Kontroversi Photobooth GlamBOT: Respon Kasar Operator hingga Drama Jennifer Lopez di Golden Globes

Photobooth GlamBOT tengah menjadi perbincangan hangat setelah viral di media sosial. Photobooth yang biasa tampil di ajang bergengsi seperti Oscars dan Grammy Awards ini mendapat sorotan karena kontroversi perilaku operatornya, Cole Walliser.

GlamBOT dikenal sebagai photobooth mewah yang mampu menangkap momen mengesankan selebritas papan atas Hollywood. Namun, isu muncul ketika seorang perempuan bernama Yinka Animashaun membagikan pengalaman kurang menyenangkan saat mencoba menyewa GlamBOT untuk acara pernikahannya.

Percakapan Email yang Memicu Kontroversi

Pada 18 Januari 2026, Yinka menghubungi Cole melalui email menanyakan ketersediaan dan harga sewa GlamBOT untuk acara pernikahannya. Alih-alih mendapat informasi harga secara langsung, Cole meragukan kemampuan finansial Yinka. Ia menulis, "It is not cheap, if you feel like something like this might be within your budget range, then I am happy to discuss further."

Yinka menegaskan bahwa ia memiliki anggaran cukup, tapi respons Cole tetap skeptis. Bahkan, Cole sempat menyebut harga sewa mulai dari USD 10.000 sampai USD 1 juta dan meminta deposit 10% untuk mengamankan alat tersebut. Ia juga mengkritik Yinka karena dianggap berpura-pura ingin menyewa, meskipun Yinka hanya menanyakan harga.

Reaksi ini memicu kritik dari netizen yang menilai Cole bersikap diskriminatif, terutama karena Yinka berkulit hitam. Yinka sendiri mengaku merasa sakit hati dan kecewa atas perlakuan tersebut dan baru mendapat perhatian luas setelah kisahnya viral melalui akun Pop Crave di platform X (sebelumnya Twitter).

Pengalaman Negatif Klien Lain

Selain Yinka, ada netizen lain yang menyatakan memiliki pengalaman kurang menyenangkan dengan Cole. Salah satu calon klien mendapat balasan bernada meremehkan saat bertanya apakah GlamBOT bisa disewa untuk acara pernikahan. Cole menulis, "Hey dude. I mean you caaaaaaaaaaan but there’s a reason the GlamBOT is only at the Oscars, the Grammys and the Golden Globes," disertai emoji uang.

Komentar tersebut dinilai menunjukkan sikap pilih-pilih atau eksklusif yang berlebihan dari Cole. Hal ini memperkuat kesan bahwa operator GlamBOT membatasi akses layanan hanya untuk kalangan tertentu yang dianggap mampu membayar dan berstatus tinggi.

Kontroversi Melibatkan Jennifer Lopez

Drama GlamBOT tak hanya berkutat pada respon operatornya, tapi juga melibatkan nama Jennifer Lopez (J.Lo). Pada Golden Globes 2026, J.Lo terlihat berjalan cepat dan memberikan respons singkat saat berpose di GlamBOT. Video behind the scene yang beredar memicu tudingan bahwa dia bersikap tidak sopan kepada Cole.

Namun, Cole sendiri membantah sangka tersebut lewat unggahan di Instagram. Ia menjelaskan bahwa J.Lo fokus pada pekerjaannya dan tidak bermaksud menunjukkan sikap kasar. Menurut Cole, suasana yang terburu-buru dan tertutupnya karpet merah menjadi alasan mengapa J.Lo tampak singkat dalam berinteraksi.

Fakta-fakta Penting Mengenai GlamBOT dan Kontroversi

  1. GlamBOT merupakan photobooth eksklusif yang biasa hadir di acara-acara Hollywood bergengsi.
  2. Harga sewa GlamBOT sangat mahal dan dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan dolar AS.
  3. Cole Walliser adalah operator yang juga merancang konsep GlamBOT dan sering berinteraksi dengan calon klien.
  4. Kontroversi bermula dari keraguan Cole terhadap kemampuan calon klien berkulit hitam untuk membayar layanan GlamBOT.
  5. Netizen mengkritik sikap Cole yang dianggap tidak profesional dan diskriminatif.
  6. Jennifer Lopez menjadi sorotan karena dianggap tidak ramah saat berpose di GlamBOT, namun hal tersebut dibantah oleh operator.

GlamBOT memang menghadirkan pengalaman unik dan prestisius bagi penggunanya. Namun, kontroversi yang muncul mengindikasikan perlunya profesionalisme tinggi dan penerimaan yang inklusif dalam layanan ini. Respon terhadap klien harus dijaga agar tidak menimbulkan prasangka atau diskriminasi berbasis ras maupun status ekonomi.

Peristiwa ini juga mengingatkan industri hiburan akan pentingnya sikap dan komunikasi yang baik di balik gemerlapnya panggung. GlamBOT, yang semula menjadi simbol kemewahan dan eksklusivitas, kini menjadi perhatian khalayak dalam konteks etika pelayanan jasa yang wajib diperbaiki. Pengalaman para calon klien yang merasa tidak dihargai harus menjadi pelajaran agar ke depannya semua pihak bisa mendapat perlakuan adil dan profesional.

Berita Terkait

Back to top button