Mpok Ati menjadi salah satu sosok perempuan yang menunjukkan bahwa profesi pengemudi pesan-antar makanan tidak mengenal batas gender. Di Jakarta, Solati yang kini berusia 51 tahun itu sudah hampir 6 tahun bekerja sebagai driver online untuk mengantar makanan di ShopeeFood.
Kisahnya menarik karena ia tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga membangun masa depan keluarga lewat pekerjaan tersebut. Dari penghasilannya sebagai mitra pengemudi, Mpok Ati berhasil membantu anak-anaknya melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.
Perempuan yang tetap bergerak di banyak peran
Mpok Ati mulai bergabung sebagai driver ShopeeFood sejak 2021. Ia melihat pekerjaan itu sebagai jalan untuk tetap mandiri dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa tampil kuat di bidang yang kerap dianggap identik dengan laki-laki.
Dalam wawancara, ia menyebut bahwa pandangan meremehkan memang pernah ia temui. Namun, ia memilih tidak memikirkannya terlalu jauh karena yang utama baginya adalah membawa rezeki untuk anak-anaknya di rumah.
Semangat itu membuat pekerjaannya tidak berhenti pada urusan antar makanan semata. Mpok Ati juga mengambil peran lain dalam kehidupan sosial dan pendidikan yang ia jalani sekaligus.
Kuliah, keluarga, dan kepedulian sosial
Selain bekerja sebagai driver, Mpok Ati tercatat sebagai mahasiswa program studi Hukum di Universitas Terbuka. Langkah itu menunjukkan komitmen pribadi untuk terus belajar sambil menjalankan tanggung jawab sebagai ibu.
Ia juga aktif sebagai kader paliatif di Yayasan Kanker Indonesia. Dalam peran tersebut, Mpok Ati ikut mendampingi pasien kanker, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.
Di luar itu, ia turut menjadi relawan sosial siaga bencana. Ia menyebut keinginannya untuk tetap bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, sejalan dengan semangat Kartini yang ingin memberi dampak lewat peran masing-masing.
Makna Kartini dalam keseharian seorang driver
Kisah Mpok Ati menjadi gambaran bagaimana semangat Kartini hadir dalam kehidupan sehari-hari perempuan pekerja. Ia menegaskan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang setara untuk berjuang dan memberi perubahan.
Ungkapannya tentang ingin berjuang seperti Kartini untuk anak-anaknya memperlihatkan bahwa kesetaraan tidak berhenti pada wacana. Bagi Mpok Ati, kesetaraan terasa nyata ketika perempuan dapat bekerja, belajar, dan tetap hadir untuk keluarga serta lingkungan sosial.
Cerita seperti ini juga menunjukkan bahwa pekerja sektor informal punya kontribusi yang besar dalam kehidupan banyak orang. Di balik aktivitas pengantaran makanan, ada tanggung jawab ekonomi, pendidikan keluarga, dan kepedulian sosial yang berjalan bersamaan.
Apresiasi ShopeeFood untuk driver perempuan
ShopeeFood merayakan para perempuan tangguh melalui kegiatan apresiasi yang digelar dalam rangka Hari Kartini. Bersama Dapur Cokelat, platform tersebut menghadirkan aktivitas menghias kue sebagai ruang untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi mitra pengemudi perempuan.
Rizkyandi Ramadhan, Head of Business Development ShopeeFood, mengatakan kolaborasi itu bertujuan memberi momen apresiasi kepada mitra pengemudi perempuan yang berperan besar dalam keseharian masyarakat. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi mereka untuk menikmati waktu untuk diri sendiri dan mengekspresikan kreativitas.
Dukungan itu tidak berhenti pada kegiatan simbolik. Dapur Cokelat juga memberi diskon khusus bagi mitra pengemudi untuk sejumlah menu, termasuk kue ulang tahun dan aneka dessert pilihan, yang tersedia melalui aplikasi Mitra Pengemudi pada program benefit PuJOSera.
ShopeeFood juga menghadirkan program spesial Hari Kartini bersama Electrum. Program itu mencakup penawaran deposit Rp0, free baterai unlimited selama 3 hari, serta gratis sewa hingga 20 hari untuk mitra pengemudi yang mengakses benefit tersebut.
Di tengah berbagai apresiasi itu, kisah Mpok Ati tetap menjadi inti yang paling kuat. Seorang perempuan yang bekerja keras sebagai driver, menempuh kuliah, mendidik anak, dan tetap aktif membantu orang lain menunjukkan bahwa inspirasi sering hadir dari rutinitas yang dijalani dengan tekad dan tanggung jawab.
Source: www.idntimes.com






