Jakarta masih punya banyak pilihan kuliner yang bertahan bukan karena tren, melainkan karena rasa yang konsisten selama puluhan tahun. Di tengah gempuran kafe baru dan makanan viral, lima tempat makan legendaris ini tetap jadi tujuan warga lokal yang mencari cita rasa autentik ibu kota.
Daya tariknya bukan hanya soal usia. Setiap tempat membawa karakter yang kuat, mulai dari kopi jadul, es krim klasik, soto Betawi, bakmi, sampai gado-gado dengan racikan yang sudah dikenal lintas generasi.
Kopi Es Tak Kie menjadi salah satu nama paling ikonik di Glodok, Jakarta Barat. Kedai ini berdiri sejak 1927 dan mempertahankan suasana old-school yang terasa lewat interior sederhana dan vibe jadul yang khas.
Menu andalannya adalah kopi susu klasik dengan rasa simpel, tetapi tetap banyak dicari. Harga di tempat ini berada di kisaran Rp25k–50k, sehingga masih relevan untuk pencinta kopi yang ingin merasakan atmosfer Jakarta tempo dulu.
Soto Betawi dengan kuah creamy yang ringan
Di Gondangdia, Jakarta Pusat, Soto Betawi H. Ma’ruf terus bertahan sebagai salah satu kuliner legendaris yang ramai sampai sekarang. Ciri utamanya ada pada kuah yang creamy karena memadukan santan dan susu, sehingga terasa gurih namun tetap ringan.
Satu porsi soto ini berisi daging sapi, kikil, tomat, emping, dan bawang goreng. Dengan harga sekitar Rp30k–75k, menu ini cocok untuk pencari comfort food khas Jakarta saat long weekend.
Es krim klasik yang masih dibuat handmade
Ragusa Es Italia di Gambir, Jakarta Pusat, menawarkan pengalaman makan yang berbeda dari es krim modern. Tempat ini berdiri sejak 1932 dan masih mempertahankan interior klasik dengan kursi kayu, foto lawas, dan suasana vintage.
Es krimnya dibuat handmade dengan resep turun-temurun dan susu segar tanpa pengawet. Pengunjung juga kerap mencari spaghetti ice cream dan banana split, sementara tempatnya yang sederhana tanpa AC dan wifi justru membuat suasana lamanya terasa makin kuat.
Bakmi legendaris dengan banyak pilihan menu
Bakmi Gang Kelinci memulai perjalanan dari warung gerobakan di Pasar Baru pada 1957. Kini, tempat ini berkembang menjadi salah satu bakmi paling terkenal di Jakarta dengan pelanggan setia dari banyak generasi.
Cabangnya tersebar di Pasar Baru, Kokas, Cikini, PGC, PIK, dan PlazaBlokM, dengan kisaran harga Rp40k–100k. Menu yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari bakmi ayam, bakmi jamur, hingga berbagai Chinese food yang cocok disantap bersama.
Rasa bakminya dikenal gurih dengan bumbu khas yang tetap dipertahankan. Tempat ini juga halal karena menggunakan minyak sayur dan tidak memakai bahan babi.
Gado-gado dengan siraman bumbu kacang kental
Gado-Gado Bon Bin di Cikini, Jakarta Pusat, menjadi pilihan bagi yang ingin makan khas Jakarta dengan rasa yang sederhana tetapi kuat. Tempat ini sudah ada sejak 1960 dan terkenal lewat gado-gado dengan siraman bumbu kacang kental yang gurih dan creamy.
Nuansa restorannya masih terasa old-school dan nyaman untuk makan santai. Selain gado-gado, pengunjung juga bisa memilih nasi rames, bakmi ayam bakso, dan asinan, dengan harga sekitar Rp40k–50k.
Popularitas lima tempat ini menunjukkan bahwa kuliner legendaris Jakarta bukan hanya soal nostalgia. Kombinasi rasa yang konsisten, suasana lawas, dan pelanggan setia membuatnya tetap bertahan di tengah cepatnya perubahan selera makan di ibu kota.
Source: www.beautynesia.id