Nama Dan Darmawan mendadak ikut mencuat saat publik menyoroti kasus hukum yang menyeret penyanyi Amerika Serikat, d4vd. Perbincangan itu berkembang setelah diketahui ada musisi lokal Indonesia yang terlibat di balik karya yang ikut melambungkan nama sang penyanyi.
Sosok ini menarik perhatian karena tidak datang dari jalur sorotan publik yang biasa. Dan Darmawan justru dikenal sebagai produser musik yang cenderung tertutup, tetapi karyanya dipakai dalam lagu-lagu yang kemudian viral di ranah global.
Musisi lokal di balik lagu d4vd
Dan Darmawan disebut sebagai sosok di balik lagu viral yang dibawakan d4vd. Ia juga diketahui terlibat dalam cipta lagu “Here with Me”, salah satu karya yang banyak dikenal publik.
Namanya juga dikaitkan dengan produksi lagu “Romantic Homicide” yang dibawakan d4vd. Dua judul itu membuat perhatian publik bergeser sejenak dari kasus hukum yang ramai menjadi rasa penasaran terhadap siapa figur Indonesia di belakang proses kreatif tersebut.
Dan Darmawan dikenal sebagai produser musik yang berbasis di Jawa Tengah. Ia kerap membuat lagu dan sample track gratis yang bisa dipakai para musisi, termasuk oleh d4vd.
Model distribusi karya itu menjadi salah satu hal yang membuat namanya menarik dibahas. Alih-alih tampil sebagai figur publik yang agresif membangun citra, ia justru dikenal lewat materi musik yang dibagikan untuk digunakan pihak lain.
Sosok yang minim eksposur
Informasi tentang Dan Darmawan terbilang sangat terbatas. Ia disebut tidak banyak mengekspos identitas pribadinya ke ruang publik.
Karena itu, sosoknya kerap dianggap misterius. Meski begitu, jejak karyanya tetap beredar dan mendapat perhatian hingga dilirik oleh d4vd serta tim produksinya.
Di media sosial, akun X @MiskinTV_ ikut menyoroti fakta ini. Akun tersebut menyebut lagu hit “Here with Me” diciptakan oleh orang Indonesia bernama Dan Hermawan, meski nama yang lebih banyak disebut dalam pembahasan adalah Dan Darmawan.
Akun yang sama juga menyebut pernah mendapat cerita dari seorang teman musisi bahwa sosok tersebut tinggal di wilayah Cilacap dan Purwokerto. Disebut pula bahwa ia memiliki kanal YouTube berisi karya-karya musik yang dibagikan secara gratis.
Keterangan itu memperkuat gambaran bahwa Dan Darmawan lebih dikenal lewat karya ketimbang profil personal. Kanal musik dan sample track gratis itu menjadi pintu utama publik mengenali kontribusinya.
Mengapa namanya muncul sekarang
Nama Dan Darmawan ramai dibicarakan di tengah pemberitaan besar tentang d4vd, yang juga dikenal dengan nama David Burke. Kasus itu berkaitan dengan pembunuhan seorang perempuan di Los Angeles dan berkembang menjadi perhatian luas.
Menurut rincian kasus yang beredar, Celeste Rivas Hernandez dilaporkan hilang oleh keluarganya di Lake Elsinore pada April 2024 saat berusia 13 tahun. Setelah berbulan-bulan menghilang, polisi menemukan sisa-sisa jenazahnya pada 8 September 2025 di Hollywood Hills.
Jenazah ditemukan dalam kondisi membusuk dan termutilasi di dalam bagasi depan atau frunk sebuah Tesla Model Y milik d4vd. Mobil itu dilaporkan dalam keadaan kotor dan telah ditinggalkan di pinggir jalan selama berminggu-minggu sebelum akhirnya diderek.
Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa Celeste terakhir kali terlihat hidup pada 23 April 2025. Saat itu, ia disebut diundang ke rumah sewaan mewah Burke di Hollywood Hills.
Jaksa menduga Burke membunuh remaja tersebut karena Celeste mengancam akan melaporkan hubungan seksual ilegal yang disebut telah berlangsung sejak korban berusia 13 tahun. Jaksa menilai hal itu berpotensi menjadi skandal yang dikhawatirkan dapat merusak karier musik Burke yang sedang naik.
Di tengah perkembangan kasus itu, publik mulai menelusuri ulang katalog musik dan jejaring kreatif d4vd. Dari situ, nama Dan Darmawan ikut terangkat sebagai salah satu musisi Indonesia yang punya keterkaitan dalam proses lahirnya sejumlah lagu penting.
Perkembangan perkara d4vd
Pada April 2026, David Burke resmi ditangkap dan didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat pertama, tindakan cabul terhadap anak di bawah 14 tahun, serta mutilasi jenazah. Dalam sidang perdana pada 20 April 2026, Burke menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan.
Pihak pengacara menyatakan Burke tidak menyebabkan kematian Celeste dan berjanji memberikan pembelaan yang kuat. Sementara itu, jaksa mengungkap adanya 40 terabyte bukti digital, termasuk konten pornografi anak yang disebut ditemukan di akun iCloud milik Burke saat penangkapan.
Jika terbukti bersalah atas pembunuhan dengan keadaan khusus, Burke terancam hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Ia juga sempat membatalkan tur dunianya segera setelah penemuan jenazah tersebut.
Di luar pusaran kasus itu, kemunculan nama Dan Darmawan memperlihatkan bahwa jejak musisi Indonesia bisa hadir dalam karya-karya global tanpa banyak sorotan sejak awal. Sosoknya yang minim eksposur justru membuat rasa ingin tahu publik makin besar ketika keterlibatannya dalam lagu-lagu d4vd mulai diketahui luas.
Source: www.suara.com






