Sekali Teguk Banyak Suplemen, Apoteker Ingatkan Risiko Ginjal dan Zat Aktif Saling Tabrak

Aksi Reizuka Ari yang menelan banyak pil suplemen sekaligus dalam video viral memicu kekhawatiran kalangan medis. Sorotan utamanya bukan sekadar jumlah pil yang diminum, tetapi risiko interaksi zat aktif, dosis berlebih, dan beban pada organ tubuh.

Peringatan itu muncul setelah konten kreator TikTok tersebut memperlihatkan tumpukan vitamin dari berbagai merek, termasuk brand asal Australia, lalu meminumnya dalam satu waktu. Video itu cepat menarik perhatian karena menampilkan konsumsi suplemen dalam jumlah besar sebagai sesuatu yang terlihat biasa.

Apoteker Heni menjadi salah satu tenaga kesehatan yang menanggapi aksi tersebut. Ia menilai kebiasaan menelan banyak suplemen sekaligus bisa membuat manfaatnya justru tidak optimal dan dalam kondisi tertentu berbahaya.

Menurut Heni, setiap suplemen memiliki aturan konsumsi yang berbeda untuk membantu penyerapan zat aktif berjalan lebih baik. Saat beberapa jenis suplemen diminum bersamaan, sebagian kandungannya bisa saling mengganggu di saluran cerna.

Zat aktif bisa saling “berebut”

Heni menyoroti potensi interaksi antara zat besi dan zinc dalam multivitamin dengan kalsium. Bila dikonsumsi bersamaan, zat-zat tersebut dapat bersaing dalam proses penyerapan di usus.

Akibatnya, penyerapan tidak berlangsung optimal. Artinya, konsumsi banyak suplemen sekaligus bukan otomatis membuat tubuh mendapat manfaat lebih besar.

Masalah lain yang disorot adalah overlapping atau tumpang tindih kandungan dari beberapa produk berbeda. Dalam pengamatannya terhadap tumpukan suplemen yang dikonsumsi Rei, Heni menghitung total vitamin B6 yang masuk mencapai 80 mg dalam sekali minum.

Temuan itu menunjukkan bagaimana kandungan yang sama bisa muncul di beberapa suplemen tanpa disadari. Ketika beberapa produk dikonsumsi sekaligus, akumulasi zat tertentu dapat meningkat dan berpotensi melampaui kebutuhan.

Kekhawatiran soal kebiasaan mengonsumsi banyak suplemen juga pernah mendapat perhatian dari Robert J. Fontana, MD, profesor kedokteran dari University of Michigan. Ia mengingatkan bahwa banyak orang keliru menganggap suplemen sama amannya dengan buah-buahan.

Padahal, suplemen tetap mengandung zat aktif yang masuk ke tubuh dan diproses oleh organ. Karena itu, cara konsumsi, dosis, dan kombinasi produk tetap perlu diperhatikan.

Suplemen bukan pengganti makan sehat

Olivia Thomas, MS, RD, LDN dari Boston Medical Center juga menekankan bahwa suplemen hanyalah tambahan. Ia mengingatkan bahwa suplemen bukan jalan pintas menuju tubuh sehat, apalagi pengganti pola makan seimbang.

Pesan ini penting di tengah tren konsumsi vitamin dan suplemen yang sering dianggap selalu aman selama dijual bebas. Dalam praktiknya, penggunaan yang berlebihan atau tidak tepat justru bisa membuat tubuh menanggung risiko yang tidak perlu.

Kalangan medis menilai persepsi “semakin banyak semakin baik” perlu diluruskan. Tubuh tidak otomatis memperoleh manfaat maksimal hanya karena menerima banyak pil dalam satu kali minum.

Sebaliknya, konsumsi seperti itu dapat membuat sebagian zat tidak terserap baik. Efeknya, pengeluaran bertambah tetapi hasilnya belum tentu sebanding, bahkan bisa berujung masalah kesehatan.

Ginjal dan hati bisa terbebani

Risiko yang lebih serius muncul pada orang dengan kondisi medis tertentu. Cindy Reuter dari Dartmouth Health mengingatkan bahwa penderita gangguan hati, ginjal, jantung, hingga pasien kanker harus ekstra berhati-hati saat mengonsumsi suplemen.

Hal itu karena hati dan ginjal bekerja menyaring zat-zat yang masuk ke dalam tubuh. Jika organ-organ ini dibebani dosis tinggi sekaligus, risiko kelelahan atau kerusakan bisa meningkat.

Peringatan serupa relevan untuk ibu hamil dan menyusui. Kelompok ini dianjurkan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi produk apa pun, termasuk suplemen yang umum dijual di pasaran.

Kasus yang ramai dibicarakan lewat video Reizuka Ari akhirnya membuka diskusi lebih luas soal cara konsumsi suplemen yang benar. Fokusnya bukan melarang suplemen, melainkan mengingatkan bahwa produk tambahan kesehatan tetap harus digunakan dengan cermat.

Bagi tenaga kesehatan, persoalan utama bukan hanya jumlah pil yang tampak banyak di tangan, melainkan kombinasi kandungan di dalamnya. Saat beberapa suplemen diminum bersamaan tanpa memperhatikan aturan pakai, tubuh bisa menghadapi penyerapan yang tidak efektif, tumpang tindih dosis, dan beban kerja organ yang lebih berat.

Source: www.suara.com
Exit mobile version