Diabetes tidak hanya membuat kadar gula darah naik, tetapi juga dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah. Kondisi ini kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal jantung secara signifikan.
Menurut dr. Giovanno Rachmanda Maulana, Sp.JP, FIHA, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat penyempitan arteri. Risiko itu akan semakin besar bila diabetes terjadi bersamaan dengan hipertensi, kolesterol yang tidak terkontrol, obesitas, dan kurang aktivitas fisik.
Hubungan diabetes dan jantung sering tidak disadari
Banyak pasien baru memahami bahwa diabetes juga memengaruhi kesehatan jantung setelah komplikasi muncul. Padahal, gangguan pada pembuluh darah bisa berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Dalam sesi Health Talk bertajuk “Diabetes & Penyakit Jantung: Kombinasi Berbahaya yang Mengancam Nyawa” yang digelar Siloam Heart Hospital di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dr. Giovanno menegaskan bahwa diabetes bukan hanya persoalan gula darah. Ia menyebut kondisi ini juga berkaitan erat dengan kesehatan jantung karena dapat merusak pembuluh darah secara diam-diam.
Kerusakan pembuluh darah ini penting diperhatikan karena arteri yang menyempit akan menghambat aliran darah ke organ vital. Jika proses itu berlangsung terus-menerus, risiko serangan jantung dan gangguan kardiovaskular lain ikut meningkat.
Penanganan tidak cukup hanya menurunkan gula darah
dr. Giovanno menekankan bahwa pengelolaan diabetes perlu dilakukan secara menyeluruh. Pengendalian gula darah memang penting, tetapi dokter juga perlu memperhatikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan kebiasaan hidup pasien secara keseluruhan.
Pendekatan seperti ini menjadi penting karena banyak pasien memiliki lebih dari satu faktor risiko sekaligus. Jika satu faktor dibenahi tetapi faktor lain diabaikan, risiko komplikasi jantung tetap tinggi dan bisa berkembang tanpa disadari.
Pengelolaan yang baik juga membutuhkan deteksi dini, evaluasi menyeluruh, dan pemantauan berkelanjutan. Langkah-langkah ini membantu tenaga medis menilai kondisi pasien secara lebih tepat sebelum komplikasi yang lebih berat muncul.
Faktor risiko yang memperberat keadaan
Diabetes sering menjadi lebih berbahaya ketika disertai pola hidup yang tidak mendukung kesehatan jantung. Tekanan darah tinggi, kolesterol yang tidak terkontrol, obesitas, dan minim aktivitas fisik dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah pada penderita diabetes.
Kombinasi faktor-faktor itu membuat penyakit jantung dan diabetes menjadi ancaman serius. Masalahnya, keduanya sering berkembang tanpa tanda yang mencolok di awal, sehingga banyak orang merasa kondisinya masih aman padahal proses kerusakan sudah berjalan.
Karena itu, fokus perawatan perlu bergeser dari sekadar mengejar angka gula darah. Pemantauan menyeluruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan menjadi bagian penting untuk menekan risiko jangka panjang.
Pentingnya layanan jantung yang terintegrasi
Siloam Heart Hospital disebut menghadirkan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari skrining dan diagnosis hingga penanganan lanjutan. Layanan ini didukung tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman serta teknologi medis modern.
Pendekatan multidisiplin dinilai sangat penting untuk menangani pasien dengan kondisi kompleks, termasuk penderita diabetes. Dengan cara ini, proses penanganan bisa lebih terarah dan sesuai dengan risiko yang dihadapi masing-masing pasien.
Melalui edukasi kesehatan seperti ini, kesadaran masyarakat diharapkan meningkat tentang kaitan erat antara diabetes dan penyakit jantung. Pemahaman sejak dini penting agar pencegahan dan pengelolaan bisa dilakukan lebih cepat sebelum komplikasi berkembang lebih jauh.
Source: www.beautynesia.id






