkin dapat diadopsi oleh negara-negara muslim lainnya sebagai bagian dari pengakuan terhadap momentum penting dalam sejarah Islam. Sementara itu, masyarakat di negara-negara yang telah menetapkannya dapat memanfaatkan hari libur ini untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan terhadap Isra Mikraj sebagai bagian dari identitas agama dan budaya mereka.
