Nike SB telah menjadi salah satu lini sepatu skateboard paling berpengaruh karena memadukan teknologi performa, daya tahan, dan gaya yang tetap relevan di luar arena skatepark. Lini ini lahir pada 2002 dan sejak itu dikenal serius menjawab kebutuhan skater, mulai dari pemula hingga atlet profesional.
Bagi banyak skater, sepatu bukan sekadar aksesori. Sepatu yang tepat membantu menjaga kontrol di atas board, memberi grip yang stabil, dan melindungi kaki saat mendarat dari trik berulang.
Nike SB Dunk Low Pro
Nike SB Dunk Low Pro masih menjadi nama yang paling mudah dikenali di jajaran sepatu skateboard Nike. Model ini pertama kali dirilis pada 2002 dan kini juga dianggap sebagai salah satu siluet paling ikonik di industri sneakers.
Sepatu ini memakai Zoom Air cushioning di tumit untuk membantu meredam benturan saat landing. Nike juga menambahkan padding ekstra di lidah dan collar, lalu memakai upper suede premium yang lebih tahan terhadap gesekan grip tape.
Nike SB Janoski OG+
Nike SB Janoski OG+ lahir sebagai signature shoe Stefan Janoski dan menjadi salah satu model tersukses dalam sejarah Nike SB. Desainnya rendah, tipis, dan minimalis, sehingga memberi board feel yang sangat intuitif untuk trik teknikal.
Teknologi Zoom Air di bagian sol tetap menghadirkan kenyamanan tanpa membuat koneksi ke board terasa terputus. Model ini juga hadir dalam tiga pilihan warna dan cocok untuk skater yang ingin sepatu fungsional sekaligus mudah dipadukan dengan outfit kasual.
Nike SB Force 58
Nike SB Force 58 mengadopsi inspirasi dari sepatu tenis klasik Nike, lalu mengubahnya untuk kebutuhan skateboarding modern. Hasilnya adalah sepatu dengan tampilan bersih, retro, dan tetap fokus pada performa di atas board.
Sol vulcanized pada Force 58 membantu memberi board feel yang responsif. Upper yang diperkuat juga dirancang agar lebih tahan terhadap gesekan berulang dari grip tape, sementara empat pilihan warna membuatnya menarik untuk dipakai harian.
Nike SB Zoom Nyjah 4
Nike SB Zoom Nyjah 4 adalah opsi untuk skater yang bermain intens dan membutuhkan perlindungan lebih serius. Model ini dikembangkan bersama Nyjah Huston, salah satu skater paling dominan di dunia, sehingga orientasinya sangat jelas pada performa tinggi.
Nike memasang Zoom Air ganda di heel dan forefoot untuk membantu meredam benturan saat landing dari trik tinggi. Upper sintetis premium membuat sepatu ini kuat namun tetap fleksibel, dengan lima pilihan warna yang juga cocok dipakai sebagai sneakers kasual.
Nike SB Chron 2 Canvas
Nike SB Chron 2 Canvas cocok untuk pemula atau skater yang mencari pilihan lebih terjangkau sebagai sepatu latihan. Upper berbahan kanvas membuatnya terasa ringan dan breathable, sehingga nyaman dipakai dalam sesi yang lebih panjang.
Sol vulcanized pada model ini memberi grip dan board feel yang memadai untuk membangun rasa percaya diri di atas board. Dengan harga Rp999.000, Chron 2 Canvas menjadi pintu masuk yang efisien ke lini Nike SB tanpa mengorbankan fungsi dasar skate.
Perbandingan singkat rekomendasi Nike SB
| Model | Karakter utama | Cocok untuk | Harga resmi |
|---|---|---|---|
| Nike SB Dunk Low Pro | Cushioning kuat, ikonik | Skater yang ingin performa dan gaya | Rp1.729.000 |
| Nike SB Janoski OG+ | Tipis, presisi, board feel tinggi | Trik teknikal | Rp1.499.00 |
| Nike SB Force 58 | Retro, responsif, fleksibel | Skate harian dan gaya kasual | Rp1.099.000 |
| Nike SB Zoom Nyjah 4 | Proteksi maksimal, performa tinggi | Skater intens dan agresif | Rp1.729.000 |
| Nike SB Chron 2 Canvas | Ringan, simpel, ramah kantong | Pemula dan latihan | Rp999.000 |
Tips memilih sepatu skateboard Nike
- Pilih Janoski jika kamu sering melakukan flip trick dan butuh board feel tinggi.
- Pilih Dunk atau Nyjah jika kamu lebih sering menghadapi gap besar atau butuh cushioning lebih tebal.
- Perhatikan material upper, karena suede lebih tahan lama sedangkan kanvas terasa lebih ringan.
- Pastikan ukuran pas agar kontrol di atas board tetap optimal dan kaki tidak mudah cedera.
Dengan karakter yang berbeda-beda, Nike SB memberi ruang bagi skater untuk memilih sepatu sesuai gaya bermain, tingkat pengalaman, dan kebutuhan harian. Dari Dunk Low yang legendaris hingga Chron 2 yang ramah kantong, setiap model punya fungsi yang jelas untuk membantu skater tetap nyaman, stabil, dan percaya diri saat meluncur di atas board.
Source: www.idntimes.com






