Bagi banyak pelancong, Garut makin menarik ketika akses menuju kota ini bisa ditekan serendah mungkin. Commuter Line Garut menjadi pilihan yang diburu karena tarifnya hanya Rp14.000 untuk menempuh jarak 120 km sampai Stasiun Garut.
Daya tariknya bukan cuma harga. Kereta lokal ini berhenti di 30 stasiun, sehingga juga memudahkan penumpang dari kota-kota kecil yang berada di lintasan perjalanan.
Mengapa kereta lokal ini cepat habis
Permintaan biasanya naik saat mendekati hari libur. Wajar bila tiket Commuter Line Garut kerap lebih dulu habis karena banyak orang mencari perjalanan murah meriah menuju Garut.
Dibanding layanan lain ke tujuan yang sama, selisih biayanya cukup terasa. Cikuray dari Pasar Senen ke Garut bertarif Rp45.000, sedangkan Papandayan dari Gambir ke Garut mencapai Rp240.000.
Perjalanan dari Stasiun Purwakarta ke Garut, atau sebaliknya, memakan waktu sekitar 6 jam. Kereta ini juga punya dua jadwal keberangkatan dari stasiun asal, yakni pukul 04.25 WIB dan 16.25 WIB.
Kedatangan di Stasiun Garut tercatat pada pukul 10.21 WIB dan 22.12 WIB. Karena tiket dipindai petugas melalui aplikasi Access by KAI, penumpang tetap perlu menyiapkan perjalanan dari awal dengan rapi.
1. Datang lebih awal ke stasiun
Penumpang sebaiknya datang 30 menit hingga 1 jam sebelum jadwal berangkat. Pemeriksaan tiket sudah bisa dilakukan dalam rentang waktu itu, dan keterlambatan bisa membuat penumpang kehilangan kursi.
Kereta lokal sering padat karena tarifnya murah. Bahkan penumpang yang naik dari stasiun pemberhentian tetap berisiko tidak mendapat tempat duduk jika kursi sudah penuh sejak stasiun awal.
Prinsipnya sederhana, siapa cepat dia dapat. Setiap penumpang berhak duduk di gerbong mana pun, tetapi kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas harus tetap dihormati.
2. Siapkan makanan dan minuman sejak berangkat
Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam membuat penumpang mudah lapar dan haus. Karena itu, membawa camilan, buah, dan air mineral menjadi langkah yang penting sebelum naik kereta.
Bekal itu membantu menjaga tubuh tetap nyaman selama perjalanan. Namun jumlahnya tetap perlu dijaga agar penumpang tidak terlalu sering bolak-balik ke toilet.
Toilet memang tersedia di setiap ujung gerbong. Meski begitu, terlalu sering bergerak di lorong tetap kurang nyaman, terutama ketika kondisi kereta sedang ramai.
3. Bawa powerbank dan charger
Durasi perjalanan yang panjang membuat baterai gawai harus dijaga. Powerbank menjadi perlengkapan yang praktis untuk memastikan ponsel tetap menyala selama di perjalanan.
Jika tidak membawa powerbank, charger biasa masih bisa dipakai sebagai alternatif. Stopkontak tersedia di setiap dinding samping di bawah jendela kereta api.
Kombinasi keduanya akan membantu penumpang tetap terhubung selama sekitar 6 jam di perjalanan. Gawai pun bisa dipakai untuk mendengarkan musik, menonton film, atau mengabari keluarga tanpa khawatir kehabisan daya.
4. Manfaatkan saat kereta berhenti
Duduk tegak terlalu lama bisa membuat tubuh kaku dan pegal. Karena Commuter Line Garut berhenti di banyak stasiun, momen saat kereta berhenti cukup lama bisa dimanfaatkan untuk peregangan ringan.
Penumpang bisa berdiri sejenak di dekat pintu atau menggerakkan kaki dan pergelangan tangan dari tempat duduk. Cara sederhana ini membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga tubuh tetap bugar sampai tiba di Garut.
Dengan persiapan yang tepat, perjalanan hemat menuju Garut bisa terasa lebih nyaman meski menempuh waktu panjang. Kereta lokal ini tetap menjadi pilihan yang menarik bagi penumpang yang ingin menekan ongkos tanpa mengorbankan akses perjalanan.
Source: yoursay.suara.com