Semangkuk Bayam Setiap Hari, Efeknya Ternyata Menyentuh Berat Badan Hingga Otak

Semangkuk bayam setiap hari bukan sekadar pelengkap menu sehat. Sayuran hijau ini membawa banyak nutrisi dalam porsi yang kecil, sehingga sering dipilih sebagai cara praktis untuk menambah asupan gizi harian tanpa menambah banyak kalori.

Bayam juga mudah masuk ke berbagai jenis hidangan. Ahli diet terdaftar Kayla Kopp, RD, LD, menyebut bayam bisa dimakan mentah atau dimasak, lalu cocok untuk salad, makanan pembuka, smoothie, hingga hidangan utama.

Secara gizi, sekitar 100 gram bayam mentah hanya mengandung 23 kalori, 3,6 gram karbohidrat, dan 3 gram protein. Bayam juga bebas kolesterol dan lemak, sehingga sering dipandang sebagai pilihan yang ringan tetapi padat nutrisi.

Dalam satu porsi, bayam menyumbang vitamin dan mineral dalam jumlah tinggi. Kandungan utamanya meliputi vitamin K, vitamin A, folat, vitamin C, vitamin E, mangan, magnesium, riboflavin, zat besi, tembaga, dan kalium.

Salah satu manfaat yang paling sering dicari adalah dukungan untuk berat badan. Melansir PharmEasy, bayam membantu diet karena rendah kalori tetapi tinggi nutrisi, sehingga bisa memberi rasa kenyang lebih lama.

Efek kenyang itu ikut menekan nafsu makan. Kondisi ini dapat membantu mengurangi kebiasaan makan berlebihan saat waktu makan tiba.

Bayam juga membawa manfaat bagi daya tahan tubuh. Sayuran ini mengandung antioksidan, termasuk karotenoid seperti karoten dan lutein, yang membantu memperkuat sistem imun.

Peran antioksidan tersebut tidak berhenti di sana. Bayam disebut ikut membantu melindungi tubuh dari bakteri, jamur parasit, dan virus, sekaligus dikaitkan dengan perlindungan dari penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit autoimun, hingga Alzheimer.

Bagi penderita diabetes, bayam punya nilai tambah lain. Kandungan antioksidan asam-lipoat di dalamnya membantu menjaga kadar glukosa tetap rendah dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin.

Manfaat berikutnya menyentuh kesehatan otak. Menurut Cleveland Clinic, konsumsi setengah cangkir bayam matang atau sayuran hijau lainnya setiap hari dapat memperlambat penurunan memori yang berkaitan dengan usia.

Efek itu berkaitan dengan antioksidan, folat, dan filokuinon atau bentuk vitamin K dalam sayuran hijau. Ketiganya membantu melindungi sel-sel otak dan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer.

Bayam juga mendukung kesehatan pencernaan. Kandungan air dan serat yang tinggi membantu kerja usus lebih baik, menjaga kesehatan usus, dan efektif mencegah sembelit.

Dalam satu cangkir bayam matang, seratnya tercatat lebih dari 4 gram. Karena bisa dinikmati dalam kondisi matang atau mentah, bayam juga mudah dipakai untuk menambah asupan serat harian.

Kesehatan mata menjadi manfaat lain yang menonjol. EatingWell menyebut bayam memiliki vitamin A yang melimpah, bahkan lebih tinggi daripada wortel, serta kaya antioksidan, vitamin E, dan vitamin C yang penting untuk mata.

Ahli diet Wan Na Chun, MPH, RD, CPT, menjelaskan bahwa bayam kaya lutein dan zeaxanthin. Kedua antioksidan ini berperan dalam meningkatkan kesehatan mata dan berpotensi mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia.

Penelitian juga menunjukkan lutein dan zeaxanthin membantu mengurangi risiko katarak dan pembentukan serta perkembangan ARMD. Lutein bahkan disebut membantu melindungi retina dari stres oksidatif yang disebabkan diabetes.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version