Menjaga kesehatan telinga seringkali terabaikan padahal sangat penting agar fungsi pendengaran tetap optimal. Kebiasaan sehari-hari ternyata bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan telinga sehingga perlu diwaspadai dan dihindari.
Berikut adalah lima kebiasaan yang dapat mengganggu fungsi telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran jika dilakukan dalam jangka panjang.
1. Memakai Ear Bud dalam Waktu Lama
Ear bud adalah alat kecil yang ditempelkan langsung di telinga untuk mendengarkan suara. Penggunaan ear bud terus-menerus terutama dengan volume keras dapat merusak fungsi telinga karena tekanan suara yang berlebihan.
Menurut CNN Indonesia, suara keras yang masuk secara terus menerus lewat ear bud bisa menurunkan kualitas pendengaran. Jika penggunaan ear bud ini tidak dikontrol, risiko kerusakan pendengaran akan meningkat.
2. Tidak Menjaga Pola Makan
Asupan nutrisi yang kurang seimbang dapat memengaruhi kesehatan indera pendengaran. Kekurangan vitamin B12, asam folat, dan magnesium berisiko meningkatkan gangguan pendengaran.
Untuk menjaga fungsi telinga, konsumsi makanan seperti pisang, ikan, brokoli, cokelat hitam, dan kacang-kacangan sangat dianjurkan. Makanan ini membantu memperkuat saraf pendengaran dan menjaga kesehatan telinga.
3. Terus Mendengar Suara Keras
Terpapar suara keras dalam waktu lama merupakan penyebab umum gangguan pendengaran. Menurut HaiBunda, suara dengan intensitas di atas 85 desibel selama lebih dari 8 jam dapat merusak sel-sel rambut di dalam telinga.
Sel rambut ini berfungsi mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke otak. Kerusakan pada sel ini menyebabkan penurunan kemampuan mendengar secara permanen.
4. Cara Membersihkan Telinga Kurang Tepat
Penggunaan cotton bud atau benda asing lain untuk membersihkan telinga bisa berisiko infeksi. Infeksi telinga dapat menimbulkan peradangan dan merusak bagian dalam telinga sehingga mengganggu fungsi pendengaran.
Dokter menyarankan membersihkan telinga dengan kain lembut dan air hangat, serta rutin memeriksakan telinga ke dokter THT agar kebersihan telinga tetap terjaga tanpa resiko infeksi.
5. Minum Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol berlebih dapat mengganggu kemampuan otak dalam memahami sinyal dari telinga. Meski satu gelas alkohol tidak langsung merusak, konsumsi yang sering dan berlebihan dapat menurunkan fungsi pendengaran secara bertahap.
Kandungan alkohol memengaruhi sistem saraf pusat dan memperlambat proses interpretasi suara, sehingga risiko gangguan pendengaran meningkat seiring waktu.
Selain menghindari kebiasaan buruk tersebut, penting untuk melakukan pengecekan telinga secara rutin pada tenaga kesehatan profesional. Deteksi dini gangguan pendengaran dapat membantu pengobatan lebih awal, sehingga fungsi pendengaran bisa tetap terjaga optimal.
Dengan memahami dan menghindari kebiasaan yang merusak telinga, kita dapat menjaga indera pendengaran tetap sehat dan berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
