Minum Matcha Setiap Hari Bukan Cuma Tren, Otak Lebih Fokus dan Tubuh Lebih Tenang

Matcha dikenal sebagai bubuk teh hijau yang dibuat dari daun teh yang ditanam di tempat teduh lalu digiling halus. Minuman ini telah lama menjadi bagian dari tradisi minum teh di Jepang dan kini makin populer karena rasa khasnya serta profil gizinya yang unik.

Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, matcha dapat memberi sejumlah manfaat kesehatan. Data dari Healthline, EatingWell, dan temuan yang dirangkum dalam artikel referensi menunjukkan bahwa kandungan L-theanine, kafein, dan katekin seperti epigallocatechin gallate atau EGCG menjadi faktor utama di balik efek tersebut.

Apa yang membuat matcha berbeda dari teh hijau biasa?

Perbedaan utama ada pada cara konsumsi. Pada matcha, bubuk daun teh dicampur langsung ke dalam air atau susu sehingga seluruh bagian daun ikut diminum.

Cara ini membuat asupan senyawa aktif menjadi lebih tinggi dibanding teh hijau seduh biasa. Matcha juga dikenal mengandung antioksidan tinggi, terutama golongan katekin, meski jumlah pastinya bisa berbeda tergantung kualitas bahan, proses budidaya, dan cara penyajian.

1. Membantu tubuh lebih rileks

Salah satu alasan matcha sering dipilih sebagai minuman pagi adalah efek tenangnya. Ahli gizi Lacey Dunn, M.S., RD, yang dikutip EatingWell, menjelaskan bahwa matcha mengandung L-theanine yang diketahui dapat meningkatkan gelombang alfa di otak.

Gelombang alfa berkaitan dengan kondisi rileks namun tetap waspada. Senyawa ini juga dikaitkan dengan peningkatan neurotransmiter seperti serotonin dan GABA yang berperan dalam pengaturan suasana hati dan respons terhadap stres.

Efek ini membuat matcha berbeda dari minuman berkafein yang kadang memicu rasa tegang. Pada banyak orang, kombinasi L-theanine dan kafein dapat memberi rasa fokus yang lebih stabil tanpa lonjakan energi yang terlalu tajam.

2. Mendukung fungsi otak dan konsentrasi

Matcha mengandung kafein, tetapi dalam bentuk yang bekerja bersama L-theanine. Kombinasi ini dinilai dapat membantu kewaspadaan, perhatian, dan memori kerja dalam jangka pendek.

Sejumlah studi tentang teh hijau dan matcha menunjukkan potensi manfaat pada performa kognitif. Artikel referensi juga menyoroti bahwa perpaduan L-theanine dan kafein dapat membantu meningkatkan daya ingat sekaligus mengurangi efek samping kafein seperti gelisah.

Selain itu, EGCG dalam matcha berperan sebagai antioksidan. Antioksidan dibutuhkan tubuh untuk menekan stres oksidatif, yaitu kondisi yang dapat merusak sel, termasuk neuron di otak.

Stres oksidatif dan peradangan saraf sering dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif. Karena itu, konsumsi matcha dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan otak, meski bukan pengganti tidur cukup, aktivitas fisik, dan asupan gizi seimbang.

3. Berpotensi membantu menurunkan risiko kanker

Manfaat ini sering dibahas karena matcha kaya katekin, terutama EGCG. Menurut sejumlah penelitian laboratorium dan hewan yang dirangkum Healthline, EGCG menunjukkan aktivitas yang dapat menghambat pertumbuhan sel abnormal dan menekan kerusakan akibat radikal bebas.

Namun, penting memberi catatan yang proporsional. Bukti pada manusia masih terus berkembang dan belum cukup untuk menyebut matcha sebagai pencegah kanker yang pasti.

Dalam konteks kesehatan publik, matcha lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pola hidup sehat. Risiko kanker tetap dipengaruhi banyak faktor, seperti merokok, konsumsi alkohol, berat badan, pola makan, aktivitas fisik, dan riwayat keluarga.

4. Menjaga kesehatan jantung

Senyawa katekin pada matcha juga dikaitkan dengan manfaat kardiovaskular. JeJe Noval, Ph.D., RDN, yang dikutip dalam referensi, menyebut antioksidan ini dapat membantu menurunkan peradangan yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Beberapa studi pada teh hijau menunjukkan hubungan dengan perbaikan profil metabolik. Artikel referensi mencatat bahwa matcha berpotensi membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida.

Lacey Dunn juga menyebut matcha mungkin memberi efek kecil namun bermanfaat pada tekanan darah tinggi. Efek ini diduga terkait kemampuan antioksidan dalam membantu melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan.

Meski begitu, manfaat untuk jantung tidak muncul hanya dari satu minuman. Hasil yang lebih nyata tetap bergantung pada kebiasaan utama seperti mengurangi garam berlebih, berhenti merokok, rutin bergerak, dan menjaga berat badan.

5. Mendukung kesehatan pencernaan

Matcha juga menarik perhatian karena efeknya pada usus. EGCG disebut dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri berbahaya dan mendukung keseimbangan mikrobiota usus.

Artikel referensi menyebut manfaat ini relevan untuk mendukung kesehatan saluran cerna, termasuk pada kondisi yang melibatkan gangguan keseimbangan bakteri. Walau demikian, klaim untuk IBS, IBD, SIBO, atau infeksi H. pylori tetap perlu dibaca hati-hati karena setiap kondisi membutuhkan diagnosis dan terapi medis yang spesifik.

Bagi orang sehat, konsumsi matcha dalam jumlah sedang dapat menjadi tambahan yang baik dalam pola makan. Efeknya akan lebih optimal jika diimbangi asupan serat, cairan cukup, dan variasi makanan nabati.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum minum matcha setiap hari

Agar manfaatnya lebih optimal, konsumsi matcha sebaiknya tetap moderat. Karena mengandung kafein, asupan berlebihan bisa memicu keluhan seperti jantung berdebar, cemas, sulit tidur, atau gangguan pencernaan.

Dalam artikel referensi juga disebutkan konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan, termasuk kecemasan, gangguan cerna, hingga risiko pada hati. Karena itu, orang yang sensitif terhadap kafein, sedang hamil, memiliki gangguan lambung, atau mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya minuman harian.

Berikut poin singkat yang perlu diingat saat minum matcha setiap hari:

  1. Pilih matcha tanpa gula tambahan berlebih.
  2. Batasi porsi agar asupan kafein tetap wajar.
  3. Hindari diminum terlalu malam jika sensitif terhadap kafein.
  4. Jangan menjadikan matcha sebagai pengganti air putih atau makanan bergizi.
  5. Perhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya secara rutin.

Dalam praktiknya, manfaat matcha paling masuk akal terlihat ketika minuman ini menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang konsisten. Kandungan L-theanine, kafein, dan EGCG memang memberi dasar ilmiah yang menjanjikan, tetapi hasilnya tetap dipengaruhi pola makan harian, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Source: www.beautynesia.id

Berita Terkait

Back to top button