5 Kebiasaan Pagi Yang Diam-Diam Mengganggu Tubuh, Menurut Ahli Saraf

Pagi hari sering dianggap waktu terbaik untuk mengatur ritme tubuh sebelum beraktivitas. Namun, menurut Patricia Schmidt, ahli saraf yang dikutip dari YourTango, beberapa kebiasaan yang terasa sepele justru bisa mengganggu kesehatan tubuh dan membuat otak bekerja kurang optimal sejak awal hari.

Dalam konteks kesehatan saraf, 60 hingga 90 menit pertama setelah bangun tidur punya peran penting. Pada fase ini, tubuh sedang menyesuaikan diri dari kondisi istirahat menuju mode aktif, sehingga pilihan aktivitas pagi dapat memengaruhi suasana hati, fokus, dan energi sepanjang hari.

1. Langsung membuka ponsel

Banyak orang terbiasa mengecek pesan, media sosial, atau berita tepat setelah bangun tidur. Kebiasaan ini bisa memicu stres lebih cepat karena otak langsung menerima rangsangan dari luar sebelum tubuh benar-benar siap.

Patricia Schmidt menjelaskan bahwa kondisi itu dapat mendorong lonjakan kortisol secara berlebihan. Kortisol memang membantu tubuh bersiap menjalani hari, tetapi jika naik terlalu cepat karena paparan layar dan informasi, tubuh bisa merasa kewalahan sejak pagi.

2. Mengabaikan sinar matahari pagi

Jarang keluar rumah di pagi hari juga bisa berdampak pada ritme biologis tubuh. Cahaya matahari yang masuk ke mata membantu mengatur jam biologis, menekan hormon tidur, dan memberi sinyal bahwa tubuh perlu aktif.

Jika seseorang terlalu lama berada di ruangan gelap setelah bangun, tubuh bisa terasa lebih lesu dan kualitas tidur malam turut menurun. Biasakan terkena cahaya matahari pagi sekitar 10 hingga 20 menit, atau lebih singkat saat cuaca mendung, tanpa menatap langsung ke matahari.

3. Langsung bekerja tanpa jeda

Sebagian orang merasa produktif saat langsung membuka laptop dan mulai bekerja. Meski terdengar efisien, otak sebenarnya belum sepenuhnya siap untuk tugas yang menuntut fokus tinggi begitu baru bangun.

Pada momen awal pagi, kemampuan mengambil keputusan dan konsentrasi masih berjalan bertahap. Memberi jeda singkat untuk peregangan, berjalan ringan, atau duduk tenang dapat membantu otak bertransisi lebih stabil sebelum menghadapi pekerjaan yang padat.

4. Memulai hari dengan sarapan manis

Sarapan praktis seperti sereal manis atau roti dengan selai memang mudah disiapkan. Masalahnya, asupan tinggi gula dapat membuat kadar gula darah naik cepat lalu turun lagi dalam waktu singkat, sehingga energi ikut tidak stabil.

Kondisi ini sering berujung pada cepat lapar, sulit fokus, dan tubuh terasa lemas sebelum siang. Pilihan sarapan tinggi protein umumnya lebih disarankan karena membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung kinerja otak secara lebih konsisten.

  1. Telur rebus atau telur dadar.
  2. Tahu, tempe, atau ayam.
  3. Yogurt tinggi protein.
  4. Ikan dan sumber protein tanpa lemak lainnya.

5. Tidak segera minum air putih

Saat bangun tidur, tubuh umumnya berada dalam kondisi sedikit dehidrasi. Selama tidur, cairan tubuh tetap berkurang melalui pernapasan dan proses alami lainnya, sehingga kebutuhan hidrasi sebaiknya dipenuhi lebih awal.

Kurangnya cairan dapat memengaruhi fokus, kestabilan suasana hati, dan tingkat energi. Karena itu, minum sekitar 250 hingga 350 ml air putih setelah bangun bisa menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh kembali segar.

Kebiasaan pagi yang lebih membantu tubuh

Urutan pagi yang lebih sehat tidak harus rumit. Yang penting adalah memberi tubuh waktu untuk bangun secara alami, bukan langsung dibombardir oleh layar, pekerjaan, atau makanan tinggi gula.

Berikut pola sederhana yang bisa dicoba:

  1. Minum air putih setelah bangun.
  2. Terkena cahaya matahari pagi beberapa menit.
  3. Lakukan peregangan ringan.
  4. Tunda membuka ponsel.
  5. Pilih sarapan tinggi protein.

Sejumlah ahli tidur dan saraf juga menekankan bahwa ritme sirkadian sangat sensitif terhadap paparan cahaya, stres, dan pola makan pagi. Jika kebiasaan pertama di pagi hari sudah kacau, efeknya bisa terasa sampai malam, mulai dari sulit konsentrasi hingga kualitas tidur yang menurun.

Itulah sebabnya kebiasaan kecil di awal hari tidak boleh dianggap remeh. Dengan mengatur pagi secara lebih tenang dan terstruktur, tubuh punya peluang lebih besar untuk menjaga energi, fokus, dan kestabilan suasana hati hingga malam hari.

Source: www.beautynesia.id

Terkait