Minyak sea buckthorn mulai banyak diperbincangkan di dunia perawatan kulit karena kandungan aktifnya dinilai membantu menjaga hidrasi sekaligus membuat tampilan kulit lebih cerah. Minyak ini berasal dari tanaman Hippophae rhamnoides, bukan dari laut seperti namanya, dan bisa diekstrak dari biji, buah beri, serta daunnya.
Produk berbasis sea buckthorn juga menarik perhatian karena mengandung vitamin C dan antioksidan dalam kadar tinggi. Dalam konteks skincare, bahan ini sering dipilih oleh pengguna yang mencari face oil dengan fungsi lebih dari sekadar melembapkan kulit.
Apa itu minyak sea buckthorn?
Tanaman sea buckthorn tumbuh di wilayah Eropa dan Asia, termasuk area pantai Skandinavia. Referensi dari Vogue Scandinavia menyebut tanaman ini telah lama dikenal sebagai sumber minyak nabati yang serbaguna untuk kulit maupun konsumsi.
Mette Skjærbæk, pendiri Karmameju Bioactive Skincare, menjelaskan bahwa minyak sea buckthorn dapat diperoleh dari ekstrak biji, buah beri, dan daun semak Hippophae rhamnoides. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat bahan ini masuk ke kategori tanaman yang sering dipakai untuk mendukung perawatan kulit yang tampak sehat.
Manfaat minyak sea buckthorn bagi kulit
Minyak sea buckthorn mendapat perhatian karena kandungan antioksidan dan vitamin C-nya membantu melawan radikal bebas. Perlindungan ini penting karena paparan polusi, sinar matahari, dan stres lingkungan bisa mempercepat tanda kulit kusam serta penuaan dini.
Dokter spesialis kulit bersertifikat, Dr. Marisa Garshick, MD, mengatakan minyak ini dapat membantu melembapkan kulit dan mengontrol produksi minyak berlebih di wajah. Ia menjelaskan bahwa kandungan asam linoleat di dalamnya juga berperan menjaga keseimbangan sebum pada kulit.
Manfaat tersebut membuat minyak sea buckthorn sering dipilih untuk rutinitas perawatan kulit yang fokus pada tampilan lembap dan lebih merata. Dalam pemakaian yang tepat, bahan ini juga kerap dikaitkan dengan upaya menyamarkan garis halus dan kerutan halus.
Minyak ini juga relevan bagi pengguna yang ingin mengurangi tampilan kulit kusam. Dengan dukungan antioksidan, sea buckthorn sering digunakan untuk membantu memperbaiki warna kulit dan memudarkan hiperpigmentasi ringan.
Siapa yang perlu lebih hati-hati?
Secara umum, Dr. Orit Markowitz, MD, pendiri Markowitz Medical, menyebut minyak sea buckthorn relatif aman digunakan untuk berbagai jenis kulit. Namun, pemilik kulit berjerawat tetap perlu memperhatikan formula produk yang dipakai.
Garshick menambahkan bahwa produk berbasis minyak dengan asam lemak seperti asam linoleat mungkin bukan pilihan terbaik untuk kulit yang sangat rentan berjerawat. Karena itu, orang dengan kulit acne prone sebaiknya memilih produk yang sudah teruji klinis dan berlabel non-comedogenic.
Berikut panduan singkat sebelum memakai minyak sea buckthorn:
- Cek label non-comedogenic bila kulit mudah berjerawat.
- Lakukan patch test di area kecil kulit sebelum pemakaian rutin.
- Pilih formula serum atau oil sesuai kebutuhan kulit.
- Gunakan secukupnya, karena beberapa tetes biasanya sudah cukup.
Cara memakai minyak sea buckthorn
Untuk minyak sea buckthorn murni, pemakaiannya cukup sederhana. Teteskan beberapa tetes ke telapak tangan, lalu oleskan pada area kulit yang ingin dirawat.
Garshick menyarankan penggunaan sekali sehari sebagai panduan umum. Minyak ini bisa dipakai setelah membersihkan wajah dan sebelum pelembap pada malam hari, atau sebelum tabir surya pada pagi hari jika formulanya memang cocok untuk layering.
Jika produk yang dipakai berbentuk serum, urutannya perlu disesuaikan dengan petunjuk kemasan. Tujuannya agar bahan aktif bekerja optimal tanpa mengganggu lapisan perawatan kulit lain yang digunakan.
Kandungan yang membuatnya menonjol
Daya tarik sea buckthorn tidak hanya datang dari efek melembapkannya. Kombinasi antioksidan, vitamin C, dan asam lemak menjadikannya bahan yang sering dimasukkan ke dalam rangkaian skincare untuk kulit yang tampak lebih segar dan terlindungi dari stres oksidatif.
Dalam pasar kecantikan saat ini, banyak merek mulai memasukkan sea buckthorn ke dalam face oil, serum, hingga pelembap. Minyak ini dipilih karena menawarkan fungsi multifaset, mulai dari menjaga kelembapan, membantu meratakan tampilan kulit, sampai memberi dukungan pada kulit yang terlihat lelah dan kusam.
Source: www.idntimes.com