Stres adalah bagian yang hampir pasti ditemui semua orang, baik karena pekerjaan, keluarga, keuangan, maupun hubungan. Namun, cara seseorang merespons tekanan justru bisa memperlihatkan seberapa kuat mental yang dimilikinya.
Dalam psikologi, orang bermental kuat tidak identik dengan sosok yang selalu tenang tanpa masalah. Mereka justru cenderung memiliki cara yang lebih sehat dan realistis dalam menghadapi tekanan, sehingga kesulitan tidak berubah menjadi titik henti.
Menerima stres sebagai bagian dari hidup
Ciri pertama yang terlihat dari orang bermental kuat adalah kemampuannya menerima stres tanpa menyangkalnya. Mereka tidak menghindar atau berusaha kabur, karena memahami bahwa masalah dan kesulitan adalah hal yang tak terhindarkan.
Saat situasi menekan datang, mereka fokus melakukan apa yang masih bisa dikendalikan. Bahkan ketika keadaan tidak dapat diubah, mereka tetap mencari langkah yang membantu diri sendiri bergerak maju.
Melihat tekanan sebagai tantangan
Orang dengan mental kuat juga cenderung memandang stres sebagai tantangan, bukan ancaman. Saat masalah muncul, mereka berusaha menenangkan diri dan tidak langsung menganggap situasi sebagai akhir dari segalanya.
Pendekatan ini penting karena pikiran buruk bisa memperburuk keadaan jika dibiarkan mengambil alih. Sebuah studi pada 2020 yang diterbitkan di PubMed Central menyebutkan bahwa memandang stres sebagai tantangan, menyadari stres sebagai hal umum, dan menerimanya sebagai respons alami tubuh dapat membawa manfaat.
Studi yang sama juga menjelaskan bahwa rasa kendali, dukungan dari support system, dan teknik relaksasi dapat mengurangi dampak stres pada kesejahteraan seseorang. Artinya, cara berpikir yang lebih adaptif punya peran besar dalam menjaga kondisi psikologis.
Memilih coping skill yang sehat
Ciri berikutnya terlihat dari strategi coping yang digunakan saat stres datang. Orang bermental kuat tidak menutup mata terhadap emosi tidak nyaman seperti cemas, takut, atau sedih, melainkan membiarkannya dirasakan secara langsung.
Setelah itu, mereka memilih aktivitas yang sehat untuk meredakan tekanan, seperti berjalan-jalan atau menekuni hobi. Cara ini berbeda dari kebiasaan yang justru merusak, seperti penyalahgunaan zat atau isolasi diri.
Pilihan coping yang sehat penting karena strategi yang tidak sehat dapat memperburuk masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Sebaliknya, sebuah studi PLOS One pada 2017 mengungkapkan bahwa keterampilan mengatasi masalah yang sehat dapat meningkatkan regulasi emosi, ketahanan, dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.
Mental kuat bukan berarti tidak pernah goyah
Perbedaan utama orang bermental kuat bukan pada ada atau tidaknya stres, melainkan pada cara mereka menanggapinya. Mereka tetap merasakan beban, tetapi tidak membiarkan beban itu menguasai arah hidup.
Dalam pandangan psikologi, sikap menerima, menilai tekanan secara lebih rasional, dan memakai coping skill yang sehat menjadi tanda bahwa seseorang punya daya tahan mental yang baik. Itulah sebabnya, cara mengatasi stres sering dipakai sebagai salah satu petunjuk paling jelas untuk mengenali orang yang mentalnya kuat.
Source: www.beautynesia.id