Bandung kini punya pilihan tempat nongkrong yang tidak melulu soal kopi. Sejumlah kafe jamu hadir dengan konsep lebih modern, menawarkan minuman berbahan rempah dalam suasana yang nyaman untuk santai, bekerja, atau bertemu teman.
Tren ini menarik perhatian karena jamu tidak lagi diposisikan sebagai minuman tradisional yang identik dengan rasa pahit. Di sejumlah kafe di Bandung, jamu diolah menjadi menu yang lebih ringan, lebih ramah untuk lidah anak muda, dan tetap memakai bahan alami seperti kunyit, jahe, kencur, serta temulawak.
Kafe jamu di Bandung makin diminati
Mengacu pada artikel referensi Beautynesia yang tayang di jaringan detikcom, ada tiga tempat yang menonjol untuk pencinta minuman rempah di Bandung. Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari konsep kedai sederhana hingga kafe estetik dengan menu fusion.
Secara umum, daya tarik kafe jamu terletak pada dua hal. Pertama, minumannya dianggap sebagai alternatif selain kopi atau minuman manis kemasan, dan kedua, tempatnya dirancang tetap nyaman untuk kebutuhan gaya hidup urban.
Jamu sendiri merupakan bagian dari tradisi kesehatan Indonesia yang sudah lama dikenal luas. Di tengah tren hidup sehat, minuman rempah kembali mendapat tempat karena banyak konsumen mencari pilihan yang terasa lebih natural dan tidak terlalu berat di lambung.
1. Minum Rempah Indonesia (MRI)
Minum Rempah Indonesia atau MRI menjadi salah satu nama yang cukup dikenal karena memiliki beberapa outlet di Bandung. Salah satu cabangnya berada di kawasan Antapani dan disebut cocok untuk nongkrong atau me time karena menyediakan area duduk di dalam.
Menurut artikel referensi, MRI menawarkan berbagai minuman rempah kekinian yang sehat dan tidak pahit. Beberapa menu yang disebut sebagai best seller adalah rempah temulawak, rempah kunyit, dan rempah kencur.
Salah satu menu yang menonjol adalah kunyit latte. Menu ini digambarkan creamy dan nyaman di lambung, sehingga kerap dipilih sebagai alternatif pengganti kopi susu bagi pelanggan yang ingin mengurangi asupan kafein.
MRI juga mengelompokkan minuman berdasarkan kebutuhan tubuh. Dalam referensi disebutkan, pilihan menunya bisa disesuaikan untuk imun booster, mood and energy booster, hingga saat tubuh mulai terasa kurang fit.
Berikut informasi singkat MRI di Bandung:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama tempat | Minum Rempah Indonesia (MRI) |
| Lokasi | Jl. Purwakarta No. 63, Antapani Kidul, Kec. Antapani, Kota Bandung |
| Jam buka | Setiap hari, 07.00–22.00 WIB |
| Harga awal | Mulai Rp12.000 |
2. Djamoo
Djamoo termasuk pendatang baru dalam daftar kafe jamu di Bandung. Tempat ini menonjol karena menggabungkan cita rasa tradisional jamu dengan sentuhan modern dalam penyajian dan pilihan menu.
Berdasarkan data dari artikel referensi, Djamoo menghadirkan minuman seperti kopi rempah hingga mocktail jamu. Pendekatan ini membuat jamu tampil lebih fleksibel dan masuk ke kultur nongkrong yang selama ini identik dengan kopi, teh, atau minuman nontradisional lain.
Suasana kafe juga menjadi nilai jual utama. Djamoo disebut estetik dan cozy, sehingga cocok untuk nongkrong santai, me time, maupun work from cafe.
Bagi pelaku usaha kuliner, konsep semacam ini menunjukkan bahwa jamu bisa diposisikan ulang tanpa meninggalkan identitas dasarnya. Minuman berbasis rempah tetap dipertahankan, tetapi tampilannya dibuat lebih menarik dan akrab bagi konsumen muda.
Informasi lokasi Djamoo sebagai berikut:
- Alamat: Jl. Asrama Kipal No. 71, Bandung
- Jam operasional: Setiap hari, 08.00–22.00 WIB
- Harga: Mulai Rp20.000
3. Djamuan
Pilihan lain adalah Djamuan, sebuah kedai yang mengusung konsep minuman rempah kekinian dan wedang ronde. Tempat ini menonjolkan upaya menghidupkan kembali warisan jamu dan minuman tradisional Indonesia untuk dinikmati generasi masa kini.
Djamuan menyajikan varian rempah seperti jahe, kunyit, dan racikan herbal lain dalam versi hangat maupun dingin. Variasi penyajian ini penting karena memberi pilihan lebih luas bagi konsumen yang ingin minuman segar pada siang hari atau minuman hangat pada malam hari.
Dalam artikel referensi, beberapa menu yang disebut antara lain jamu otentik seperti empon-empon dan sari manis asem. Ada pula kategori jamu yang lebih ringan seperti sari bunga telang dan wedang uwuh, serta menu kekinian seperti jahe latte dan susu rempah.
Dari sisi harga, Djamuan termasuk cukup terjangkau. Ini membuat kedai semacam ini berpotensi menjangkau mahasiswa, pekerja, dan warga lokal yang ingin mencoba minuman rempah tanpa biaya tinggi.
Berikut detail Djamuan:
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Nama tempat | Djamuan |
| Lokasi | Jl. Babakan Ciparay No. 128, Sukahaji, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung |
| Jam buka | Setiap hari, 12.00–22.00 WIB |
| Harga awal | Mulai Rp12.000 |
Kenapa kafe jamu jadi menarik di Bandung
Ada beberapa alasan mengapa kafe jamu mulai mendapat tempat di kota seperti Bandung. Kota ini dikenal punya budaya kuliner yang dinamis, sehingga inovasi minuman baru lebih cepat diterima pasar.
Selain itu, konsumen kini tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman. Kafe jamu menjual kombinasi antara cita rasa tradisional, tampilan modern, harga yang relatif terjangkau, dan suasana tempat yang mendukung aktivitas harian.
Bagi pembaca yang sedang mencari kafe jual jamu di Bandung, tiga nama ini bisa menjadi titik awal. Masing-masing menawarkan karakter berbeda, dari MRI dengan pilihan fungsi minuman, Djamoo dengan konsep estetik dan fusion, hingga Djamuan yang menonjolkan rempah tradisional dalam format hangat maupun dingin.
Memilih tempat terbaik akan bergantung pada kebutuhan pengunjung. Jika ingin jamu praktis dengan banyak varian, MRI layak dipertimbangkan, sementara Djamoo cocok bagi pencari suasana kafe modern, dan Djamuan menarik untuk penikmat minuman rempah yang lebih dekat dengan akar tradisi Indonesia.
Source: www.beautynesia.id