Sungai Tercemar Limbah Pestisida: Waspadai Risiko Kanker, Gangguan Saraf, hingga Rusaknya Ekosistem Hidup di Sekitar Kita!

Kasus pencemaran limbah pestisida di Sungai Cisadane menimbulkan keresahan masyarakat sekitar. Berawal dari kebakaran gudang pestisida di Tangerang Selatan, aliran sungai tersebut tercemar zat kimia berbahaya yang menyebabkan kematian massal ikan di permukaan air.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengimbau warga untuk tidak kontak langsung dengan air sungai, seperti mandi atau mencuci, hingga dinyatakan aman. Warga juga dilarang mengonsumsi ikan atau biota air dari Sungai Cisadane karena risiko kandungan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Risiko Gangguan Saraf dan Penurunan Fungsi Kognitif
Paparan pestisida organoklorin dapat mengganggu sistem saraf pusat. Studi 2024 dalam Jurnal Heliyon menyebutkan paparan ini terkait dengan peningkatan risiko penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Pengaruh pestisida juga meliputi kerusakan sel otak, stres oksidatif, serta gangguan neurologis seperti kejang-kejang. Paparan jangka panjang dapat menurunkan kemampuan berpikir dan daya ingat seseorang.

Risiko Terkena Kanker
Bahan kimia dari pestisida dapat memicu munculnya berbagai kanker. Pestisida mengganggu reseptor hormon estrogen sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.

Herbisida tertentu seperti imazaquin dan imazethapyr juga dikaitkan dengan kanker kandung kemih. Paparan berkepanjangan pada pestisida karsinogen pun dapat menyebabkan kanker hati.

Gangguan Hati
Paparan pestisida terutama yang bersifat karsinogen dapat memicu perlemakan hati (fatty liver). Zat kimia ini menimbulkan stres oksidatif dan merusak metabolisme lemak di hati.

Peradangan kronis akibat kontak jangka panjang juga berkontribusi merusak sel-sel hati. Residu pestisida pada makanan berlemak pun berpotensi menimbulkan risiko gangguan fungsi hati.

Gangguan Reproduksi
Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan JAMA Internal Medicine melaporkan perempuan yang mengonsumsi buah dan sayur non-organik lebih rendah peluang keberhasilan kehamilannya. Pestisida diketahui merusak kualitas sel telur dan sperma.

Selain itu, hormon yang mengatur siklus menstruasi dan kadar gula darah dapat terganggu. Paparan ini juga berisiko menghambat perkembangan janin dan pembentukan sel reproduksi.

Gangguan Pernapasan
Pestisida jenis organofosfat, piretroid, paraquat, dan karbamat meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Anak-anak yang tinggal di sekitar area pertanian sangat rentan mengalami asma dan sesak napas.

Selain asma, paparan kronis dapat menyebabkan batuk berkepanjangan dan iritasi saluran pernapasan. Pada kasus paparan jangka panjang bahkan dapat memicu kanker paru-paru.

Menimbulkan Reaksi Alergi
Tubuh yang terpapar pestisida berpotensi mengembangkan reaksi alergi. Ini dapat berupa iritasi kulit, mata berair, gatal-gatal, hingga bersin-bersin.

Beberapa orang yang sensitif bisa mengalami reaksi berat seperti syok anafilaksis. Gejala lain yang sering muncul adalah rhinitis dan luka terbuka akibat iritasi.

Mengancam Ekosistem Perairan dan Menurunkan Keanekaragaman Hayati
Pencemaran pestisida di badan air mengganggu keseimbangan ekosistem. Studi 2025 di Discover Agriculture menyebutkan bahwa zat kimia ini dapat mengganggu pertumbuhan dan reproduksi organisme air.

Pestisida menumpuk di jaringan hewan air (bioakumulasi) serta terkonsentrasi dalam rantai makanan (biomagnifikasi). Dampak ini berdampak pada populasi dan keseimbangan hayati secara luas.

Mengganggu Kehidupan Satwa Liar
Paparan pestisida bisa meracuni satwa liar hingga menyebabkan kematian. Hewan seperti burung, mamalia, dan amfibi adalah kelompok yang sangat rentan.

Zat yang persisten menyebabkan bioakumulasi dalam kelompok predator dan manusia, yang posisinya tinggi dalam rantai makanan. Akibatnya, kelangsungan hidup predator puncak dan kesehatan manusia juga terancam.

Pencemaran sungai akibat limbah pestisida menghadirkan berbagai risiko serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Harapannya, langkah mitigasi dan pengawasan ketat terhadap limbah berbahaya dapat mencegah bencana serupa di masa depan.

Terkait