
Tren hijab di Indonesia memang selalu berubah dari tahun ke tahun, khususnya menjelang Lebaran. Baru-baru ini, istilah “Kerudung Jahat” ramai jadi perbincangan dan diprediksi akan menjadi fenomena fashion terbesar pada Lebaran 2026 mendatang. Banyak pencari tren baru mulai bertanya-tanya, apa arti “jahat” pada istilah tersebut dan kenapa model ini bisa begitu menonjol?
Nama “Kerudung Jahat” memang terdengar unik dan mengundang rasa penasaran. Namun, istilah ini sama sekali tidak bermakna negatif. Justru, “jahat” di sini merupakan pujian hiperbola dari warganet untuk pashmina yang mampu membuat penampilan semakin menawan hingga bikin pangling. Fenomena ini mencerminkan antusiasme besar kalangan muda khususnya pengguna media sosial terhadap inovasi dalam fashion hijab.
Asal-usul dan Makna Istilah Kerudung Jahat
Popularitas istilah “Kerudung Jahat” berawal dari kreatifitas pengguna TikTok dan Instagram. Banyak warganet terpesona dengan tampilan pashmina yang dinilai “terlalu cantik” hingga dijuluki “jahat” karena efek visualnya yang luar biasa. Penggunaan istilah ini mengikuti bahasa gaul, di mana kata “jahat” biasa digunakan sebagai kode untuk sesuatu yang super memikat dalam dunia kecantikan dan fashion.
Secara umum, model hijab yang disebut “Kerudung Jahat” adalah pashmina panjang yang saat dipakai mampu memberi perubahan dramatis pada tampilan wajah. Tidak sekadar menutupi kepala, namun menonjolkan sisi elegan dan membingkai wajah hingga terlihat lebih tirus dan proporsional.
Karakteristik Bahan Pashmina “Kerudung Jahat”
Tren “Kerudung Jahat” erat kaitannya dengan bahan hijab yang digunakan. Mode ini mengedepankan dua material utama yang sangat populer:
-
Viscose
Memiliki tekstur flowy, jatuh, dan tampak anggun di setiap gerakan pemakainya.
Karakteristik viscose juga ringan, adem, serta tidak cepat lecek sehingga sangat nyaman dipakai saat silaturahmi Lebaran yang panjang. - Ceruty
Tekstur ceruty juga dikenal ringan dan mudah dibentuk.
Kelebihan utama bahan ini adalah hasil lilitannya tidak licin, sehingga model tetap rapi tanpa butuh banyak jarum pentul.
Material pashmina yang lembut dan jatuh mampu menghasilkan efek estetik yang dramatis, namun tetap effortless. Itulah sebabnya, hijab berbahan viscose dan ceruty jadi pilihan utama para hijabers yang ingin mengikuti tren ini.
Teknik Pemakaian Kerudung Jahat
Untuk mendapatkan efek wajah lebih tirus, teknik pemakaian “Kerudung Jahat” memegang peranan penting. Biasanya pashmina dikenakan rapat mengikuti garis dahi dan tulang pipi. Ujung sisi hijab dibiarkan menjuntai rapi ke bawah atau dililit dengan gaya sederhana.
Teknik ini memiliki beberapa fungsi:
- Membingkai wajah sehingga bentuk muka lebih tirus dan tegas.
- Memberikan kesan leher jenjang, menambah dimensi penampilan.
- Memudahkan mobilitas saat beraktivitas tanpa khawatir hijab mudah berubah bentuk.
Banyak warganet memuji teknik ini karena hasil akhirnya bisa membuat siapapun tampak lebih elegan secara instan.
Alasan Tren Ini Diprediksi Booming di Lebaran 2026
Sejak viral di media sosial, “Kerudung Jahat” sudah banyak diperbincangkan di platform fashion serta diulas oleh para influencer. Model ini dianggap memberikan solusi praktis bagi hijabers yang ingin tetap tampil modis dan menarik saat momen spesial Lebaran. Selain itu, kemudahan bentuk dan padu padan warna membuat “Kerudung Jahat” cocok dipadukan dengan berbagai busana Lebaran, baik kasual maupun formal.
Tabel berikut menunjukkan faktor pendorong tren “Kerudung Jahat”:
| Faktor | Keterangan |
|---|---|
| Efek Visual | Membuat wajah terlihat tirus, lebih tegas, dan menawan |
| Bahan Favorit | Viscose dan ceruty, ringan serta adem dipakai seharian |
| Teknik Pakai | Mudah dibentuk, tetap rapi, dan simpel |
| Dukungan Sosmed | Viral di Instagram, TikTok, dan didukung oleh influencer serta brand hijab ternama |
| Kombinasi Busana | Fleksibel untuk berbagai outfit, baik kasual maupun formal |
Tren “Kerudung Jahat” menunjukkan betapa dinamisnya dunia fashion hijab di Indonesia. Munculnya istilah ini menunjukkan bahwa tren mode tidak hanya soal inovasi desain, tetapi juga soal kreativitas dalam memberi nama dan kepiawaian dalam membuat tampilan yang berbeda. Bagi banyak hijabers, tren ini bisa jadi opsi segar untuk tampil beda dan percaya diri ketika merayakan hari raya bersama keluarga dan sahabat. Jika Anda ingin mencoba model ini, pilihan bahan viscose dan ceruty yang ringan bisa menjadi alternatif tepat demi kenyamanan dan keanggunan sekaligus.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com








