Puasa Ramadan Malah Berat Badan Melonjak, 5 Kebiasaan Berbahaya yang Sering Tak Disadari Jadi Penyebab Utama!

Banyak orang yang berharap berat badan bisa turun selama bulan Ramadan karena waktu makan yang terbatas. Namun nyatanya, ada saja yang justru mengalami kenaikan berat badan meskipun menjalankan puasa dengan disiplin. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa berat badan naik saat puasa padahal asupan makanan hanya terjadi di waktu tertentu?

Ternyata, penyebab kenaikan berat badan bukan berasal dari puasa itu sendiri. Faktor utamanya adalah kebiasaan makan dan gaya hidup yang kurang tepat selama Ramadan. Pola makan yang tidak terkontrol dan aktivitas fisik yang berkurang dapat membuat kalori yang masuk lebih banyak dibanding yang dibakar. Berikut adalah lima kebiasaan yang sering menjadi alasan naiknya berat badan selama puasa.

1. Kalap Saat Berbuka

Setelah menahan lapar dan haus selama lebih dari 13 jam, banyak orang cenderung makan secara berlebihan ketika waktu berbuka tiba. Hal ini biasanya dimulai dari makan takjil manis, gorengan, hingga porsi makan besar yang sangat banyak. Tubuh yang kosong seharian membuat kontrol porsi menjadi sulit sehingga kalori masuk dalam jumlah banyak.

Solusinya adalah membuka puasa secara bertahap, dimulai dengan minum air putih dan beberapa makanan ringan secukupnya. Beri jeda sejenak sebelum melanjutkan makan utama agar tubuh sempat merasakan kenyang dan mengurangi risiko makan berlebihan.

2. Konsumsi Makanan Manis Berlebihan

Menu berbuka puasa seperti kolak, es buah, sirup, dan berbagai kue manis sangat menggoda. Namun makanan dan minuman tinggi gula ini bisa menyebabkan peningkatan asupan kalori secara signifikan. Gula sederhana mudah diserap tubuh dan jika energi yang diperoleh tidak digunakan, akan disimpan sebagai lemak.

Selain itu, gula berlebihan juga bisa membuat rasa lapar datang kembali dengan cepat, sehingga kita terdorong untuk makan lebih banyak saat makan malam. Oleh karena itu, penting membatasi konsumsi gula dan lebih memilih sumber gula alami seperti buah utuh.

3. Porsi Sahur Terlalu Besar

Seringkali orang memilih makan sangat banyak saat sahur dengan alasan agar tidak cepat lapar saat berpuasa. Nyatanya, makan dalam porsi sangat besar tidak menjamin kenyang lebih lama. Tubuh hanya mampu menyimpan energi dalam kapasitas tertentu, sisanya akan diubah menjadi lemak.

Lebih baik fokus pada kualitas makanan sahur dengan memilih karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat agar rasa kenyang bertahan lama tanpa perlu makan berlebihan.

4. Aktivitas Fisik Menurun

Perubahan jadwal selama Ramadan sering membuat orang menjadi kurang aktif bergerak. Banyak yang meninggalkan rutinitas olahraga dan menghabiskan waktu dengan duduk atau rebahan. Jika kalori masuk meningkat tapi energi yang dibakar berkurang, maka kalori surplus akan menumpuk dan menyebabkan berat badan naik.

Tidak perlu olahraga berat, aktivitas sederhana seperti jalan santai setelah berbuka atau peregangan ringan sudah cukup untuk menjaga keseimbangan energi. Konsistensi dan penyesuaian dengan kondisi tubuh sangat dianjurkan.

5. Pola Tidur Tidak Teratur

Ramadan umumnya diikuti dengan tidur larut malam dan bangun dini hari untuk sahur. Pola tidur yang berantakan ini bisa mengganggu hormon pengatur nafsu makan. Kurang tidur meningkatkan hormon yang memicu rasa lapar serta menurunkan hormon yang memberi sinyal kenyang.

Akibatnya, kita menjadi lebih sering mengidam makanan tinggi gula dan lemak. Untuk mengatasinya, penting mengatur jadwal tidur dengan baik agar tetap mendapat waktu istirahat yang cukup. Jika perlu, tambahkan tidur siang singkat agar tubuh tetap segar dan bugar.

Menjaga badan tetap sehat selama Ramadan memerlukan kesadaran menjalankan pola makan seimbang serta gaya hidup yang aktif dan teratur. Dengan menghindari kebiasaan di atas, berat badan justru bisa tetap stabil atau bahkan turun, sekaligus mendukung ibadah puasa menjadi lebih optimal. Jangan lupa pula untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh dan memilih makanan sehat agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Source: www.beautynesia.id

Terkait