
Harga perak hari ini kembali jadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan koreksi di pasar domestik. Pada Selasa, 2 Juni 2026, harga perak murni Antam turun Rp300 menjadi Rp49.650 per gram.
Penurunan ini terjadi setelah perak sempat menguat pada perdagangan sebelumnya. Bagi investor, pergerakan ini penting karena perak kini makin sering dilirik sebagai alternatif investasi selain emas.
Update harga perak Antam 2 Juni 2026
Berdasarkan data Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga perak murni 1 gram berada di level Rp49.650. Untuk ukuran lebih besar, perak murni 250 gram dibanderol Rp12.812.500, sedangkan versi dengan PPN 11% mencapai Rp14.221.875.
Pada ukuran 500 gram, harga perak murni tercatat Rp24.825.000. Jika ditambah PPN 11%, nilainya menjadi Rp27.555.750.
Untuk produk Perak Antam Heritage, harga 31,1 gram berada di level Rp2.091.921. Sementara itu, varian 186,6 gram dibanderol Rp11.429.986, dengan harga Rp12.687.284 jika sudah termasuk PPN 11%.
Mengapa harga bergerak berlawanan?
Menariknya, saat harga perak domestik terkoreksi, harga perak dunia justru menguat. Pada perdagangan terbaru, harga perak global naik sekitar 1,17% ke level US$75,73 per troy ons.
Sebelumnya, harga perak internasional juga sempat bergerak di kisaran US$75,6 per ons. Pola ini menunjukkan pasar perak masih sangat dinamis dan sensitif terhadap faktor eksternal.
Perbedaan arah antara harga domestik dan global biasanya dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, dan kebijakan harga dari produsen logam mulia di dalam negeri. Karena itu, kenaikan harga dunia tidak selalu langsung tercermin penuh pada harga di pasar lokal.
Perak mulai dilirik sebagai alternatif investasi
Di tengah tingginya harga emas sepanjang 2026, sebagian investor mulai melirik perak sebagai pilihan yang lebih terjangkau. Harga yang lebih rendah membuat logam ini lebih mudah diakses oleh investor pemula.
Selain sebagai instrumen investasi, perak juga punya nilai industri yang kuat. Logam ini digunakan dalam elektronik, panel surya, kendaraan listrik, hingga industri kesehatan.
Permintaan industri yang terus meningkat bisa menjadi penopang harga perak dalam jangka panjang. Namun, investor tetap perlu berhati-hati karena perak dikenal lebih volatil dibandingkan emas.
Prospek harga masih bergantung pada banyak faktor
Analis pasar menilai pergerakan perak sepanjang 2026 masih akan dipengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral global, kondisi ekonomi dunia, serta perkembangan sektor manufaktur dan energi terbarukan. Faktor-faktor ini akan menentukan apakah perak punya ruang kenaikan lanjutan atau masih bergerak liar dalam jangka pendek.
Jika permintaan industri terus naik dan tekanan terhadap dolar AS mereda, harga perak berpotensi kembali menguat pada semester kedua tahun ini. Meski begitu, investor diperkirakan masih akan menghadapi fluktuasi yang cukup tinggi dalam waktu dekat.
Karena itu, pemantauan harga secara berkala tetap menjadi langkah penting sebelum membeli atau menjual perak. Bagi pembeli ritel maupun kolektor, perak Heritage juga tetap menarik karena desain khusus dan kemasan eksklusif yang membedakannya dari perak batangan reguler.









