Sarapan Manis Saat Perut Kosong, Efeknya Bisa Bikin Tubuh Cepat Lemas dan Cepat Lapar

Banyak orang mengawali pagi dengan roti selai, sereal manis, kue, teh manis, atau kopi bergula. Kebiasaan ini memang memberi energi cepat, tetapi saat dikonsumsi ketika perut masih kosong, tubuh bisa merespons dengan lonjakan gula darah yang tajam.

Dampaknya tidak berhenti pada rasa manis di lidah. Tubuh dapat terasa lemas, mudah lapar, dan mengantuk di tengah aktivitas pagi jika asupan gula terlalu tinggi dan tidak dibarengi nutrisi lain.

Lonjakan gula darah terjadi lebih cepat

Saat gula masuk ketika perut kosong, tubuh menyerapnya lebih cepat sehingga kadar glukosa dalam darah naik secara tajam. Tanpa nutrisi lain yang memperlambat pencernaan, tubuh lalu memproduksi lebih banyak insulin untuk menstabilkan kadar gula darah.

Masalahnya, lonjakan itu sering diikuti penurunan gula darah yang cepat. Kondisi ini membuat tubuh mudah lelah, kehilangan tenaga, dan kurang berenergi saat memulai hari.

Rasa lapar datang lebih cepat

Makanan tinggi gula tidak memberi rasa kenyang yang bertahan lama. Sebaliknya, gula justru dapat merangsang nafsu makan sehingga seseorang lebih cepat merasa lapar.

Karena itu, sarapan seimbang lebih disarankan dibanding menu tinggi karbohidrat sederhana dan gula seperti sereal manis. Asupan protein membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengurangi dorongan untuk makan berlebihan.

Kebiasaan manis bisa memicu ngidam

Sarapan tinggi gula juga dapat memengaruhi keinginan makan setelahnya. Kandungan gula yang tinggi dapat memengaruhi hormon dan sistem penghargaan di otak yang berkaitan dengan rasa puas serta dorongan untuk makan.

Jika kebiasaan ini terus berulang, tubuh cenderung lebih sering menginginkan makanan manis di kemudian hari. Pola tersebut membuat asupan gula harian sulit dikendalikan.

Risiko jangka panjang ikut meningkat

Bila dilakukan berlebihan dalam jangka panjang, kebiasaan sarapan manis dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Salah satu risikonya adalah diabetes tipe 2, terutama ketika konsumsi gula tinggi terjadi terus-menerus saat pagi.

Saat gula darah naik berulang kali, pankreas harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin dalam jumlah lebih banyak. Jika kondisi ini berlangsung lama, tubuh bisa mengalami resistensi insulin, yaitu saat sel-sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik.

Akibatnya, gula menumpuk dalam darah dan risiko diabetes tipe 2 ikut meningkat. Karena itu, pilihan menu pagi perlu diperhatikan sejak awal hari, terutama bagi mereka yang sering mengandalkan minuman atau makanan manis sebagai sarapan.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version