Ramadan sering melahirkan tren busana baru, termasuk gaya hijab yang menonjolkan tampilan syar’i tetapi tetap modern. Tahun ini, sorotan tertuju pada konsep “syar’i can be cool” yang ramai di Instagram dan Threads, dengan dua figur yang kerap dijadikan referensi gaya, yakni Intan Khasanah atau Strngrrr dan Sivia Azizah.
Keduanya sama-sama tampil dengan busana tertutup seperti khimar bandana atau khiban, abaya, dan item longgar lain, tetapi hasil akhirnya punya karakter berbeda. Strngrrr dikenal lewat styling yang lebih kasual dan street-friendly, sementara Sivia membawa nuansa artsy dan ekspresif yang tetap rapi serta wearable.
Khiban jadi pusat perhatian tren hijab kalcer
Khiban atau khimar bandana muncul sebagai salah satu item yang paling sering dibahas dalam tren hijab Ramadan kali ini. Model ini memberi efek tertutup yang lebih bersih, lalu mudah dipadukan dengan celana longgar, abaya, atau atasan berlapis.
Dalam praktiknya, khiban juga memberi ruang eksplorasi bagi pemakai yang ingin tampil sopan tanpa kehilangan identitas gaya. Itulah mengapa tren ini cepat masuk ke ranah hijab fashion yang digerakkan oleh konten visual di media sosial.
7 inspirasi gaya dari Strngrrr dan Sivia Azizah
Berikut tujuh pola styling yang paling mencuri perhatian dari dua figur tersebut:
- Strngrrr memadukan khiban dengan celana longgar untuk tampilan santai.
- Sivia Azizah memilih abaya dan memberi sentuhan kalcer lewat detail gaya yang lebih tegas.
- Strngrrr menambahkan scarf di pinggang sebagai aksen visual.
- Sivia memakai abaya monokrom, lalu mengimbanginya dengan sneakers berwarna lebih hidup.
- Strngrrr sering bermain layering sederhana dengan atasan dan celana longgar.
- Sivia menggabungkan celana longgar, abaya, dan keffiyeh untuk tampilan yang lebih terstruktur.
- Tema feminin-boyish sama-sama bisa masuk, baik lewat jaket dan apron ala Strngrrr maupun kaus double layer dengan sepatu pink ala Sivia.
Aksesori kecil, dampaknya besar
Aksesori jadi elemen penting dalam tren hijab kalcer karena membuat tampilan tidak terlihat datar. Kacamata, tas, scarf, hingga jenis alas kaki ikut membentuk kesan akhir yang lebih kuat dan personal.
Strngrrr dan Sivia sama-sama menunjukkan bahwa aksesoris bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari identitas styling. Dalam konteks mode hijab, detail kecil seperti warna sepatu atau pilihan tas bisa mengubah kesan santai menjadi lebih edgy.
Syar’i tetap bisa fleksibel dan relevan
Daya tarik tren ini ada pada cara busana syar’i dipresentasikan tanpa kesan kaku. Abaya, khimar, dan lapisan pakaian longgar memang tetap menjadi dasar, tetapi styling modern membuatnya terasa dekat dengan pembaca muda.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa gaya menutup aurat tidak selalu identik dengan tampilan seragam. Justru, variasi potongan, tekstur, dan aksesori membuka ruang kreatif yang lebih luas bagi pengguna hijab.
Mengapa tren ini cepat menyebar di media sosial
Konten visual punya peran besar dalam membentuk tren fashion hari ini. Ketika figur publik menampilkan busana yang relatable, audiens lebih mudah menangkap ide styling dan menirunya sesuai kebutuhan masing-masing.
Akhirnya, adu gaya Strngrrr dan Sivia Azizah memperlihatkan bahwa hijab syar’i bisa tampil modern tanpa kehilangan nilai utamanya. Perpaduan khiban, abaya, layering, dan aksesori memberi ruang bagi siapa pun yang ingin tampil tertutup, nyaman, dan tetap kalcer dalam aktivitas sehari-hari.
Source: www.idntimes.com








