11 Makanan Luar Negeri yang Mirip Pastel, Dari Empanada Hingga Cornish Pasty

Pastel sudah lama dikenal sebagai gorengan favorit di Indonesia karena kulitnya renyah dan isiannya bisa disesuaikan dengan selera. Camilan berbentuk setengah lingkaran ini biasanya berisi sayuran, bihun, telur, daging, atau suwiran ayam, lalu dinikmati dengan cabai rawit, sambal kacang, atau saus cabai.

Menariknya, pastel bukan satu-satunya kudapan sejenis di dunia. Dari Spanyol hingga Inggris, banyak makanan luar negeri yang punya bentuk, teknik olah, atau fungsi yang mirip pastel, meski masing-masing tetap membawa identitas rasa dan tradisi yang berbeda.

Jejak Kuliner yang Mirip Pastel di Berbagai Negara

Kemiripan pastel dengan makanan lain di luar negeri menunjukkan bagaimana teknik membungkus isian dalam adonan sudah lama berkembang di banyak budaya. Dalam artikel referensi, empanada disebut sebagai salah satu pelopor kudapan berkulit renyah yang berasal dari Spanyol dan Portugis, lalu menyebar ke banyak wilayah.

Kata empanada sendiri berasal dari kata empanar, yang berarti membungkus atau melapisi dengan roti. Menurut The Spruce Eats, empanada sudah dibuat sejak 1520 dan kemudian ikut memengaruhi bentuk pastel yang dikenal di Indonesia.

1. Empanada dari Spanyol

Empanada punya bentuk setengah lingkaran seperti pastel, dengan isi yang sangat beragam. Isinya bisa berupa daging giling, sayuran, chorizo, atau campuran daun bawang dan keju.

Cita rasanya kuat karena memakai rempah seperti pimentón, oregano, dan bawang putih. Olahan ini bisa digoreng atau dipanggang, sehingga tekstur akhirnya bergantung pada teknik memasak yang dipilih.

2. Panada dari Manado

Di Indonesia, panada dari Manado sering disebut sebagai turunan empanada yang paling dekat dengan pastel. Kulitnya berupa adonan roti goreng yang lembut, sementara isiannya dikenal sebagai pampis, yaitu suwiran ikan cakalang pedas.

Panada punya aroma khas dari kemangi, daun jeruk, dan cabai yang membuat rasanya lebih tajam. Teksturnya empuk saat digigit, sehingga berbeda dari pastel yang biasanya lebih renyah.

3. Jalangkote dari Makassar

Jalangkote juga sering disandingkan dengan pastel karena bentuknya mirip dan sama-sama digoreng. Bedanya, kulit jalangkote lebih tipis, renyah, dan cenderung bergelembung saat matang.

Isi jalangkote biasanya lebih padat, terdiri dari wortel, kentang, bihun, dan telur rebus. Sajian ini semakin khas karena disertai saus cair pedas berbahan cuka, bawang putih, dan cabai.

4. Curry Puff dari Malaysia

Curry puff atau karipap dari Malaysia hadir dengan kulit puff pastry yang berlapis dan lebih garing. Dibandingkan pastel Indonesia, teksturnya terasa lebih ringan dan renyah.

Isinya umumnya ayam suwir atau kentang berbumbu kari kental. Camilan ini populer sebagai teman teh sore dan kini mudah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

5. Saltena dari Bolivia

Saltena pernah menarik perhatian publik internasional setelah fotonya dibagikan penyanyi Dua Lipa. Bentuknya memang sangat mirip pastel, tetapi isiannya berbeda karena mengandung kuah kaldu kental di dalamnya.

Selain daging giling atau suwiran ayam, saltena juga berisi telur dan sayuran. Berbeda dari pastel Indonesia yang cenderung kering, saltena punya isian lebih basah dan juicy.

6. Pastelillos dari Puerto Rico dan Republik Dominika

Kudapan Karibia ini juga kerap dianggap sebagai saudara dekat pastel. Bentuknya setengah lingkaran dan isiannya bisa berupa daging giling, keju, atau sayuran.

Pastelillos memakai rempah yang kuat dan sering ditambah potongan zaitun. Kulitnya tipis dan renyah, sehingga cocok sebagai camilan gurih beraroma tajam.

7. Catibias dari Republik Dominika

Catibias memakai kulit dari tepung singkong atau parutan singkong segar. Bahan ini membuat hasil akhirnya lebih renyah saat digoreng, tetapi tetap lembut dan kenyal di bagian dalam.

Isian catibias cukup beragam, mulai dari daging sapi berbumbu, keju, ayam, hingga makanan laut. Di Republik Dominika, camilan ini sering hadir saat santai atau pesta.

8. Empanadas de Pino dari Chili

Empanadas de Pino dikenal sebagai jajanan populer, terutama saat libur nasional di Chili. Ukurannya lebih besar dari pastel Indonesia dan kulitnya lebih tebal.

Isiannya terdiri dari daging cincang, bawang bombay, telur rebus, zaitun hitam, dan jintan. Dalam versi tradisional, empanadas de pino dipanggang dalam oven kayu, bukan digoreng.

9. Empanadas de Viento dari Ekuador

Kudapan ini punya kulit ringan yang menggelembung setelah digoreng, sehingga namanya berarti “angin”. Penggunaan kata itu merujuk pada tekstur kulitnya yang terasa ringan.

Isi empanadas de viento adalah keju meleleh, lalu setelah digoreng biasanya ditaburi gula pasir. Perpaduan gurih dan manis ini membuatnya berbeda dari pastel Indonesia.

10. Plantain Tart dari Panama

Plantain tart datang dengan isi pisang raja yang dihaluskan, vanili, pala, dan warna merah pada adonannya. Beberapa variasi juga menambahkan kayu manis, kelapa, atau kismis.

Kudapan ini bisa berbentuk setengah lingkaran atau segitiga, lalu dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang. Di Panama dan kawasan Karibia, sajian ini sering dinikmati sebagai penutup atau hidangan malam.

11. Cornish Pasty dari Inggris

Cornish pasty kerap disebut sebagai “saudara kembar” pastel dalam ukuran yang lebih besar. Camilan ini dulu menjadi bekal para penambang pada awal 1900-an karena praktis dan mengenyangkan.

Isinya biasanya daging sapi, kentang, bawang bombay, dan lobak Swedia. Ciri khas lain ada pada kulit tebal dengan teknik lipatan di satu sisi atau crimping.

Beragam makanan luar negeri yang mirip pastel itu memperlihatkan pola kuliner yang serupa lintas budaya, dari empanada di Spanyol sampai cornish pasty di Inggris. Meski bentuknya berdekatan, setiap negara memberi sentuhan bahan, rempah, dan teknik masak yang membuat masing-masing kudapan tetap punya identitas sendiri.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version