Memilih kamar hotel tidak hanya soal tipe ranjang, pemandangan, atau harga per malam. Letak kamar juga sangat menentukan kualitas istirahat, terutama bagi tamu yang ingin tidur nyenyak tanpa gangguan suara dari koridor atau area operasional hotel.
Salah satu nomor kamar yang disarankan untuk dihindari oleh pakar perjalanan adalah kamar dengan angka akhir 01. Menurut penjelasan yang dikutip Daily Mail, kamar dengan akhiran ini kerap berada sangat dekat dengan lift, tangga, dan area layanan, sehingga lebih berisiko terdampak kebisingan sepanjang hari.
Mengapa kamar berakhiran 01 sering dianggap kurang ideal
Javier Sobrino, pendiri platform perjalanan asal Spanyol Descubriendo Viajes, mengatakan pengalaman menginap tidak jarang dipengaruhi oleh nomor kamar yang diperoleh tamu. Ia menyebut, setelah menginap di ratusan hotel, nomor kamar bisa ikut menentukan apakah masa inap terasa nyaman atau justru mengganggu.
Dalam keterangannya kepada Daily Mail, Sobrino tidak merekomendasikan kamar hotel bernomor akhir 01 karena posisinya umumnya berada di titik lalu lintas tinggi. Area ini biasanya dilalui tamu yang datang dan pergi, staf kebersihan, hingga aktivitas pengisian ulang perlengkapan hotel.
Kedekatan dengan lift memang terlihat praktis karena memudahkan akses keluar masuk. Namun, keuntungan itu sering dibayar dengan suara lift, percakapan di lorong, bunyi pintu, dan langkah kaki yang lebih sering terdengar dari pagi hingga malam.
Sobrino juga menyoroti aktivitas staf hotel di pagi hari. Troli kebersihan yang melewati depan kamar dan kegiatan operasional di area layanan terdekat dapat menjadi sumber suara pertama yang mengganggu tamu, bahkan sebelum jam check-out dimulai.
Sumber kebisingan yang sering muncul di sekitar kamar 01
Secara umum, kamar yang berada di ujung dekat inti bangunan hotel memang lebih ramai. Di banyak properti, titik ini menjadi jalur pergerakan vertikal dan operasional, sehingga intensitas suara cenderung lebih tinggi dibanding kamar yang posisinya lebih masuk ke tengah koridor.
Beberapa sumber kebisingan yang paling sering dikeluhkan tamu antara lain sebagai berikut:
- Suara buka-tutup lift dan bunyi indikator lantai.
- Percakapan tamu yang menunggu atau baru keluar dari lift.
- Pintu tangga darurat yang berat dan menutup dengan keras.
- Troli housekeeping yang melintas sejak pagi.
- Aktivitas pengisian linen, amenitas, atau logistik di area servis.
Kondisi ini tidak selalu sama di setiap hotel. Namun, pola penomoran kamar dan tata letak bangunan memang membuat kamar berakhiran 01 lebih sering berada di lokasi yang ramai dibanding kamar yang letaknya lebih jauh dari pusat sirkulasi.
Tidak semua hotel memiliki pola yang sama
Penting dicatat, tidak semua hotel menempatkan kamar 01 di sebelah lift atau tangga. Tata letak gedung, standar desain operator hotel, dan sistem penomoran bisa berbeda, sehingga saran ini lebih tepat dibaca sebagai pedoman praktis, bukan aturan mutlak.
Meski begitu, prinsip dasarnya tetap relevan. Semakin dekat kamar dengan sumber lalu lintas manusia dan area kerja hotel, semakin besar potensi tamu mendengar suara berulang yang mengganggu waktu istirahat.
Dalam industri perhotelan, kenyamanan akustik memang menjadi salah satu faktor penting dalam pengalaman tamu. Sejumlah ulasan tamu di berbagai platform perjalanan juga sering menunjukkan bahwa kebisingan koridor, lift, dan layanan kebersihan menjadi keluhan berulang, terutama pada hotel dengan okupansi tinggi.
Kamar lain yang juga patut dihindari
Selain kamar berakhiran 01, Sobrino juga menyarankan tamu untuk berhati-hati saat menerima kamar yang berada tepat di atas atau di bawah restoran serta bar hotel. Area tersebut bisa menimbulkan suara kursi, musik, peralatan dapur, atau aktivitas tamu hingga malam.
Ia juga mengingatkan soal kamar yang menghadap jalan ramai. Lalu lintas kendaraan, klakson, suara sepeda motor, dan aktivitas kota pada dini hari dapat mengurangi kualitas tidur, terutama bagi tamu yang sensitif terhadap suara.
Kamar yang berada dekat dermaga bongkar muat juga termasuk lokasi yang kurang ideal. Pengiriman barang pada pagi hari, suara kendaraan operasional, dan perpindahan logistik bisa terdengar lebih jelas, khususnya di hotel perkotaan atau properti besar.
Bagi tamu yang bepergian dengan anak kecil, kamar dekat tangga sebaiknya juga dihindari. Pintu tangga darurat biasanya berat dan menghasilkan suara cukup keras saat dibuka atau ditutup, sehingga berpotensi membangunkan anak yang sedang tidur.
Cara meminta kamar yang lebih tenang
Saran pakar ini bukan berarti tamu harus menolak otomatis setiap kamar bernomor akhir 01. Langkah yang lebih realistis adalah berkomunikasi dengan hotel sejak awal, terutama setelah pemesanan dilakukan secara online.
Sobrino menyarankan tamu menghubungi hotel dan menyampaikan preferensi secara sopan. Permintaan sederhana seperti ingin kamar yang tenang dan jauh dari lift dinilai cukup efektif, apalagi jika disampaikan sebelum hari check-in.
Berikut cara yang bisa dicoba saat meminta kamar yang lebih nyaman:
- Hubungi hotel segera setelah reservasi dikonfirmasi.
- Sampaikan bahwa Anda menginginkan kamar yang tenang.
- Minta kamar yang jauh dari lift, tangga, dan area layanan.
- Tanyakan apakah kamar berada di atas restoran, bar, atau dermaga bongkar muat.
- Konfirmasi ulang preferensi saat proses check-in di resepsionis.
Tamu juga bisa menyebutkan alasan yang relevan, misalnya sedang butuh istirahat optimal, bepergian dengan anak, atau datang untuk acara khusus. Dalam praktik layanan hotel, permintaan yang jelas dan disampaikan lebih awal biasanya lebih mudah diakomodasi, meski tetap bergantung pada ketersediaan kamar saat itu.
Hal yang perlu diperiksa sebelum menerima kunci kamar
Jika memungkinkan, tamu dapat menanyakan posisi kamar pada peta lantai atau meminta penjelasan singkat dari petugas front office. Informasi sederhana tentang lokasi lift, tangga, restoran, dan ruang servis sering kali cukup membantu untuk menilai apakah kamar berpotensi bising.
Saat sudah tiba di depan kamar, tamu juga bisa memperhatikan situasi sekitarnya. Jika kamar berada persis di samping lift, dekat pintu tangga, atau berhadapan dengan ruang layanan, risiko kebisingan cenderung lebih tinggi dan tamu dapat segera meminta opsi kamar lain sebelum benar-benar menempatinya.
Tips ini sangat berguna bagi pelancong bisnis, keluarga dengan anak kecil, atau wisatawan yang datang setelah perjalanan panjang. Dalam banyak kasus, posisi kamar yang tepat justru lebih menentukan kualitas menginap dibanding detail kecil lain, dan itulah sebabnya kamar hotel dengan nomor berakhiran 01 kerap masuk daftar yang sebaiknya dihindari menurut pakar perjalanan.
Source: www.beautynesia.id