ASUS Balik Lagi Ke Tablet Android, Layar Tandem OLED-Nya Beda Sendiri

ASUS akhirnya kembali mengisi pasar tablet Android lewat ASUS Pad (T3201) yang diperkenalkan di ajang Computex 2026. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian karena ASUS tidak hanya comeback, tetapi juga membawa teknologi layar yang berbeda dari mayoritas tablet OLED di pasaran.

Tablet ini menandai langkah baru ASUS setelah cukup lama tidak merilis produk baru di kategori tersebut. Di saat banyak tablet mengandalkan panel OLED konvensional, ASUS justru memilih pendekatan tandem OLED atau dual-layer OLED untuk menjadikan kualitas visual sebagai daya tarik utama.

Layar tandem OLED jadi pembeda utama

ASUS Pad hadir dengan layar 12,2 inci beresolusi 2.8K atau 2800 x 1840 piksel. Panel ini mendukung refresh rate hingga 144Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, serta sertifikasi TÜV Rheinland untuk membantu kenyamanan mata saat digunakan dalam waktu lama.

Teknologi dual-layer OLED menjadi sorotan terbesar pada perangkat ini. ASUS menyebut panel tersebut memanfaatkan dua lapisan OLED sekaligus untuk menghasilkan kecerahan lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, dan usia pakai panel yang lebih panjang dibanding OLED konvensional.

Pendekatan ini membuat ASUS Pad terlihat berbeda di tengah pasar tablet yang kerap menawarkan spesifikasi serupa. Bagi pengguna yang mengutamakan tampilan tajam, warna kaya, dan pengalaman visual yang lebih nyaman, kombinasi ini menjadi nilai jual yang kuat.

Performa ditopang chipset kelas menengah atas

Di sektor dapur pacu, ASUS Pad menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8300. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256GB.

ASUS juga masih menyertakan slot microSD dengan dukungan kapasitas hingga 1TB. Kehadiran slot tambahan ini memberi ruang lebih besar bagi pengguna yang butuh menyimpan banyak dokumen, file kerja, atau konten hiburan.

Baterai besar dan fitur penunjang produktivitas

Untuk daya tahan, tablet ini membawa baterai 9.000mAh dengan pengisian cepat 45W melalui USB Type-C. ASUS juga membekalinya dengan Android 16 dan sejumlah fitur pendukung seperti Google Gemini, Circle to Search, Face Login, serta ASUS GlideX untuk konektivitas antarperangkat.

Di sisi audio, ASUS Pad hadir dengan empat speaker dan dukungan Dolby Atmos. Kombinasi ini memperkuat posisinya sebagai perangkat yang tidak hanya ditujukan untuk bekerja, tetapi juga untuk konsumsi konten dan hiburan harian.

Sektor kamera dibuat sederhana namun fungsional. ASUS memasang kamera belakang 13MP dan kamera depan 5MP untuk kebutuhan panggilan video maupun dokumentasi ringan.

Desain tipis, bobot masih nyaman dibawa

Dari segi fisik, ASUS Pad memiliki ketebalan 6,5 mm dengan bobot sekitar 523 gram. Ukurannya yang ramping membuat perangkat ini tetap relevan untuk mobilitas, baik saat dipakai belajar, bekerja, maupun dibawa bepergian.

ASUS belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal penjualan ASUS Pad di Indonesia. Namun, langkah ini sudah cukup menunjukkan keseriusan ASUS untuk kembali bersaing di pasar tablet Android dengan pembeda yang jelas pada teknologi layarnya.

Dengan tandem OLED yang masih jarang ditemui di tablet Android, ASUS Pad hadir sebagai opsi menarik bagi pengguna yang mencari perpaduan antara visual premium, fitur produktivitas, dan pengalaman hiburan yang lengkap.

Source: yoursay.suara.com

Berita Terkait

Back to top button