ArtSwara bersiap membawa kembali MAR ke panggung dengan skala yang lebih besar. Pertunjukan musikal yang mengangkat cinta, pengorbanan, dan ketahanan dalam latar sejarah Indonesia itu dijanjikan hadir lebih spektakuler dibanding pentas sebelumnya.
Re-run MAR ini akan digelar di Ciputra Artpreneur, Ciputra World Jakarta pada 15-17 Mei 2026. Sebelumnya, pergelaran musikal produksi ke-13 ArtSwara itu pertama kali dipentaskan pada 26-28 Februari 2025 di tempat yang sama.
Keputusan menghadirkan MAR lagi datang dari rasa belum puas terhadap pertunjukan sebelumnya. Executive Producer MAR, Maera, mengatakan pementasan ulang ini juga menjawab keinginan publik yang ingin melihat MAR kembali tampil di panggung.
Pementasan kali ini membawa tambahan enam casting baru. ArtSwara juga menyiapkan sejumlah peningkatan di berbagai aspek pertunjukan agar pengalaman yang disajikan terasa berbeda dari versi sebelumnya.
Deretan pemain dan cerita yang dibawa kembali
MAR mengisahkan perjalanan Nin saat mengenang masa mudanya. Di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan tragedi Bandung Lautan Api, penonton diajak mengikuti romansa antara Mar, seorang prajurit yang berani dan setia, dan Aryati, sukarelawati rumah sakit yang penuh kasih dan tekad kuat.
Gabriel Harvianto kembali berperan sebagai Mar, sementara Galabby memerankan Aryati. Sejumlah nama lain yang ikut tampil antara lain Bima Zeno Pooroe, Taufan Purbo, Chandra Satria, Sita Nursanti, Tanta Ginting, Teza Sumendra, Renno Krisna, Devina Karyasasmita, dan Putri Indam Kamila.
Kehadiran para pemain tersebut memperkuat posisi MAR sebagai produksi musikal yang bertumpu pada kolaborasi aktor dan aktris kenamaan. Pertunjukan ini juga sudah mencatat pengakuan di industri hiburan nasional lewat penghargaan Album Musikal Terbaik dan Aransemen Vokal Terbaik pada 28th AMI Awards 2025.
Peningkatan artistik dan musikal
ArtSwara menjanjikan pengalaman baru lewat tata suara yang prima dan rancangan panggung istimewa. Repertoar karya Ismail Marzuki juga dihadirkan dengan warna yang lebih memikat untuk mengajak penonton mengenal lebih jauh karya-karya sang komponis.
Cerita MAR ditulis oleh Titien Watimena berdasarkan ide orisinal Maera. Pementasan ini juga disutradarai oleh Maera bersama co-sutradara Rusmedie Agus, sehingga narasi dan visualnya diarahkan untuk menegaskan warisan budaya dan sejarah Indonesia.
Di sisi musik, Dian HP bertindak sebagai direktur musik. Komposisi abadi Marzuki diinterpretasikan ulang dengan sentuhan jazz yang dinamis, dengan nuansa yang mengingatkan pada era Glen Miller dan selaras dengan semangat Bandung Lautan Api.
Maera menyebut tahun 2026 akan menjadi momen ketika Ava Victoria memimpin dan memainkan musik drama musikal MAR. Penataan musik itu menjadi salah satu unsur penting yang memperkuat ambisi ArtSwara menghadirkan pertunjukan yang lebih matang dan lebih berani.
Misi yang lebih luas dari satu pertunjukan
Bagi Maera, MAR bukan hanya penghormatan kepada Ismail Marzuki. Pertunjukan ini juga menjadi ruang eksplorasi terobosan baru dalam dunia teater musikal.
Ia menilai pendekatan baru lewat narasi yang segar dan inovatif penting agar warisan Marzuki tetap relevan bagi audiens yang lebih luas. Dari sudut pandang itu, MAR diposisikan sebagai undangan untuk menyaksikan keindahan cinta, kekuatan pengorbanan, dan dampak musik yang menjembatani generasi.
Produser MAR, Rr. Firsty Dewi, menambahkan bahwa ArtSwara memiliki visi membangun ekosistem musikal besar di Indonesia. Target itu juga diarahkan untuk menarik generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai seni pertunjukan musikal.
Source: www.idntimes.com