Apel Utuh Lebih Unggul, Kulitnya Menyimpan Serat Dan Antioksidan Lebih Tinggi

Apel sering dipilih sebagai camilan sehat karena praktis, murah, dan mudah ditemukan sepanjang tahun. Pertanyaan yang paling sering muncul bukan soal seberapa baik apel untuk tubuh, melainkan apakah buah ini lebih baik dimakan bersama kulitnya atau dikupas dulu.

Jawaban singkatnya, apel utuh biasanya memberi manfaat gizi lebih lengkap dibanding apel yang sudah dikupas. Kulit apel menyimpan serat, antioksidan, dan sejumlah senyawa pelindung yang jumlahnya jauh lebih tinggi dibandingkan bagian daging buah.

Kulit Apel Menyimpan Serat yang Tidak Sedikit

Bagian kulit apel menyumbang porsi besar dari serat buah ini. Serat berperan penting dalam menjaga pencernaan, membantu rasa kenyang lebih lama, dan mendukung kadar gula darah yang lebih stabil.

Kulit apel mengandung dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Serat tidak larut membantu pergerakan usus, sedangkan serat larut seperti pektin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Jika apel dikupas, sebagian besar serat tersebut ikut terbuang. Artinya, manfaat pencernaan yang seharusnya bisa didapat dari satu buah apel menjadi berkurang cukup banyak.

Antioksidan Lebih Banyak Berada di Kulit

Salah satu alasan utama ahli gizi menganjurkan apel dimakan tanpa dikupas adalah kandungan antioksidannya. Menurut referensi Healthline yang dikutip dalam artikel sumber, kulit apel mengandung antioksidan quercetin, yaitu senyawa yang dapat membantu mengatur sistem imun dan mengurangi peradangan.

Konsentrasi antioksidan di kulit apel juga disebut bisa mencapai empat kali lebih tinggi dibandingkan daging buahnya. Ini membuat kulit apel menjadi bagian yang sangat bernilai dari sisi perlindungan sel tubuh.

Selain quercetin, kulit apel juga mengandung flavonoid yang tidak ditemukan dalam daging buah. Senyawa ini berperan dalam mendukung kesehatan tubuh secara umum, termasuk membantu melawan stres oksidatif.

Ada Data yang Mengaitkan Apel Utuh dengan Jantung Lebih Sehat

Manfaat apel utuh tidak berhenti pada kandungan gizinya saja. Artikel referensi menyebut sebuah penelitian pada manusia yang membandingkan konsumsi apel beserta kulitnya dengan apel yang dikupas, dan hasilnya menunjukkan kadar flavonoid dalam aliran darah lebih tinggi pada kelompok yang makan apel utuh.

Penelitian itu juga menemukan peningkatan fungsi arteri pada mereka yang mengonsumsi apel tanpa dikupas. Temuan ini penting karena fungsi dinding pembuluh darah yang baik berkaitan erat dengan kesehatan kardiovaskular.

Studi lanjutan dalam Nurses’ Health Study juga memberi gambaran menarik. Perempuan yang makan satu apel utuh per hari dilaporkan memiliki risiko kematian dari semua penyebab 35 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang atau tidak pernah mengonsumsi apel.

Senyawa dalam Kulit Apel Juga Dipelajari dalam Riset

Peneliti dari Universitas Cornell pernah menemukan bahwa kulit apel mengandung triterpenoid yang berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu. Dalam artikel sumber disebutkan, efek itu dikaitkan dengan kanker hati, usus besar, dan payudara.

Temuan tersebut tidak berarti apel bisa menggantikan pengobatan medis. Namun, data ini memperkuat pandangan bahwa kulit apel mengandung komponen bioaktif yang tidak kalah penting dari bagian dalam buah.

Berikut ringkasan perbedaan manfaatnya:

Bagian apel Kandungan utama Manfaat yang dikaitkan
Kulit apel Serat, quercetin, flavonoid, triterpenoid Pencernaan, antioksidan, perlindungan kardiovaskular
Daging apel Air, gula alami, sebagian serat Hidrasi, energi cepat, rasa segar
Apel dikupas Lebih sedikit serat dan antioksidan Tetap bergizi, tetapi manfaatnya berkurang

Kekhawatiran Pestisida Bisa Dikelola dengan Cara yang Tepat

Alasan banyak orang mengupas apel biasanya berkaitan dengan residu pestisida di permukaan kulit. Kekhawatiran ini wajar, terutama pada apel non-organik yang dijual luas di pasaran.

Namun, artikel referensi menekankan bahwa solusi terbaik bukan langsung membuang kulitnya. Apel bisa dicuci lebih dulu dengan benar agar residu yang menempel berkurang secara signifikan.

Salah satu metode yang disebut efektif adalah merendam apel dalam larutan soda kue. Apel terlebih dulu dibilas, lalu direndam sekitar 10 hingga 15 menit dalam campuran empat sendok teh soda kue dan 1,5 liter air, sebelum dibilas kembali dengan air mengalir.

Metode lain yang disebutkan adalah menggunakan cuka putih atau air perasan lemon. Jika tersedia, apel organik juga menjadi pilihan yang lebih aman, terutama untuk anak-anak dan ibu hamil.

Kapan Apel Sebaiknya Dikupas?

Dalam kondisi tertentu, apel tetap boleh dikupas. Misalnya jika kulitnya rusak, terlalu keras untuk sebagian orang, atau bila ada masalah pencernaan yang membuat serat tinggi terasa kurang nyaman.

Untuk anak kecil, orang dengan sensitivitas pencernaan, atau mereka yang benar-benar khawatir terhadap residu permukaan, apel yang dikupas masih bisa menjadi pilihan. Hanya saja, manfaat nutrisinya memang tidak selengkap apel yang dimakan utuh.

Secara umum, apel yang dicuci bersih lalu dimakan bersama kulitnya memberi kombinasi terbaik antara serat, antioksidan, dan senyawa alami pelindung. Dengan cara itu, buah apel bisa dinikmati bukan hanya karena rasanya yang segar, tetapi juga karena nilai gizinya yang lebih utuh.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version