Nama Muhammad Chatib Basri kembali jadi perhatian setelah muncul rumor bahwa ekonom senior itu masuk bursa pengganti posisi Menteri Keuangan Purbaya. Di tengah spekulasi tersebut, data kekayaan pribadinya ikut disorot karena menunjukkan lonjakan yang besar dalam laporan terbaru.
Per Maret 2025, total harta kekayaan Chatib Basri tercatat mencapai Rp117,24 miliar. Angka ini menempatkan mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY itu dalam sorotan, bukan hanya karena rekam jejak fiskalnya, tetapi juga karena struktur aset yang dimilikinya.
Kabar mengenai kemungkinan kembalinya Chatib Basri ke kursi strategis kabinet memang sempat ditepis. Namun perhatian publik telanjur mengarah pada sosok yang lama dikenal sebagai ekonom dengan pengaruh kuat dalam isu kebijakan fiskal dan investasi.
Lonjakan kekayaannya terlihat jelas bila dibandingkan dengan laporan sebelumnya. Pada Maret 2024, total hartanya tercatat Rp94,97 miliar, sehingga dalam setahun nilainya naik cukup signifikan.
Kenaikan itu juga tampak mencolok bila ditarik lebih jauh ke belakang. Saat menjabat sebagai Kepala BKPM pada 2012, hartanya berada di kisaran Rp10,3 miliar ditambah simpanan dalam dolar AS.
Surat berharga jadi penopang utama
Porsi terbesar kekayaan Chatib Basri berada pada surat berharga. Nilainya mencapai Rp62,57 miliar, menjadikannya komponen dominan dalam keseluruhan portofolio harta yang dilaporkan.
Besarnya nilai surat berharga tersebut memperlihatkan bahwa sebagian utama asetnya tidak bertumpu pada barang konsumtif. Komposisi ini juga menunjukkan orientasi kekayaan yang kuat pada instrumen investasi.
Selain surat berharga, Chatib Basri juga memiliki kas dan setara kas dalam jumlah besar. Nilainya tercatat Rp13,22 miliar, sementara harta bergerak lainnya mencapai Rp3,13 miliar.
Struktur aset seperti ini membuat kekayaannya terlihat cukup likuid di samping tetap tersebar di berbagai pos. Dengan kata lain, kenaikan hartanya tidak hanya berasal dari satu jenis aset saja.
Aset properti hingga Melbourne
Di sektor properti, nilai aset Chatib Basri tercatat mencapai Rp13,2 miliar. Porsi terbesar berasal dari properti di Jakarta Pusat dengan nilai Rp10,9 miliar.
Yang paling menarik perhatian publik adalah kepemilikan tanah dan bangunan di Melbourne, Australia. Properti seluas 1.000 meter persegi itu ditaksir bernilai Rp2,35 miliar.
Kepemilikan aset di luar negeri itu menjadi salah satu detail yang membuat profil kekayaan Chatib Basri banyak diperbincangkan. Apalagi, sorotan datang bersamaan dengan rumor bahwa namanya kembali masuk dalam radar posisi penting di bidang keuangan negara.
Isi garasi bernilai miliaran
Selain properti dan investasi, isi garasi Chatib Basri juga ikut menjadi perhatian. Total nilai koleksi kendaraannya tercatat Rp6,36 miliar.
Koleksi itu memadukan mobil mewah, mobil klasik, hingga kendaraan listrik. Komposisi tersebut menggambarkan preferensi yang beragam, bukan hanya pada kendaraan premium tetapi juga model yang punya karakter berbeda.
Mobil dengan nilai tertinggi dalam daftar itu adalah Mercedes-Benz senilai Rp3,08 miliar. Kendaraan ini menjadi kontributor terbesar dalam total nilai garasinya.
Ia juga memiliki Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 dengan nilai Rp882 juta. Model ini selama ini identik dengan kendaraan pilihan kalangan pejabat dan pebisnis.
Di sisi lain, terdapat Hyundai Ioniq 5 EV tahun 2023 senilai Rp862,5 juta. Kehadiran mobil listrik ini menunjukkan bahwa koleksi kendaraannya juga mencakup model yang lebih baru dan mengikuti perkembangan industri otomotif.
Satu kendaraan lain yang cukup menonjol adalah Nissan President Sedan tahun 1992. Mobil klasik ini ditaksir bernilai Rp145 juta dan memberi warna berbeda dalam daftar aset kendaraan yang dimilikinya.
Masih tercatat memiliki utang
Meski total kekayaannya sudah menembus lebih dari Rp117 miliar, Chatib Basri tetap tercatat memiliki kewajiban. Dalam laporan LHKPN 2024, utangnya sebesar Rp3,25 miliar.
Nilai tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan total aset yang dimilikinya. Namun detail ini menunjukkan bahwa profil kekayaannya tetap mencakup sisi kewajiban, bukan semata daftar aset bernilai tinggi.
Sorotan terhadap harta kekayaan Chatib Basri pada akhirnya tidak bisa dilepaskan dari konteks politik dan ekonomi yang sedang berkembang. Saat namanya dikaitkan dengan kursi Menteri Keuangan, publik tidak hanya menilai rekam jejak dan kapasitasnya, tetapi juga membaca bagaimana komposisi kekayaan seorang ekonom senior yang pernah berada di pusat pengambilan kebijakan.
Source: www.suara.com