
Krisis energi global membuat banyak rumah tangga kembali menghitung pengeluaran dapur dengan lebih cermat. Di tengah imbauan pemerintah untuk berhemat energi, penggunaan LPG yang efisien menjadi langkah yang paling mudah diterapkan dari rumah.
Sejumlah informasi dari Pertamina menegaskan bahwa kebiasaan kecil di dapur bisa berdampak besar. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, “Langkah kecil dari rumah tangga dapat memberikan dampak besar. Dengan penggunaan LPG yang efisien, masyarakat tidak hanya dapat menghemat energi, tetapi juga turut mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional.”
Mengapa Penghematan Gas di Dapur Penting
Beban pengeluaran rumah tangga sering kali membesar karena penggunaan gas yang tidak efisien. Api yang terlalu besar, alat masak yang tidak sesuai, hingga kebiasaan memasak tanpa persiapan membuat LPG lebih cepat habis.
Efisiensi di dapur bukan hanya soal menekan biaya. Cara memasak yang tepat juga membantu proses masak lebih cepat, hasil makanan lebih merata, dan peralatan dapur lebih awet.
Cara Memasak Hemat Gas LPG di Rumah
-
Masak dengan api kecil setelah air mendidih.
Api besar hanya membuang panas ke udara dan tidak selalu mempercepat matang. Setelah makanan mulai mendidih, kecilkan api agar penggunaan gas bisa lebih hemat, bahkan disebut dapat mengurangi pemakaian hingga 25%. -
Pilih kompor yang ukurannya sesuai dengan kebutuhan.
Kompor kecil lebih efisien untuk masakan harian karena konsumsi bahan bakarnya lebih rendah. Mengutip Supergas, kompor kecil hanya mengonsumsi sekitar 6-10% bahan bakar dan tidak banyak membuang panas ke lingkungan sekitar. -
Gunakan wajan atau panci berpermukaan lebar.
Wadah lebar membantu api terkonsentrasi pada bagian bawah alat masak. Cara ini membuat panas lebih merata dan waktu memasak lebih singkat. -
Pakai panci presto untuk bahan yang lama empuk.
Daging, kacang-kacangan, atau bahan berserat keras umumnya butuh waktu lama jika dimasak biasa. Panci presto mempercepat proses empuk sehingga konsumsi gas ikut turun. -
Atur jumlah air secukupnya.
Air yang terlalu banyak membuat waktu penguapan lebih lama. Ini berlaku saat merebus maupun mengukus, karena jumlah air yang pas akan membantu proses masak lebih efisien. -
Manfaatkan panas sisa kompor.
Kompor bisa dimatikan beberapa saat sebelum makanan benar-benar matang. Sisa panas sering cukup untuk menyelesaikan proses akhir, terutama pada masakan berkuah atau hidangan yang tidak membutuhkan api terus-menerus. - Masak dalam jumlah sekaligus.
Memasak beberapa menu sekaligus bisa menekan durasi menyalakan kompor berulang kali. Cara ini juga cocok untuk menyiapkan stok makanan, asal penyimpanan dilakukan dengan baik.
Kebiasaan Kecil yang Sering Diabaikan
Banyak rumah tangga fokus pada jenis gas, tetapi lupa pada kondisi peralatan dapur. Kompor yang kotor dapat mengganggu pembakaran dan membuat api tidak stabil, sehingga gas terpakai lebih banyak.
Karena itu, bersihkan pembakar kompor secara rutin setelah digunakan. Perawatan mingguan juga penting agar lubang api tidak tersumbat dan kinerja kompor tetap optimal.
Panduan Praktis Agar LPG Lebih Awet
| Langkah | Dampak |
|---|---|
| Kecilkan api setelah mendidih | Mengurangi gas terbuang |
| Pakai alat masak yang sesuai | Panas lebih terkonsentrasi |
| Gunakan presto untuk bahan keras | Waktu masak lebih singkat |
| Batasi air secukupnya | Proses mendidih lebih cepat |
| Manfaatkan sisa panas | Kompor tidak menyala terlalu lama |
| Bersihkan kompor rutin | Pembakaran lebih efisien |
Di dapur, penghematan sering dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang. Saat api diatur dengan tepat, alat masak dipilih sesuai kebutuhan, dan kompor dirawat rutin, konsumsi LPG dapat lebih terkendali tanpa mengurangi kualitas masakan.
Source: www.beautynesia.id








