Banyak ide bagus tidak pernah menjadi karya nyata karena terhenti di satu titik yang sama, yaitu menunggu waktu yang dianggap paling tepat. Di tengah ekspektasi sosial yang tinggi dan arus informasi yang deras, banyak anak muda justru memilih menahan langkah karena merasa belum cukup siap.
Situasi ini membuat perfeksionisme berubah dari dorongan untuk tampil baik menjadi hambatan psikologis yang menunda tindakan. Akibatnya, gagasan yang seharusnya bisa memberi dampak bagi lingkungan sekitar hanya berhenti sebagai rencana di kepala.
Fenomena itu menjadi perhatian ParagonCorp, perusahaan di balik Wardah, Make Over, Emina, dan 11 brand lainnya. Sejak berdiri pada 1985, perusahaan ini meyakini bahwa investasi terbesar organisasi bukan terletak pada produk, melainkan pada manusianya.
Dari keyakinan itu, lahir langkah yang melampaui bisnis kosmetik melalui program pengembangan mahasiswa lintas daerah bernama Novo Club. Program ini dirancang bukan sebagai seminar singkat atau kompetisi sesaat, tetapi sebagai pendampingan selama 1,5 tahun dari tahap menemukan ide hingga eksekusi nyata.
Ruang aman untuk mulai
Pendekatan ini menempatkan keberanian untuk memulai sebagai fondasi utama. Mahasiswa diberi ruang aman untuk mencoba, gagal, belajar, lalu membangun gerakan di komunitasnya masing-masing.
Di tengah budaya yang sering menuntut hasil serba matang sejak awal, model seperti ini menjadi relevan. Banyak anak muda sebenarnya memiliki gagasan, tetapi tertahan oleh ketakutan akan penilaian, kegagalan, dan standar kesempurnaan yang terasa terlalu tinggi.
Salman Subakat, CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), menekankan bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari orang yang paling siap. Menurut dia, perubahan justru kerap lahir dari mereka yang cukup berani untuk melangkah lebih dulu.
“Jangan tunggu sempurna untuk memulai. Karena semua orang hebat hari ini pernah berada di titik yang sama: belum siap, tapi tetap melangkah,” ujar Salman dalam acara Welcoming Novo Club Batch 4 bertema “Berani Berinovasi, Berdampak Tanpa Batas”.
Pesan itu menjadi inti pendekatan yang dibawa program tersebut. Fokusnya bukan hanya membangun rasa percaya diri, tetapi juga mengubah keberanian menjadi kebiasaan bertindak.
Bukan sekadar motivasi
Novo Club bekerja dalam tiga lapisan yang saling terkait. Program ini membangun innovation mindset, menyediakan platform talent development yang menyeluruh, dan menyiapkan pemimpin masa depan Indonesia.
Ketiga unsur itu tidak dijalankan secara terpisah. Semuanya dirajut dalam perjalanan pembinaan yang panjang agar peserta tidak berhenti pada semangat awal, tetapi mampu membawa ide sampai menjadi aksi yang terukur.
Model ini juga mencerminkan cara ParagonCorp bertumbuh dari perusahaan kecil menjadi salah satu pemain besar FMCG di Indonesia. Artinya, proses panjang, pembelajaran berulang, dan keberanian mengambil langkah menjadi bagian penting dari pertumbuhan itu sendiri.
Pendekatan tersebut penting karena banyak program pengembangan anak muda berhenti di tahap inspirasi. Setelah acara selesai, peserta sering kembali pada rutinitas tanpa dukungan yang cukup untuk mengeksekusi gagasan.
Dengan pendampingan jangka panjang, hambatan yang biasanya muncul setelah fase antusiasme awal bisa dihadapi lebih realistis. Mulai dari keraguan pribadi, ketakutan gagal, hingga kesulitan menjaga konsistensi saat proyek mulai dijalankan.
Dampak yang sudah terlihat
Hasilnya terlihat pada capaian Batch 3. Tercatat ada 5.806 proyek mahasiswa yang berhasil diselesaikan di berbagai penjuru Indonesia.
Jumlah itu menunjukkan bahwa ketika anak muda didorong untuk bertindak, dampaknya bisa sangat luas. Proyek-proyek tersebut hadir dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelestarian lingkungan, kesehatan, hingga ekonomi kreatif.
Ukuran keberhasilan program ini tidak berhenti pada jumlah peserta yang bergabung. Yang lebih penting adalah bagaimana ide yang sebelumnya tertunda bisa berubah menjadi aksi nyata yang menjawab kebutuhan di sekitar mereka.
Dampak itu juga memperlihatkan bahwa kendala utama sering kali bukan ketiadaan ide. Persoalannya justru terletak pada keberanian untuk memulai dan keberadaan ekosistem yang memungkinkan proses belajar berlangsung tanpa takut salah.
Semangat itu dirasakan pula oleh peserta angkatan terbaru. Shadrina Aliya Shafa, perwakilan mahasiswa dari Region 7, menilai rangkaian pembukaan program menghadirkan pesan yang membangun kepercayaan diri dan membuat peserta tidak takut gagal.
“Kesan pesan dari Novo hari ini sangat inspiratif dan sangat seru ya, karena kalau dilihat tadi banyak pemateri-pemateri hebat yang bikin kita lebih percaya diri dan gak takut gagal,” ujar Shadrina. Ia juga berharap program itu terus menghadirkan kegiatan positif yang membuat anak muda lebih berenergi dan berani memberi dampak.
Bagi banyak mahasiswa, dukungan seperti ini bisa menjadi pembeda antara ide yang hanya disimpan dan ide yang dijalankan. Ketika tekanan untuk tampil sempurna mulai dikurangi, ruang untuk belajar dan bertumbuh justru menjadi lebih besar.
Pesan yang muncul dari pendekatan ini sederhana, tetapi kuat: menunda sampai semuanya sempurna justru bisa membuat peluang hilang tanpa sempat diuji. Dalam konteks generasi muda yang penuh potensi, keberanian untuk memulai tampak semakin penting daripada menunggu kesiapan yang belum tentu pernah benar-benar datang.
Source: www.suara.com