Philips Balik Ke Anak Skena 80-An, Audio Retro Futuristiknya Sulit Diabaikan!

Philips kembali menarik perhatian pasar audio global lewat lini terbaru bertajuk Moving Sound yang terinspirasi dari perangkat ikonik era 1980-an. Di tengah tren desain serba minimalis, perusahaan asal Belanda itu justru memilih pendekatan retro futuristik dengan warna cerah, elemen visual kaset, dan fitur modern yang relevan untuk pengguna masa kini.

Langkah ini memperlihatkan bahwa nostalgia masih punya tempat kuat di industri teknologi, terutama saat dipadukan dengan fungsi yang benar-benar dibutuhkan. Philips tidak hanya menjual tampilan klasik, tetapi juga membawa spesifikasi yang kompetitif, mulai dari konektivitas Bluetooth, fitur tahan air dan debu, hingga teknologi audio canggih seperti ANC dan spatial audio.

Retro yang Dikemas dengan Teknologi Modern

Lini Moving Sound terdiri dari empat perangkat utama, yakni dua speaker Bluetooth portabel, satu headphone on-ear, dan satu true wireless earbuds. Seluruh produk ini dijadwalkan meluncur pada kuartal kedua 2026, sehingga masih ada waktu bagi pasar untuk menilai seberapa besar daya tarik konsep ini.

Pendekatan Philips cukup jelas, yakni menyasar pengguna yang menyukai gaya lawas tetapi tidak ingin mengorbankan kenyamanan modern. Desain perangkat dibuat mencolok, tetapi fitur yang dibawa tetap mengikuti kebutuhan saat ini, termasuk baterai tahan lama dan dukungan koneksi nirkabel yang lebih stabil.

1. The Tube (MS80), speaker paling menonjol

The Tube (MS80) menjadi model flagship di lini ini dan mengusung nuansa boombox klasik yang sangat kuat. Produk ini dibekali output hingga 140W, kombinasi dual woofer, tweeter, dan passive radiator, serta dukungan Bluetooth dan Auracast.

Speaker ini juga mengantongi sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan air dan debu, lalu dibekali baterai hingga 24 jam. Philips bahkan menambahkan layar dengan animasi kaset retro untuk memperkuat kesan jadul, sementara harganya dipatok sekitar €350 atau Rp6,1 jutaan.

2. The Roller (MS60), versi lebih ringkas

Bagi pengguna yang lebih mengutamakan portabilitas, Philips menawarkan The Roller (MS60) sebagai alternatif yang lebih kecil dan ringan. Speaker ini memiliki output 60W dan mengusung teknologi Moving Sound Bass+ untuk menjaga karakter suara tetap bertenaga.

Meski ukurannya lebih kompak, fitur yang dibawa tetap lengkap seperti Bluetooth, IP67, dan daya tahan baterai hingga 24 jam. Harganya berada di kisaran €180 atau sekitar Rp3,1 jutaan, sehingga lebih ramah bagi pengguna yang ingin mencicipi konsep retro futuristik tanpa harus membeli model tertinggi.

3. Ringo Duo (MS1), headphone bergaya Walkman

Philips juga menghadirkan Ringo Duo (MS1), headphone on-ear ringan yang terinspirasi dari era Walkman. Perangkat ini memakai driver 40mm dan mendukung koneksi Bluetooth serta USB-C untuk penggunaan wired.

Untuk kebutuhan komunikasi, Philips menyematkan mikrofon AI agar suara panggilan lebih jernih. Daya tahan baterainya mencapai 26 jam, dengan harga sekitar €35 atau Rp600 ribuan, sehingga menjadi opsi paling terjangkau dalam lini ini.

4. The Buds (MS3), TWS paling lengkap fiturnya

The Buds (MS3) menjadi perangkat paling modern di jajaran Moving Sound. Earbuds ini menawarkan Hybrid ANC, spatial audio, enam mikrofon dengan AI voice clarity, serta daya tahan baterai hingga 42 jam.

Philips juga menyertakan fitur fast charging yang diklaim mampu memberi tambahan daya hanya dalam 10 menit pengisian. Dengan sertifikasi IP54 untuk ketahanan cipratan air, produk ini dijual sekitar €80 atau Rp1,4 jutaan.

Daftar fitur yang membuat lini Moving Sound menonjol:

  1. Desain retro bergaya 1980-an dengan warna cerah.
  2. Fitur audio modern seperti ANC, spatial audio, dan Auracast.
  3. Ketahanan terhadap air dan debu pada beberapa model.
  4. Baterai panjang yang mendukung mobilitas harian.
  5. Integrasi teknologi nirkabel dan aplikasi khusus.

Yang menarik, Philips tidak hanya bermain di sisi estetika. Beberapa perangkat juga disebut bisa berfungsi sebagai power bank dan terhubung dengan aplikasi khusus, yang memperkuat kesan bahwa lini ini memang dirancang untuk pasar masa kini.

Di tengah pasar audio yang semakin seragam, pendekatan seperti ini bisa menjadi pembeda penting. Philips tampaknya memahami bahwa anak muda dan pecinta gaya retro tidak sekadar mencari produk yang enak dilihat, tetapi juga perangkat yang praktis, tahan lama, dan punya karakter kuat saat dipakai sehari-hari.

Source: yoursay.suara.com

Berita Terkait

Back to top button