Fluktuasi Gula Darah dan Dehidrasi Membunuh Energi, Kenali Penyebab Sebenarnya Kelelahan Saat Puasa Agar Produktif Sepanjang Hari

Saat berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini sering membuat banyak orang merasa mudah lelah meski aktivitasnya tidak terlalu berat.

Kelelahan saat puasa bukan hanya disebabkan oleh rasa lapar. Ada beberapa faktor lain yang berperan dan bisa membuat energi tubuh cepat habis.

1. Fluktuasi Gula Darah yang Tidak Stabil
Konsumsi makanan tinggi gula sederhana saat sahur atau berbuka dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Setelah itu terjadi penurunan drastis kadar gula darah yang memicu rasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi.

Menurut jurnal Nutrition Reviews (2020), perubahan kadar gula darah yang tajam ini mengganggu kestabilan energi sehingga tubuh merasa mudah capek. Oleh sebab itu, dianjurkan memilih makanan sahur yang mengandung karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama.

2. Kurangnya Hidrasi Tubuh
Dehidrasi ringan sebesar 1–2% dari berat tubuh dapat mengurangi fungsi kognitif dan meningkatkan rasa lelah, seperti disampaikan dalam Journal of Nutrition (2019). Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat tambahan cairan dan tetap kehilangan air lewat keringat serta pernapasan.

Kebutuhan asupan cairan saat berbuka dan sebelum sahur sangat vital untuk menjaga keseimbangan hidrasi. Minum air putih yang cukup membantu menjaga energi tetap optimal sepanjang hari.

3. Pola Tidur yang Berubah
Waktu tidur bergeser karena sahur dan aktivitas malam saat Ramadan dapat mengganggu kualitas tidur. Menurut Sleep Health Journal (2021), perubahan ritme tidur menurunkan proses pemulihan tubuh meski durasi tidur cukup. Kondisi ini membuat seseorang bangun dengan perasaan kurang segar dan cepat lelah.

Memperbaiki rutinitas tidur, dengan mengupayakan tidur berkualitas di malam hari dan tidur siang singkat bisa membantu mengurangi kelelahan.

4. Aktivitas Mental yang Tetap Tinggi
Meski energi menurun, tuntutan pekerjaan dan aktivitas pikiran tidak selalu berkurang saat puasa. Studi di Journal of Occupational Health Psychology (2018) mengungkapkan beban mental yang berat dapat meningkatkan rasa lelah meski aktivitas fisik ringan.

Oleh karena itu, memberikan jeda waktu istirahat yang cukup bagi otak juga penting untuk mengurangi keletihan mental selama berpuasa.

5. Kurangnya Asupan Nutrisi Seimbang
Komposisi makanan saat sahur dan berbuka sangat memengaruhi ketersediaan energi tubuh. Journal of Clinical Nutrition (2020) menyebutkan kekurangan protein, zat besi, dan vitamin B dapat menurunkan energi secara signifikan.

Sahur yang hanya mengandalkan karbohidrat sederhana tanpa dilengkapi nutrisi seimbang cenderung membuat energi cepat habis, sehingga tubuh mudah lemas saat menjalani puasa.


Energi tubuh yang stabil selama puasa sangat dipengaruhi oleh pola makan, hidrasi, pola tidur, dan pengaturan aktivitas mental. Menjaga kestabilan gula darah dengan makanan bergizi, cukup minum air putih, tidur cukup, serta mengatur beban pikiran akan membantu mengurangi rasa lelah.

Memahami berbagai penyebab mudah lelah saat puasa ini dapat menjadi langkah awal untuk menyesuaikan gaya hidup selama Ramadan. Dengan demikian, ibadah puasa bisa dilakukan dengan lebih nyaman tanpa menurunkan produktivitas dan kualitas hidup.

Source: www.beautynesia.id
Terkait