
Setelah pukul 7 malam, tubuh umumnya mulai bersiap memasuki fase istirahat. Pada jam ini, sejumlah kebiasaan justru bisa mengganggu ritme sirkadian, menekan kualitas tidur, dan dalam jangka panjang ikut membebani kesehatan jantung.
Dokter spesialis jantung Sanjay Bhojraj, MD, seperti dikutip CNBC Make It, menilai banyak faktor risiko penyakit jantung terbentuk dari kebiasaan rutin di malam hari. Ia menekankan bahwa penyakit jantung tidak muncul tiba-tiba, melainkan berkembang bertahun-tahun melalui sinyal berulang seperti tekanan darah, peradangan, pengaturan glukosa, dan kualitas tidur.
Kenapa kebiasaan malam penting untuk jantung
Ritme biologis tubuh bekerja berbeda pada malam hari. Sensitivitas insulin menurun, tubuh lebih lambat memproses glukosa dan lemak, lalu sistem pemulihan juga sedang aktif.
Karena itu, kebiasaan yang tampak sepele setelah jam 7 malam bisa berdampak pada tekanan darah, kadar gula, detak jantung, dan kualitas tidur. Dalam konteks kesehatan jantung, malam hari bukan waktu yang netral.
1. Makan larut malam
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu metabolisme. Data yang dirujuk dalam artikel menunjukkan makan malam yang terlambat dikaitkan dengan kadar gula darah lebih tinggi, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan sinyal inflamasi.
Pola makan lebih awal dinilai lebih baik untuk mendukung tekanan darah yang sehat, kontrol glukosa, dan risiko kardiovaskular yang lebih rendah. Ini juga memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan tanpa mengganggu proses perbaikan semalaman.
2. Terpapar cahaya malam yang terlalu terang
Cahaya yang menyilaukan, terutama yang dominan biru dari lampu atau layar, dapat menekan produksi melatonin. Hormon ini berperan dalam pengaturan tidur, pengendalian tekanan darah, dan fungsi antioksidan dalam sistem kardiovaskular.
Penelitian yang dikutip dalam sumber referensi menyebut paparan cahaya malam hari berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan gangguan pola tekanan darah normal pada malam hari. Lampu dengan cahaya redup dapat membantu menciptakan suasana yang lebih ramah untuk istirahat.
3. Menonton tayangan yang menegangkan
Acara yang memicu emosi kuat bisa menaikkan stres psikologis. Saat stres meningkat, sistem saraf simpatik ikut aktif, detak jantung naik, dan tekanan darah bisa terdorong lebih tinggi.
Penelitian juga menyebut stres akut dapat berkontribusi pada disfungsi endotel, yaitu tahap awal gangguan pembuluh darah yang terkait penyakit kardiovaskular. Pada orang dengan riwayat jantung tertentu, emosi yang sangat intens bahkan dapat menjadi pemicu masalah serius.
4. Olahraga berat terlalu malam
Olahraga tetap penting untuk menjaga jantung, tetapi waktunya perlu diatur. Latihan intens pada malam hari dapat mempertahankan kadar kortisol tetap tinggi dan membuat tubuh tetap dalam mode waspada.
Dampaknya, tidur bisa terganggu, detak jantung malam hari meningkat, dan variabilitas denyut jantung menurun. Variabilitas detak jantung yang baik umumnya menjadi tanda ketahanan kardiovaskular yang lebih sehat.
5. Minum alkohol untuk relaksasi
Sebagian orang menganggap alkohol membantu tubuh lebih cepat rileks. Padahal, kebiasaan ini justru bisa mengganggu tidur dan menekan produksi melatonin.
Kurang tidur berkaitan dengan detak jantung istirahat yang lebih tinggi dan hambatan pada penurunan tekanan darah normal saat malam. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memperburuk peradangan dan regulasi metabolisme yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung.
6. Bertengkar atau memelihara stres emosional di malam hari
Konflik di malam hari sering sulit dihindari, tetapi efeknya pada tubuh perlu diperhitungkan. Kemarahan dan stres dapat menaikkan kadar kortisol, menurunkan variabilitas detak jantung, dan memicu aritmia pada orang yang rentan.
Untuk kesehatan jantung, malam hari sebaiknya dipakai untuk menurunkan ketegangan, bukan memperpanjang beban emosional. Jika pembicaraan penting harus dilakukan, pilih waktu saat kondisi fisik dan mental masih lebih stabil.
7. Bermain ponsel tanpa batas sebelum tidur
Layar ponsel, tablet, dan televisi memancarkan blue light yang bisa menunda pelepasan melatonin. Akibatnya, ritme sirkadian bergeser dan orang lebih sulit tidur nyenyak.
Kurang tidur sendiri dikaitkan dengan hipertensi, resistensi insulin, peradangan, dan peningkatan risiko kardiovaskular. Karena itu, membatasi layar setidaknya menjelang tidur menjadi langkah praktis yang relevan untuk kesehatan jantung.
Langkah sederhana yang bisa dilakukan malam hari
- Selesaikan makan malam lebih awal dan jangan terlalu mepet waktu tidur.
- Redupkan lampu rumah dan kurangi paparan layar setelah jam 7 malam.
- Hindari tayangan yang sangat memicu stres menjelang tidur.
- Pilih aktivitas ringan seperti membaca, peregangan, atau mandi air hangat.
- Simpan percakapan emosional berat untuk waktu yang lebih tenang.
Membentuk rutinitas malam yang lebih tenang membantu tubuh masuk ke mode pemulihan, sementara jantung mendapat kesempatan bekerja dalam kondisi yang lebih stabil. Kebiasaan kecil setelah jam 7 malam sering tampak biasa, tetapi justru di sanalah banyak sinyal kesehatan jantung mulai terbentuk.
Source: www.beautynesia.id








